Kitabisa! - Bantu Rafli menutup lubang di jantungnya
Bantu Rafli menutup lubang di jantungnya

Bantu Rafli menutup lubang di jantungnya

Rp 334.622.167
terkumpul dari Rp 500.000.000
1954 Donasi 0 hari lagi
Ndarutama prasetyo
Akun telah terverifikasi

Cerita

Assalamualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan, kami Ndaru Tama dan Siska dewi, orang tua dari Rafli Arkan Wiaratama.


Rafli merupakan putra pertama kami yang lahir pada 16 Januari 2018 dengan berat badan 2.000 gram dan panjang 45cm. Rafli lahir dengan sebuah jantung yang spesial jenis TRUNCUS ARTERIOSUS dan keadaannya yang juga spesial yaitu SINDROM ECTRODACTYLY.

a24f0f0749ed4f32977be17636942937e7eb3255

Memang sebenarnya untuk masalah jantung anak kami sudah terdeteksi sejak dalam kandungan pada saat itu ketika usia 32 minggu. Di saat dokter mengatakan hal seperti itu saya sebagai ayah tidak percaya apa yang dibilang dokter sementara istri saya sudah menagis tiada henti. Untuk menenangkan istri dan meyakinkan bahwa anak kami tidak bermasalah.. Saya ajak istri saya untuk cari second opinion ke dokter lain dan mendapatkan pernyataan bahwa anak kami jantungnya bocor. Istri saya semakin tidak dapat menampung tangisnya..


Sekali lagi, saya masih tidak percaya pada hal tersebut... dan saya tetap berdoa dan meyakinkan ke istri saya bahwa "Anak kita tidak ada masalah" hingga pada tanggal 15 Januari 2018, kami kontrol lagi ke rumah sakit dengan secercah harapan untuk mendapatkan kabar yang bagus dan apa yang kami dapatkan.. dokter mengatakan bahwa kandungan istri saya cairan air ketubannya kurang dari 5 cm.. sehingga dokter meminta agar istri saya untuk dioperasi besok pada tgl 16 Januari 2018.


Tepat pukul 11.30 tanggal 16 Januari 2018, anak kami lahir dan betapa sangat bahagiya mendengar anak saya lahir.. Pada saat itu saya menunggu dipanggil oleh dokter untuk melihat anak saya di ruang oprasi....

Dan kebahagiaan itu seolah-olah hilang seketika melihat kondisi anak saya yang lahir dengan fisik yang kurang sempurna. Tapi, perasaan itu hanya berlintas sekian detik saja dan saya tidak berpikir lagi tentang keadaan fisik jari anak saya. Saya kuatkan metal dan hati saya.. sambil meneteskan air mata.

Istri saya belum mengetahui kondisi anak kami seperti apa.. karena istri saya berada di ruangan yang terpisah dengan anak kami. Akhirnya, tanggal 18 Januari 2018, dengan sekuat hati, saya menceritakan kondisi fisik anak saya ke istri saya yang masih terbaring lemas di tempat tidur rumah sakit itu. Ternyata, istri saya sudah tau sejak anak saya lahir... namun hanya dengar cerita dari dokter yang mengoperasinya.. belum tau dengan mata kepala sendiri.

d769bf27ff991e8494d914e535b76f89bd4e0582

Dan sangat bahagianya dan bangganya saya kepada istri saya setelah saya ceritakan dia bilang.. “ iya aku sudah tau, aku tidak apa-apa, aku ikhlas, ini semua dari Allah, kita harus semangat ya yah” disitu hatiku bergetar seolah olah sedihku tidak ada sama sekali.... hanya bahagiya yang saya rasakan.

Dan 4 hari setelah operasi, istri saya bisa pulang akan tetapi anak kami belum bisa pulang karena masih di ruang penghangat bayi (inkubator) di rumah sakit. Sampai di rumah, malam harinya istri saya menaggis... bukan karena sedih anak kami ada kekurangan tapi sedih melihat anaknya masih harus berada di rumah sakit.

Keesokan harinya, jam 10 pagi, kami melihat anak kami di rumah sakit dengan niatan untuk membawa anak kami pulang... walaupun sebenernya tidak diperbolehkan. Tetapi kami ingin membawa anak kami pulang dan kami rawat di rumah sendiri.. dan akhirnya diijinkan pulang.

82aefd2ac7d8d8a11a4083ce5e7cd2e3fb60d230

Pada usia 1 bulan kami kontrol dengan anak kami ke rumah sakit tapi bukan di rumah sakit waktu melahirkan, kami datang ke rumah sakit Colombia Medan berniat untuk imunisasi. Setelah sampai rumah sakit, kami antri untuk dipangil dokter. Dan saat giliran kami untuk masuk kami sangat deg-degan.. pertama di timbang.
Berat badan 2000 gram tetap sama seperti ketika lahir, dan diukur juga tetep 45 cm dan saat dicek detak jantung oleh dokter anak, beliau bilang...

"Looh kok jantungnya berisik banget ya pak buk.." Deg.. disitu kami panik… istri saya sudah tidak mampu menampung tangisannya kembali.. tetapi aku sebagai suami tidak mau kelihatan lemah di depan istri.. saya tenangkan istri saya... lalu dokter merujuk anak kami ke dokter spesialis jantung. Dan naiklah kita ke lantai 6 kalau tidak salah..

Kami menunggu antrian lagi dan saat mendebarkan itu mendengar hasilnya… saya di pangil sama dokter .. "Pak saya jelaskan ya, anak bapak jantungnya bocor, dan istilah kedokterannya TRUNCUS ARTERIOSUS..." disitu saya lagi lagi harus menerima kenyataan yang sangat pahit.. sedih kasihan dan campur aduk rasanya melihat kondisi anak kami.. Truncus Arteriosus dan sindrom Ectrodactyly

Dari hasil konsultasi dengan dokter di RS Colombia di medan , anak kami harus melakukan operasi sebelum usia 4 bulan dan harus di RSPJN HARAPAN KITA karena di medan belum bisa menangani kasus seperti anak kami dengan estimasi biaya yang tidak sedikit yaitu +- Rp 500jt.

Kami berencana menggunakan BPJS untuk operasi anak kami di RSPJN Harapan Kita. Namun, sejak 04/03/2018 Rafli harus dirawat di PICU RS BUNDA TAMRIN karena kondisinya terus menurun hari demi hari... Sambil menunggu berat badan Rafli naik. Beban kerja jantung Rafli semakin berat seiring dengan bertambahnya berat badan Rafli yang sampai saat ini masih 2400 gram per hari ini.

Beberapa kali Rafli mengalami penurunan nilai saturasi yang berakibat semakin sedikit kadar oksigen dalam darahnya, namun Dokter mengupayakan sebisa mungkin
agar Rafli tidak menggunakan alat bantu nafas (ventilator) sebelum operasi dan 9 hari di RS Rafli bisa pulang ke rumah tapi dengan catatan harus memakai oksigen dan sampai saat ini di rumah kami hanya punya oksigen saja.

684973b358bdf31d5b62fa93dc2ec598a1a71869

Sambil menunggu berat badan anak saya naik sampai 4000 gram saya baru bisa bawa anak saya ke Jakarta dan minta langkah selanjutnya untuk anak kami dan untuk itu kami sejak jauh-jauh hari mengumpulkan dana untuk operasi. Saya berharap bisa terkumpul, jadi Rafli tidak harus menunggu lagi untuk antrian dari BPJS.

Sampai saat ini kami masih terus mengumpulkan tabungan agar Rafli bisa segera operasi tanpa harus menunggu antrian, namun jujur belum terkumpul.

Tanpa mengurangi rasa hormat, disini kami pribadi memohon kerendahan hati rekan-rekan untuk dapat memberikan doa membantu meringankan beban kami agar Rafli dapat segera melakukan operasi.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan sekalian atas doa dan bantuan untuk Rafli. Mohon maaf jika diatas ada kesalahan penulisan bahasa medis. Semoga amal baik rekan- rekan semua menjadi amalan surga, dan dibalas berlipat oleh Allah SWT. Amiin YRA Wassalamualaikum, wr wb.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut bisa menghubungi saya sendiri sebagai ayah dari Rafli di 081330050480 (Tama).

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1954)