Kitabisa! - Bantu Sekolah Pelosok Gowa yang Terbuat dari Bambu
Bantu Sekolah Pelosok Gowa yang Terbuat dari Bambu

Bantu Sekolah Pelosok Gowa yang Terbuat dari Bambu

Rp 21.431.629
terkumpul dari Rp 200.000.000
682 Donasi 0 hari lagi
Bagian dari Lets ACT Indonesia

Cerita

“ Masya Allah, Lanipabajikimi sikolaku, Alhamdulillah (Masyaa Allah, Sekolahku akan diperbaiki, Alhamdulillah)….”, Seru haru seorang anak kelas 5 sekolah dasar sesaat setelah mobil Tim ACT sulsel parkir di halaman rumah salah seorang warga masyarakat.

8c947489-d781-4ef5-9c75-c995fbf2089f.jpg

Adalah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) YAPIT Borong Nangka Cabang Lembang Bu’ne yang terletak di Kelurahan Cikoro Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan menjadi tujuan kunjungan ACT sulsel pada hari Senin tanggal 24 Juli 2017 sebagai bagian dari implementasi program Tepian Negeri. Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 35 meter persegi tersebut kondisinya begitu memprihatinkan, teringat sekolah anak-anak Belitung dalam sekuel film LASKAR PELANGI tahun 2008 silam. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah setiap orang butuh berjalan kaki sejauh 3 km diantara bebatuan cadas dan licin untuk sampai di tujuan dari jalan utama (poros). Kendaraan bermotor tidak memungkinkan digunakan di wilayah tersebut.

ed993ff7-8647-48ba-914d-14879b712ca7.jpg

Pak Mansyur, lelaki paruh baya lulusan salah satu perguruan tinggi Islam di Kota Makassar prihatin terhadap kondisi tersebut. Meski saat ini beliau berprofesi sebagai seorang Petani namun kecintaannya terhadap Pendidikan membuatnya merelakan sebagian besar waktunya untuk mengajar siswa-siswa yang saat ini berjumlah 53 orang (Kelas 1 – 6 MI/SD). 

13c9fb13-79c0-43b0-93b4-83ddd3396cd9.jpg


Beliau mengajar seorang diri untuk 6 tingkatan berbeda. Pemandangan yang tidak kalah miris ini ditambah lagi ketika Tim ACT mendapati ruang kelas mereka hanya disekat oleh Gamacca (tikar dari anyaman bambu) yang jadi pembatas ketiga ruang kelas tersebut. Tiga ruang kelas dibagi menjadi enam ruangan. Setiap kelas hanya memiliki sebuah papan tulis. Imbasnya, siswa harus antri belajarnya dalam satu ruangan dengan bangku apa adanya dan beralaskan tanah.

“Kalau ada sedikit rejeki, yaa saya tebang pohon yang ada di belakang rumah saya kemudian saya bayar tukang untuk buatkan bangku anak-anak”, Jelas Pak Mansyur.

Delapan tahun sejak berdirinya, Sekolah tersebut nyaris tak pernah mendapatkan bantuan dari pihak-pihak terkait. Akses yang jauh dan Informasi tak berimbang barangkali membuat sekolah ini tak tersentuh perhatian public.

f722706c-0704-47ec-b2bc-531a2e42ccfc.jpg

Semoga sedikit hasil pantauan dari kawan-kawan ACT membuat kita semua membuka diri untuk mengambil bagian dan turut merasakan bahwa ternyata di tengah maraknya sekolah-sekolah bertaraf internasional dengan berbagai fasilitas modernnya, ada beberapa daerah yang justru amat memprihatinkan kondisi sekolahnya, MIS Borong Nangka ini adalah salah satunya.

Sahabat mari kita wujudkan mimpi Pak Mansyur dan 53 siswa SD Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) YAPIT Borong Nangka untuk membuat sekolah mereka lebih layak dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih bank (GO-PAY/ Dompet Kebaikan/ BNI/ BNI Syariah/ Mandiri/ BCA/ BRI/ Kartu Kredit)
  4. Dapatkan laporan via email


DISCLAIMER:

  1. Donasi yang terkumpul digunakan untuk membangun Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) YAPIT Borong Nangka
  2. Fundraising ini adalah bagian dari Program Mobile Social Rescue (MSR) ACT Sulawesi Selatan yang fokus membantu meringankan permasalahan sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat
  3. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ali (+62 852-4248-4636)
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (682)