Kitabisa! - Bantu Induk dan Anak Orangutan untuk Pulih!
Bantu Induk dan Anak Orangutan untuk Pulih!

Bantu Induk dan Anak Orangutan untuk Pulih!

Rp 78.024.685
terkumpul dari Rp 50.000.000
2700 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bontang, Kalimantan Timur dan Pusat Rehabilitasi Orangutan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation di Samboja Lestari baru-baru ini menyelamatkan sepasang induk dan anak orangutan. Induk berusia sekitar 20 tahun dengan anaknya yang berusia sekitar 2 tahun ditemukan di sekitar pemukiman warga dalam kondisi memprihatinkan. Saat diperiksa oleh dokter hewan BOS Foundation, sang induk hanya berbobot sekitar 25 kg, padahal seharusnya orangutan dewasa seusianya berbobot di atas 40 kg. Kami juga menemukan luka sayat akibat benda tajam di kepala dan telunjuk tangan kanan yang terpotong satu ruas pada sang induk.


“Sepasang induk dan anak orangutan yang diselamatkan tersebut diberi nama Jubaedah dan Jubaedi. Mereka ditemukan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujar drh. Agnes dari Samboja Lestari

4772d42e-e47a-4193-bcfd-361bf85b3cda.jpg

Jubaedah (induk) dan Jubaedi (anak) saat diselamatkan

2ba7b70f-a155-45e3-b616-faba0318a5b9.jpg

Proses penyelamatan Jubaedah dan Jubaedi

Hal yang lebih mengejutkan lagi, saat tim medis melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Klinik Pusat Rehabilitasi Orangutan BOS Foundation di Samboja Lestari, di tubuh sang induk, Jubaedah, ditemukan 5 peluru yang bersarang di dagu, dada, ketiak dan kedua kakinya. Tim kami menduga peluru-peluru tersebut akibat Jubaedah terlibat konflik dengan masyarakat. Beruntung, kondisi sang anak, Jubaedi, tidak semalang induknya. Walaupun ia masih sering menangis dan sedikit takut dengan kehadiran manusia di sekelilingnya, namun kondisi kesehatan Jubaedi cukup stabil.

e7ad7143-0a7b-49c1-8199-daecfaf5a1b6.jpg

Luka di tubuh Jubaedah yang diduga korban konflik dengan masyarakat.

5f87a8f6-7bfe-428a-8e7a-137c9f48c355.jpg

Telunjuk tangan kanan Jubaedah yang terpotong satu ruas

Tim medis di Samboja Lestari segera memberikan perawatan intensif terlebih setelah menemukan bahwa Jubaedah juga mengalami dehidrasi berat, anemia, dan tingkat gula darah rendah. Hal ini membuatnya sangat lemah dan tidak dapat melakukan banyak aktivitas. Karena kondisinya yang memprihatinkan, sepasang iduk dan anak ini tidak dapat langsung dilepasliarkan kembali ke hutan dan harus dirawat untuk beberapa waktu di Samboja Lestari untuk mengobati luka dan memulihkan kondisinya.

Keduanya kini menjalani perawatan intensif dan terus dipantau selama 24 jam oleh tim medis BOS Foundation Samboja Lestari .

Ayo bantu Jubaedah dan Jubaedi untuk dapat pulih dan kembali meraih kebebasannya di alam liar!

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (2700)