Kitabisa! - Rangkaian Penyakit Renggut Masa Depan Mereka
Rangkaian Penyakit Renggut Masa Depan Mereka

Rangkaian Penyakit Renggut Masa Depan Mereka

Rp 13.531.190
terkumpul dari Rp 300.000.000
185 Donasi 0 hari lagi

Cerita

19e22b36-68bd-4467-9523-8d688d769435.jpg

Slamet Pradipto (2) harus kehilangan keceriaan masa kecilnya akibat sejumlah penyakit yang ia derita. Selain Celebral PalsySlamet juga mengidap jantung bocor, radang ginjal, infeksi saluran kencing, dan lainnya .

01fce165-d679-4fda-b02c-aa8ab7556ab3.jpg

Tinggal di rumah kontrakan bersama sang ibu, Ratna dan juga Neneknya, di Jl. Kencana III No. 63A RT 07 RW 13, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Slamet, saat ini sangat membutuhkan bantuan untuk biaya kesehatannya. Sang ibu harus menanggung beban menjadi orangtua tunggal bagi Slamet. Ayahnya telah lama meninggal. Ratna terus bersemangat sebagai orangtua tunggal bagi anaknya. Setiap bulannya dia harus membawa sang anak melakukan pengobatan.

2bfa7d2e-dac2-4f61-8fc2-5e5d8eaef43c.jpg

Komplikasi yang diderita anaknya ini tak pernah menyurutkan Ratna untuk berikhtiar dan berusaha dalam penyembuhan sang buah hati.

"Tanpa ada laki-laki untuk tulang punggung, saya hampir tiap hari ke rumah sakit karena sakit yang diderita Slamet. Saya tidak bekerja karena harus mengurusi anak saya, dan ibu saya yang bekerja untuk bayar kontrakan dan keseharian dan itu sebenernya tidak mencukupi," papar Ratna.

Berbeda cerita dengan Alifah Qalesya Barizah yang menderita Rubella Syndrom.

3f578da0-8c44-4dbb-bec1-60b617d56996.jpg

Pada awal lahir berat badan Alifah hanya 1,9 kg di bawah normal. Di awal sang ibu, Lia Siti Nurjanah mengira bahwa anaknya hanya menderita kekurangan gizi saja. Tapi saat usia Alifah 1,5 bln ada yang aneh di matanya. Setelah di bawa ke dokter Alifah di diagnosa terkena Rubella Syndrom yang kemudian menyebabkan kedua matanya katarak.

80784c4b-61d1-4a4d-a0a6-d835ee2c6a34.jpg

Alifah pun harus segera ada tindakan karena banyaknya penyakit yang telah dokter deteksi. Dan diagnosa Alifah tidak hanya di mata katarak dan jantung bocor saja, Alifah juga pendengarannya terganggu, dan disarankan memakai alat bantu dengar, tapi karena keterbatasan biaya sampai saat ini orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan pun belum bisa membeli kedua alat bantu dengar tersebut.

d63f6f6d-387c-4305-b39e-740e6904ac1c.jpg

Orangtua Alifah berasal dari Desa Pasayangan Kecamatan Lebak Wangi Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Demi kesembuhan anaknya Lia dan suami terpaksa meninggalkan kampung halaman dan pergi ke Jakarta karena di sarankan untuk membawa anaknya berobat ke RS Harapan Kita untuk tindakan pengobatan Alifah.

“Alifah sempat di jadwalkan untuk operasi di Kampung nya tetapi karena kondisinya drop akhirnya rencana operasi untuk matanya gagal dan harus di jadwalkan ulang,” ungkap Lia.

ef5009b4-9ec5-409e-9a36-9e41ea5f094c.jpg

Melihat langsung kondisi dari Slamet dan Alifah yang berasal dari keluarga tidak mampu membuat Rumah Yatim tergugah dan mengajak masyarakat untuk membantu Slamet , Alifah serta anak-anak dengan kondisi serupa untuk bisa mendapatkan pengobatan yang layak.

Mari bersama wujudkan membantu Slamet untuk dapat berjalan dan Alifah untuk bisa mendengar seperti anak-anak seusianya.

Disclaimer : Alifah dan Slamet adalah 2 anak di antara puluhan bahkan ratusan anak lainnya yang memiliki kondisi kesehatan serupa yang tidak bisa membuat mereka tumbuh kembang layaknya anak seusia mereka. Donasi yang terkumpul dalam program ini tidak hanya disalurkan untuk biaya pengobatan Slamet dan Alifah saja, karena ada sekitar ratusan anak dengan kondisi serupa di Indonesia.

Informasi lebih lengkap dapat menghubungi : Call Center Rumah Yatim (0812-2120-0900)

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (185)