Bantu Seniman Ludruk
Bantu Seniman Ludruk

Bantu Seniman Ludruk

Rp 1.020.000
terkumpul dari Rp 25.000.000
2 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Seni tradisi Indonesia mengalamani tantangan berupa animo atau antusiasme dari masyarakat yang makin menurun dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Tentunya, perlu strategi untuk bisa membuat keberadaan seni tradisi ini agar tetap menarik terutama di kalangan generasi saat ini. Pelestariannya tentu juga sangat bergantung pada para seniman-seniwati.

Dari mereka pembelajaran dan pelestarian diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Keberadaan pandemi, dimana event yang mengundang keramaian tidak bisa dilakukan turut memberikan dampak signifikan bagi seniman tradisi. Mereka tentu kehilangan job, atau dalam istilah ludruk disebut tanggapan dimana grup ludruk melakukan performa dari satu acara ke acara lain, dari satu daerah ke daerah lain. Grup-grup ludruk kehilangan tanggapan yang menjadi sumber utama penghasilan mereka.

Sebagai informasi bahwa ludruk adalah salah satu bentuk teater tradisional yang lahir, hidup, dan berkembang diawali dari Jombang. Ludruk lahir saat zaman penjajahan sebagai media kritik terhadap penjajah, soft power perlawanan atas ketidakadilan dan kesewenang-wenangan penjajah kala itu. Lakon atau tema yang diangkat dalam ludruk ini adalah tema kehidupan sehari-hari dan tentu diselingi dengan lelucon atau dagelan yang membuat pertunjukan ludruk makin menarik. Dari Jombang, ludruk menjadi populer ke berbagai daerah lain di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Malang, Mojokerto bahkan Surabaya. Ludruk bahkan menjadi salah satu ikon budaya Jawa Timur.

Yuk, salurkan bantuanmu dengan cara:

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran 
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran
Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (2)