Kitabisa! - Bantu seorang OB membangun sekolah di desanya
Bantu seorang OB membangun sekolah di desanya

Bantu seorang OB membangun sekolah di desanya

Rp 256.418.625
terkumpul dari Rp 238.703.582
768 Donasi 0 hari lagi

Cerita

⁠⁠⁠Assalamu'alaikum, perkenalkan saya Priyatno Nugroho, seorang penggiat pendidikan, alumni Sekolah Guru Indonesia, dan founder Klipnus (Klinik Pendidikan Nusantara).

Izinkan saya bercerita tentang Kang Cecep, sosok pemuda desa yang peduli pada desa tempatnya tinggal.

118b28be523ef3b151a86938bfb548d3818eed7e.png

Kang Cecep adalah seorang Office Boy yang bekerja di Bilangan Tebet. Aktivitasnya sebagai OB tidak membuatnya lupa untuk peduli terhadap kondisi desanya, Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Di sini, hampir 80% anak-anak yang lulus SD tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Banyak faktor yang menjadi alasan:

1. Jarak antara rumah mereka ke SMP kurang lebih 4,5 km, dengan jalan yang rusak parah tidak beraspal. Saat hujan datang, maka jalan sepanjang 4,5 km akan berubah menjadi kubangan

157335e6ff3cc6bc77d87c5099f41b086292d7e1.png

2. Tidak ada kendaraan umum murah meriah yang menghubungkan antara rumah mereka dan SMP terdekat.

3. Orangtua mereka adalah buruh tani. Tidak ada cukup biaya untuk mengongkosi anaknya pergi ke sekolah

4. 4.5 km yang ditempuh adalah jalan sepi, tanpa penerangan dan banyak begal

Tahukah? Desa Ciaruteun Ilir ini jaraknya hanya 2 jam saja dari Ibu Kota. Tapi kita bisa mendapati kondisi yang jauh berbeda dengan apa yang ada di kota. Untuk memperoleh pendidikan saja anak-anak ini harus menempuh jarak yang jauh dan tidak mudah.

Lalu, bagaimana agar anak-anak bisa tetap sekolah dan memperoleh pendidikan? Ya, membangun sekolah yang dekat dengan mereka. Cita-cita yang kemudian direalisasikan oleh Kang Cecep, seorang pria yang SMA saja tidak lulus. Ada mimpi yang kuat agar anak-anak didesanya mampu mengenyam pendidikan hingga level tertinggi.

e97716d6f2dc5bcbc0dd019998ce4a9c6d1b817c.png

Dibantu oleh warga dan teman-temannya, Kang Cecep dan teman-temannya mendirikan SMP Terbuka Mentari Pagi pada tahun 2014. Para pendiri memulai kegiatan belajar mengajar di teras rumah warga. Dan diluar dugaan, antusiasme warga tinggi sekali.

Bersama para volunteer, anak-anak belajar, dari Senin - Sabtu. Kesungguhan mereka dalam belajar membuahkan hasil yang manis. Pada 2016 salah satu dari mereka menjadi Juara 4 Cerdas Cermat tingkat Kabupaten Bogor. Ada juga yang dengan percaya diri memberikan pidato dalam Bahasa Inggris di depan forum guru. Tak hanya itu, di antara mereka ada pula yang mendapatkan beasiswa dari Jepang dan dijamin kuliah di Jepang jika lulus hingga SMA.

25 anak kelas 7 dan 8 tumbuh bersama di sekolah terbuka sederhana ini.

Dari sebuah teras rumah warga, Kang Cecep bersama teman-temannya berinisiatif membangun ruangan yang lebih layak untuk mereka belajar. Di atas tanah milik mertuanya, ia membangun sebuah kelas dengan rangka bambu tanpa dinding. Lumayan untuk disesaki 25an siswa juaranya.

fb3f640c471f2d6a152e02b36b4557b455224bc8.png

Dan saat ini SMP Terbuka Mentari pagi terus tumbuh. Ada mimpi Kang Cecep lainnya yang ingin ia realisasikan tahun ini. Pada tahun Ajaran baru, akan datang anak-anak baru bergabung bersama siswa lainnya. Bangunan lama tak lagi cukup menampung mereka. Maka di atas tanah wakaf, kang Cecep dan teman-temannya "patungan" untuk mendirikan bangunan sekolah yang lebih representatif untuk anak-anak belajar. Saat ini ia membutuhkan dana Rp. 179 juta untuk mendirikan bangunan. Selain itu, kang Cecep juga membutuhkan Rp 60.000.000 untuk menjalankan bisnis sayur mayur yang nantinya akan dialokasikan untuk membiyai operasional sekolah

f8f03bb9bef03cfa99c24bcdd2e8c6e1a91e3e68.png

Dalam bayangan beliau, sekolah ini natinya tidak hanya diisi oleh kegiatan Belajar Mengajar siswa SMP Terbuka, tapi bisa menjadi kelas inspirasi bagi seluruh warga desa. Mereka bisa belajar apa saja disana.

Saya pernah bertanya kepada beliau, apa yang membuat ia bergerak sampai sejauh ini?

Sambil berkaca-kaca ia menjawab "Senang lihat mereka belajar dan jadi pintar. Apalagi saat anak punya cita-cita besar. Dan mereka semangat belajar"

21f9100664438d9c75ed3136a8e9b39bceeeaa47.png

Saya terenyuh, Kang Cecep yang hidupnya jauh dari gelimang harta saja memiliki mimpi yang besar untuk memperjuangkan pendidikan anak-anak desanya. Bagaimana dengan kita? Beliau memiliki stok kepedulian yang tak berbatas.

Lalu? Maukah kita berkontribusi dalam perjuangan kang Cecep? Saya mengajak teman-teman untuk ikut dalam program Patungan ini. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun Bangunan Baru SMP Terbuka Mentari Pagi

Yuk ikut serta mewujudkan mimpi anak-anak Desa Ciraruteun Ilir


Narahubung

Priyatno Nugroho (085795074751)

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (768)