Kitabisa! - Bantu Tasya Melawan Tumor
Bantu Tasya Melawan Tumor

Bantu Tasya Melawan Tumor

Rp 112.235.927
terkumpul dari Rp 270.000.000
766 Donasi 0 hari lagi
Elwin Tinambunan
Akun telah terverifikasi

Cerita


Nama lengkap: EILLEEN ANASTASYA SULASTRI TINAMBUNAN

Tempat/Tgl Lahir: Sidikalang, 09 Oktober 2004.

Status: Siswa SMPN 3 Sidikalang dg prestasi sangat baik, terakhir Juara 3 di kelas 1 dan 2.

Domisili: Jln. Air Bersih Gg. Sutarjo Sidikalang-Kabupaten Dairi

Nama bapak: Elwin Tinambunan

HP: 085271458750

Kronologi kesehatan (perobatan):

Eilleen Anastasya menderita sakit Tumor Otak Germinoma sesuai hasil Biopsi/PA di Eka Hospital.

Pra operasi:

Sebelum diketahui kepastian sakit yang diderita Eilleen Anastasya diawal tahun 2017 mengalami pandangan yg mulai kabur dan diambil solusi memasang kacamata, memang mengejutkan mata menderita -2,5 (minus 2,5). Namun Eilleen Anastasya terus mengalami menurunnya kondisi kesehatan dimana pada Desember 2017 mulai sering mengalami panas/demam, pusing, daya ingat menurun, bawaannya ingin tidur dan daya pijak kaki lemah dan pada bulan Januari 2018, mulailah intensitas perawatan dimulai dengan dibawa cek ke RS Elisabeth Medan (rujukan) yang awalnya akibat "diduga mengalami Flu Rematik hasil pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang. Dirawat selama 8 hari disitu, tidak ada ditemukan sakit apapun dan Eilleen Anastasya fisiknya ada pemulihan dimana keluar dari rumah sakit Elisabeth Medan suhu 37,2 c (di RS Elisabeth Medan tidak ada dilakukan Dokter CT. SCAN KONTRAS pada bagian kepala, hanya dilakukan Scan pada perut, jantung dan kaki).

Selanjutnya anak dibawa pulang, dan saat anak hendak melakukan kunjungan ke rumah kakek/neneknya di Pekanbaru (3 minggu setelah keluar RS), diperjalanan anak mengalami sakit panas tinggi 39,8 c dan dibawa ke RS Eka Hospital Pekanbaru, Dokter melakukan tindakan Radiology dengan melakukan CT Scan Kontras pada perut dan kepala, dan disimpulkan ada benjolan pada bagian otak bagian bawah dan ditengah posisinya.

Selama tindakan, anak sudah sangat drop (lemah) dan sempat dimasukkan ke dalam ruang ICU selama 7 hari dan kemudian rawat inap 1 bulan untuk menstabilkan fisik sebelum dilakukan tindakan operasi. Dokter yang merawat di Eka Hospital dr. Afriyan., SPA. Sebelum dilakukan tindakan operasi dilakukan saat setelah diketahui jenis sakitnya, sebagai orang tua sempat shocknya dan berpikir mencari solusi terbaik mematikan tumor tanpa melalui operasi.

Sebagai orang tua kami mencari informasi mengetahui inovasi teknologi terbaru mematikan tumor tanpa operasi, dan ada informasi diperoleh dapat dilakukan melalui Sinar Gamma, ada yang melalui Gamma Knife dan ada melalui penanaman Partikel I 125 yang juga menggunakan sinar Gamma.

Namun mengingat biaya sangat tinggi dan bahkan tidak ditanggung BPJS (biaya ratenya antara US$ 15000 s.d 25000), maka kami setelah diskusi dengan keluarga memutuskan tetap melakukan operasi sembari berusaha mengupayakan dana untuk tindakan sinar Gamma tadi bila tidak ada perubahan signifikan pada anak). Pertengahan bulan Maret dilakukan tindakan operasi oleh dr. Tondi Djiili, SpBS dan hanya dapat mengangkat 50% tumor, dan setelah di Biopsi disimpulkan nama Tumornya GERMINOMA.

Pasca operasi

Setelah operasi Eilleen Anastasya, masuk ICU lagi selama 9 hari dan selanjutnya rawat inap selama 3 minggu. Akibat hanya dapat 50% tumor dan karena RS Eka Hospital tidak memiliki alat untuk radiasi tumor yaitu jenis LINAC (Linear Accelerator) dirujuk ke RS Murni Teguh Memorial Hospital Medan.

Kondisi anak sebelum operasi penglihatan matanya sudah sangat tertanggu akibat pertumbuhan tumor dan anak tidak dapat melihat dengan jelas.

Proses Radiasi

Proses radiasi LINAC dilakukan sebanyak 25 x, dan selama menjalani proses penyinaran LINAC, karena dilihat tidak banyak perubahan signifikan, kami mencari lagi informasi tentang sinar Gamma tadi dan didapat bahwa bisa dilakukan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou Hospital, dan saya bertemu dengan perwakikan Rumah Sakit St. Stamford tersebut di Medan Jln. Multatuli, dan setelah diskusi dengan dokter perwakilannya disimpulkan jenis pengobatan mana yang sesuai untuk anak harus diputuskan dokter di RS St. Stamford dan prediksi biaya hampir Rp.270.000.000 (biaya sinar gamma, penginapan dan obat lainnya).

Biaya yang sangat besar itu, kami harapkan dapat dibantu oleh semua saudara/i agar anak dapat dibawa berobat sehingga dapat terbantu menuju kepulihannya dan dibawa ke Guangzhou bila dana sudah terkumpul.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (766)