Kitabisa! - Bantu Syabil yang belum punya anus & alat kelamin
Bantu Syabil yang belum punya anus & alat kelamin

Bantu Syabil yang belum punya anus & alat kelamin

Rp 42.695.395
terkumpul dari Rp 100.000.000
303 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Perkenalkan saya adalah Agus dan istri saya Syifa. Kami adalah orang tua dari Syabil Nur Rahmat. Nama Syabil sendiri kami hanya mengira-ngira karena belum diketahui jenis kelamin dari bayi kami. Kisah saya dan buah hati kami berawal dari rasa syukur kami karena istri saya di beri kesempatan 4 kali mengandung buah hati kami, anak kami yang pertama alhamdulillah sudah berumur 6 tahun dan akan segera masuk Sekolah Dasar. Kemudian buah hati yg kedua di usia kandungan 7 bulan meninggal di dalam kandungan, sekitar 2 tahun kemudian alhamdulilah istri saya hamil lagi, namun di usia kehamilan 3 bulan kembali meninggal dalam kandungan. Berselang beberapa tahun alhamdulillah istri saya di beri kembali kesempatan oleh Allah mengandung anak kami yang ke-4, kami bahagia dengan kehamilan ini. Selama mengandung semuanya baik-baik saja ketika sesekali diperiksa ke bidan. Hingga sampailah menuju proses yang dibantu oleh bidan setempat. Alhamdulilah proses persalinan berlangsung secara normal dan lancar pada tanggal 5 Juli 2018. Namun ketika bayi kami lahir, bidan menemukan kejanggalan yaitu bayi tidak memiliki anus dan alat kelamin. Kemudian bidan segera merujuk ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Setelah tiba di RSHS, bayi kami langsung dilarikan ke IGD. Dokter mengatakan bahwa ini termasuk kelainan yang langka sehingga dibutuhkan beberapa kali operasi. Untuk melakukan operasi-operasi tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan saya adalah seorang pekerja buruh bangunan yang tidak memiliki penghasilan tetap, dan seringkali ketika tidak ada pekerjaan, saya menjahit pakaian dengan alat seadanya, sementara istri saya tidak bekerja. Maka dari itu kami coba membuat surat keterangan dari Dinas Sosial untuk bisa membantu meringankan biaya selama di IGD, dan alhamdulillah keluar surat jaminan persalinan (Jampersal), sehingga selama di IGD tidak dibebankan biaya.

Selama bayi di IGD, saluran pembuangan kotoran bayi melalui tali pusar, Setelah dokter melakukan observasi selama 2 minggu, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pemindahan saluran pembuangan dari tali pusar ke perut karena belum bisa langsung ke dubur. Sehingga, setelah dioperasi bayi kami mengeluarkan kotoran melalui perut. Namun setelah operasi, bekas lukanya mengalami infeksi. Selama pasca operasi diperlukan peralatan medis seperti salep, perban, dan lain-lain namun di RSHS stoknya habis sampai akhirnya harus membeli sendiri dengan harga yang tidak murah. Setelah masa pemulihan, kami diperbolehkan pulang dahulu. Namun sebelum pulang dilakukan tes kromosom untuk menentukan jenis kelamin. Itupun harus membayar sendiri dan hasilnya menunggu selama sebulan untuk tindakan selanjutnya.

Sekarang kami sudah pulang, namun harus melakukan kontrol rutin, sementara Jampersal sudah tidak bisa dipergunakan kembali. Jampersal sendiri sudah menghabiskan dana sekitar 52 juta untuk membiayai bayi kami selama di RSHS. Sedangkan kami sudah kehabisan biaya untuk transportasi dan alat medis tambahan tadi. Jangankan untuk pemeriksaan bayi, untuk kehidupan sehari-hari pun kami masih kekurangan dan terkadang meminjam kesana kemari. Sementara proses pengobatan masih panjang dan memerlukan biaya yang cukup besar bagi kami karena harus operasi alat kelamin dan operasi anus yang belum bisa dilakukan saat ini dan harus menunggu pemeriksaan selanjutnya yang belum dapat ditentukan waktunya.



Tulisan di atas adalah ungkapan dari ayah Syabil yang sedang berjuang untuk masa depan anaknya. Semoga Bapak dan Ibu berkenan ikut mendoakan dan membantu saudara kami dalam menghadapi ujian ini. Semoga semua kebaikan Bapak Ibu dibalas oleh Allah SWT.

Bantuan dapat diberikan dengan:

1. Klik tombol "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY, transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no rekening yang tertera.

Jika Bapak Ibu berkenan untuk membagikan link ini kepada orang lain, kami sangat berterima kasih.


Kontak yang dapat dihubungi:

Agus-Syifa (ayah-ibu Syabil): 08995442209

Amel (saudara Syabil): 081802010390

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (303)