Donasi Korban Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan
Donasi Korban Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Donasi Korban Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Rp 63.716.181
terkumpul dari Rp 400.000.000
682 Donasi 0 hari lagi


Cerita

a2c5a830-a279-4e60-a9c9-58cb74a4f8d4.jpg


03cca41d-fa1e-427c-aec1-d8017fc41c62.jpgcee0e386-5970-42bc-881d-c32cbdccbed5.jpg

Beberapa wilayah Indonesia di Riau dan Kalimantan sedang dilanda bencana berupa asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah berlangsung beberapa hari bahkan minggu. Saya Adib Hidayat, mengajak  #OrangBaik dimana saja berada untuk membantu mereka yang terkena dampak dari Karhutla diantaranya di Riau dan Kalimantan.

9e08c0dc-e8aa-4419-a6bd-652efd0d19af.jpg

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo kepada Republika (15/9/2019) bahkan mengatakan, asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah pembunuh yang tidak bisa diketahui secara langsung. Sehingga, memerlukan upaya lintas pihak untuk menanggulangi itu.

Akibat kebakaran hutan dan lahan yang meliputi wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, semakin pekat sehingga mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Pangsuma di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu.

"Hari ini penerbangan dibatalkan karena jarak pandang terbatas di Pontianak dan Putussibau," kata Kepala Bandara Pangsuma Putussibau Hery Azari Batubara saat dihubungi Antara dari Putussibau, Minggu (15/9). "Untuk saat ini tidak ada kendala lain, pesawat batal terbang dan mendarat itu dikarenakan kabut asap," ujarnya seperti dikutip di CNN Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana bahkan mendeteksi 27 titik api dengan kategori tinggi di Riau. "Kota Pekanbaru masih diselimuti kabut asap tipis dengan jarak pandang satu kilometer pada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 masih berasap dengan jarak pandang 2,2 kilometer." Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo menyampaikannya dalam siaran tertulis, 15 September 2019 seperti dikutip dari Tempo.

Peristiwa tahunan Kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan di Riau dalam catatan Kompas bukan terjadi kali ini saja. Peristiwa ini selalu berulang setiap tahunnya. Kilas balik, pada 2015, hutan di kawasan Riau pernah mengalami kebakaran yang cukup parah yang juga mengakibatkan terjadinya kabut asap. 

Bencana akibat kebakaran hutan dan lahan ini membuat ribuan orang menderita. Banyak anak-anak tidak bisa sekolah. Warga menderita Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Dalam catatan Kumparan sejak Januari hingga 9 September 2019, penderita di Riau telah mencapai 281.626 orang. Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi penyebabnya.

Melihat kejadian tersebut saya bermaksud menggalang dana untuk pembelian masker untuk mencegah timbulnya penyakit ISPA yang dapat membahayakan dampak bagi tubuh dan kesehatan. Air purifier, inhaler untuk asma dan obat batuk. Juga pengadaan rumah oksigen untuk anak-anak dan lansia serta satgas Karhutla yang setiap hari memadamkan api.

Mari kita bersama-sama bantu saudara kita yang terdampak Kabut Asap dan Karhutla dengan cara: 

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tuhan bersama #OrangBaik semua dimanapun berada. 

Foto: Aio Tanoto, Dok. BNPB & Kompas 

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (682)