Kitabisa! - Bantu Nyak Sandang, Pemodal Pertama Pesawat Garuda
Bantu Nyak Sandang, Pemodal Pertama Pesawat Garuda

Bantu Nyak Sandang, Pemodal Pertama Pesawat Garuda

Rp 75.337.238
terkumpul dari Rp 200.000.000
592 Donasi 0 hari lagi
Rahmat Aulia/RelawanACT
Akun belum terverifikasi
Bagian dari Relawan ACT

Cerita

Assalamu’alaikum Wr.wb

Perkenalkan, nama saya Rahmat Aulia. Saat ini saya bekerja sebagai Humas di Aksi Cepat Tanggap Aceh. Alhamdulillah saya bersama tim ACT Aceh sudah dua kali berkunjung ke kediaman Nyak Sandang, pemodal awal Garuda Indonesia. Kunjungan pertama untuk memberikan santunan sekaligus wawancara, kunjungan kedua dengan membawa rekan-rekan media. Tulisan saya tentang Nyak Sandang bisa dibaca di sini https://act.id/news/detail/nyak-sandang-pemodal-aw...

Tentu kita semua masih mengingat kisah Nyak Sandang. Pemodal awal Garuda Indonesia dari Lamno, Aceh Jaya, yang masih menyimpan dengan rapi bukti berupa obligasi pembelian pesawat Seulawah 001, cikal bakal Garuda Indonesia.

Ketika tim ACT Aceh mewawancarai Nyak Sandang, pada bagian akhir, tim menanyakan apa harapan Nyak Sandang kepada pemerintah Indonesia khususnya PT Garuda Indonesia. Begini jawaban Nyak Sandang:

Melihat besarnya pengorbanan atau jasa orang tua beliau kepada Indonesia. Lantas tim menanyakan apa yang diharapkan kepada pemerintah Indonesia, khususnya maskapai Garuda yang cikal-bakalnya adalah dari pesawat Seulawah 001 sumbangan rakyat Aceh.

“Mendapati pertanyaan demikian, beliau tersenyum. Lalu menjawab bahwa beliau tidak mengharapkan apa-apa, pengorbanan orang tuanya, masyarakat gampong dan juga beliau kepada Pemerintah Indonesia mutlak atas dasar ikhlas ingin membangun negeri. Dengan kondisi kehidupannya sekarang yang bisa dibilang dalam kekurangan, Nyak Sandang tetap memegang prinsip untuk tidak pernah mengiba kepada siapa pun.”

Ya, Nyak Sandang tidak mengharapkan apa-apa dari Pemerintah Indonesia ataupun PT Garuda Indonesia. Beliau tidak mengharapkan apresiasi, reward atau apapun bentuk penghargaan lainnya. Niatnya membantu Indonesia mutlak karena RASA CINTANYA KEPADA INDONESIA. Pun hingga detik ini, pemerintah juga belum terdengar kabar akan memberikan apresiasi kepada Nyak Sandang. Orang yang sudah sangat berjasa kepada negara tercinta ini.

Nyak Sandang pernah gagal menjalani operasi katarak hingga menyebabkan sebelah matanya menjadi buta. Akibat kegagalan itu. Operasi tidak dilanjutkan lagi pada mata sebelahnya yang juga mengidap katarak.

Pada kunjungan kedua tim ACT Aceh ke kediaman Nyak Sandang bersama rekan-rekan media di Banda Aceh. Nyak Sandang mengutarakan keinginannya agar bisa kembali melanjutkan kebiasaan lamanya membaca Al-Qur’an setiap hari.

Dulu, ketika masih bisa melihat, saban hari Nyak Sandang aktif membaca Al-Qur’an. Hal ini beliau utarakan ketika salah seorang wartawan bertanya, apa yang Nyak Sandang harapkan di usia tuanya. Dengan malu-malu, Nyak Sandang mengatakan bahwa beliau ingin kembali bisa melihat agar bisa kembali melafazkan setiap bait Kalamullah. Allahuakbar!

“Teuma, di umu Ayah jinoe, peu yang Ayah hawa, mungken enteuk geulinge le ureung laen kadang jeut geu bantu? (Jadi, di usia sekarang, apa yang Ayah inginkan, mungkin nanti bisa dibantu oleh orang lain yang mendengar tentang hal ini)". Tanya salah seorang wartawan.

“Hai, menye keu hawa. Menye jeut, nyoe surah menye jeut. Menye jeut mata beu ek deuh teuma. Hawa that lon jeut baca Al-Qur’an teuma, lage wate mata manteng trang (hai, kalau bicara keinginan. Kalau bisa, ini bicara kalau bisa. Kalau bisa, mata bisa kembali melihat. Ingin sekali saya bisa kembali membaca Al-Qur’an, seperti waktu mata saya masih bisa melihat).” Tutur Nyak Sandang.

“Selama udep kalheuh tem ek pesawat Ayah (panggilan sehari-hari Nyak Sandang)? (Selama hidup sudah pernah naik pesawat Ayah?)” Lanjut wartawan lainnya.

“Hana lom (belum pernah)” sambil terkekeh.

“Na hawa ek pesawat? (ingin naik pesawat?).”

“Menye ek pesawat untuk jak maen hana hawa, kepeu teuma lon ek, hana deuh sapeu cit. Tapi menye ek pesawat untuk jak haji InsyaAllah ek. Menye jeut, cit beu meuninggai hideh di tanoh suci (kalau naik pesawat untuk jalan-jalan saya tidak mau, buat apa saya naik, kan juga tidak nampak apa-apa. Tapi kalau naik pesawat untuk beribadah Haji InsyaAllah mau. Kalau bisa, saya biar meninggal di tanah suci saja).” Jawab Nyak Sandang haru.

Mendengar jawaban demikian. Semua yang hadir terdiam beberapa saat. Larut dalam keharuan.

Setelah dua kali berkunjung ke kediaman Nyak Sandang. Tim ACT Aceh berinisiatif untuk mewujudkan dua impian Nyak Sandang ; operasi katarak dan naik haji.

Untuk mewujudkan impian tersebut, ACT Aceh ingin mengajak seluruh dermawan untuk menyisihkan sedikit hartanya kepada Nyak Sandang.

Dulu, Nyak Sandang sudah berkorban untuk negara ini. Sekarang, saatnya kita membalas jasa beliau. Walaupun sekali lagi, beliau tidak pernah mengharapkan balasan atas jasanya kepada negeri ini. Tentu, tidak ada salahnya kita mengapresiasi orang-orang ikhlas dan nasionalis seperti beliau. Di usianya yang kian senja. Mari kita wujudkan impian Nyak Sandang.

Kami menargetkan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp.200.000.000,-. Dana ini nantinya akan digunakan untuk operasi katarak, Ongkos Naik Haji Nyak Sandang beserta satu orang pendamping dari keluarga beliau, mengingat fisik Nyak Sandang tidak terlalu kuat lagi untuk berjalan.Sisa dana yang terkumpul akan kita serahkan untuk membantu biaya hidup Nyak Sandang.

----------

Jika ingin berdonasi, caranya mudah sekali :

1. Klik Tombol "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nilai donasi dan data diri

3. Pilih metode pembayaran dan transfer

Jika sahabat semua mempunyai pertanyaan, bisa menghubungi saya di :

0852 6024 4665 (WA) atau [email protected]

Salam Kemanusiaan,

Rahmat Aulia

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (592)