Kitabisa! - Bangun Kembali Banua Quran Istana Ilmu para Hafidz
Bangun Kembali Banua Quran Istana Ilmu para Hafidz

Bangun Kembali Banua Quran Istana Ilmu para Hafidz

Rp 7.874.858
terkumpul dari Rp 100.000.000
76 Donasi 0 hari lagi
Sekolah Relawan
Akun telah terverifikasi

Cerita

Banua Quran: Runtuhnya Istana Ilmu Abi dan Ummi

"Sedih rasanya melihat Banua Quran hancur seperti sekarang. Ada banyak kenangan dan kisah kebersamaan kami semua. Apalagi jika harus mengingat kembali 7 orang sahabat yang mati syahid bersama Al-Quran. Sungguh, mereka semua kembali pada Allah dalam keadaan mulia, Al-Quran lah yang menjadi sahabat hingga akhir hayat..." Chania santri tahfidz Banua Quran

Chania dan Rita kembali melangkahkan kaki ke Istana Qur'an umi dan Abi pada 30 Januari 2019, bukan untuk belajar, tapi untuk kembali mengais kenangan baik yang terselip disetiap puing reruntuhan bangunan rumah tahfidz Banua Quran.

Gempa bumi yang menerjang Palu pada 28 September 2018 telah mengubah semuanya. Istana umi dan Abi, tempat para Hafidzah belajar mencintai Al-Qur'an telah rata dengan tanah, 30 orang santri kehilangan tempat belajar Qur'an, 7 orang diantaranya syahid menjemput ajal bersama Al-Quran.

"Bagi kami, Banua Quran bukan hanya tempat belajar Al-Qur'an semata, Banua Quran adalah istana ilmu umi dan Abi. Keduanya adalah penyemangat dan orangtua untuk terus mencintai Al-Qur'an" Chania, salah satu Hafidzah baju Qur'an bercerita di depan reruntuhan Banua Quran.

Kini, hanya tinggal 12 santri yang masih bertahan di rumah kostan yang dijadikan pengganti sementara rumah Al-Qur'an. Dibalik kisah runtuhnya sekolah,rumah dan pusat perbelanjaan, terselip kisah runtuhnya istana ilmu Qur'an, tempat para Hafidzah menambatkan kegigihannya untuk terus menyelami kitab terakhir umat Islam.

"Sedih rasanya melihat Banua Quran hancur seperti sekarang. Ada banyak kenangan dan kisah kebersamaan kami semua. Apalagi jika harus mengingat kembali 7 orang sahabat yang mati syahid bersama Al-Quran. Sungguh, mereka semua kembali pada Allah dalam keadaan mulia, Al-Quran lah yang menjadi sahabat hingga akhir hayat..." Chania tak kuasa meneteskan air mata, bagi sarjana jurusan pendidikan fisika universitas Tadulako ini, bencana bukanlah sebuah duka belaka, tapi juga cara Allah untuk mencintai mereka.

Berbeda dengan Chania, Rita sang gadis berkerudung merah justru tak mampu berkisah selugas Chania, setiap kata yang ia ucap selalu dibarengi dengan Isak dan tangis yang tak tertahan. Ada rasa yang tak mampu dibahasakan.

Runtuhnya Banua Quran bukan hanya menjadi ujian bagi Chania dan Rita, tapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Palu yang ingin belajar mencintai dan menyelami Al-Quran.

Kini, Sekolah Relawan bersama Indonesian Moslem Care (IMCARE) dan Djava Bamboo sudah merintis sinergi aksi demi membangun kembali istana ilmu umi dan Abi bagi para Hafidzah. Banua Quran sudah dalam proses pembangunan, tapi masih banyak kekurangan yang tetap harus diikhtiarkan.

Jangan biarkan mereka mencintai Al-Qur'an sendirian, mari bersama-sama mencintai Al-Quran dengan membangun solidaritas kebaikan, kembali menghidupkan Banua Quran bersama para Hafidzah yang tak pernah lelah melantunkan ayat-ayat Tuhan.


Teman-teman dapat berdonasi dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Pilih Bank Transfer Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  3. Dapat laporan via email


Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (76)