Kitabisa! - 4 BAYI ORANGUTAN = 4 INDUK ORANGUTAN MATI
4 BAYI ORANGUTAN = 4 INDUK ORANGUTAN MATI

4 BAYI ORANGUTAN = 4 INDUK ORANGUTAN MATI

Rp 30.690.635
terkumpul dari Rp 150.000.000
485 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Pada tahun 2016 International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah lembaga internasional beranggotakan badan pemerintah sejumlah negara dan organisasi massa yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mempublikasikan informasi tentang keanekaragaman hayati dunia, meningkatkan status risiko kepunahan orangutan Kalimantan dari “Terancam Punah” menjadi “Sangat Terancam Punah”. Pengubahan ini sebagian besar disebabkan oleh hilangnya habitat orangutan besar-besaran akibat konversi hutan menjadi perkebunan monokultur, area pertambangan, dan pemukiman. Hal ini juga diperburuk dengan ancaman perdagangan satwa liar dan perubahan iklim.

Meski dilindungi oleh hukum, orangutan berada di ambang kepunahan dan terus menjadi korban. Baru-baru ini Pusat Rehabilitasi Orangutan BOS Foundation di Samboja Lestari dan Nyaru Menteng kembali menerima empat bayi orangutan tanpa induk untuk menjalani proses rehabilitasi.

Tiga Individu Orangutan Di Nyaru Menteng

Tanggal 6 Mei 2019, Pusat Rehabilitasi Orangutan BOS Foundation di Nyaru Menteng menerima satu bayi jantan berusia sekitar 18 bulan dengan berat hanya 2,5 kilogram. Ia diserahkan oleh warga di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Warga itu mengaku menerima bayi orangutan tersebut dari kerabatnya yang tinggal di Desa Danau Seluluk, di kabupaten yang sama, yang katanya, menemukan bayi itu berkeliaran sendiri terpisah dari induknya.

Di awal kedatangannya, orangutan jantan ini sangat lemah akibat dehidrasi dan malnutrisi parah. Di tubuh kecil yang seluruh bulunya kusut masai, kami temukan banyak luka. Tim medis kami segera memberikan perawatan intensif terhadapnya di Klinik Nyaru Menteng. Sampai beberapa hari setelahnya, bayi ini menghabiskan sebagian besar waktunya tidur di hammock dan sama sekali tidak tertarik bermain.

0d6231d0-ceaa-4223-835f-d02b44597ac5.jpg


 

a0ec7e07-babb-4099-ac01-f620cc233e25.jpg

                              Orangutan jantan setelah diselamatkan

Enam minggu setelahnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyerahkan satu individu orangutan betina berusia 6 bulan ke Nyaru Menteng. Berat badannya hanya 2,6 kilogram dan ia diserahkan ke BKSDA pada tanggal 22 Juni 2019 setelah ditemukan di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Sama seperti orangutan sebelumnya, bayi betina ini tiba dalam kondisi lemah dan mengalami dehidrasi. Tubuhnya dipenuhi luka gores dan bekas getah pohon, kami duga ia baru saja diambil dari hutan.

ec14164d-80f5-4e58-bdac-4e5b26a208c1.jpg

ae465521-987e-49bb-b922-154c34a7625c.jpg

                           Orangutan betina dari Desa Sumber Makmur

Kurang dari sepekan kemudian, staf Nyaru Menteng kembali menerima satu bayi jantan berusia 6 bulan, yang diselamatkan oleh BKSDA Kalteng dari Desa Telok, Kabupaten Katingan, dan sempat dipelihara selama beberapa hari. Saat tiba di Nyaru Menteng kondisinya sangat memprihatinkan, mengalami dehidrasi dan bengkak di kaki kiri.

508b0455-2015-4649-b13a-82195c2b25c7.jpg

                  Orangutan jantan yang diselamatkan dari Desa Telok

Kami bekerja keras untuk memulihkan kondisi ketiga bayi ini. Hal yang tidak mudah, mengingat trauma mereka yang mendalam dan kondisi yang sangat lemah. Setiap hari sangat berarti bagi pemulihan kondisi mereka.

Namun perlahan, kendati masih lemas dan menghabiskan seluruh waktu beristirahat di hammock, ketiga bayi ini mulai makan buah-buahan yang ditawarkan babysitter. Kesehatan mereka pun perlahan membaik.

Pendatang baru di Samboja Lestari

Satu bayi orangutan betina berusia sekitar 3 tahun, baru-baru ini diserahkan ke Pusat Rehabilitasi Orangutan BOS Foundation di Samboja Lestari setelah diselamatkan BKSDA Kalimantan Timur dari Desa Salo Cella, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur. Petani tersebut mengaku menemukan bayi orangutan ini berkeliaran sendirian di kebun sebelum ia pelihara selama sekitar dua tahun. Selama dipelihara, betina ini dirantai di pohon dekat rumahnya dan diberi makan nasi dan kopi. Ia tidak pernah diberi pakan yang layak bagi bayi orangutan seusianya, seperti buah dan susu. Beruntung, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bayi orangutan ini dalam kondisi sehat. Ia juga menunjukkan beberapa perilaku alami, seperti melakukan kiss-squeak kepada manusia di sekitarnya.

1fa78287-67ca-4b85-98cc-b36fa0f8d3dc.jpg

           Bayi orangutan betina dirantai di pohon dekat rumah penduduk

3c4273e9-93d1-42f2-a46a-1ec5dde50f52.jpg

          Bayi orangutan betina yang baru diselamatkan di Samboja Lestari

Bayi orangutan betina ini sementara waktu ditempatkan di Kompleks Karantina klinik Samboja Lestari, sementara menunggu hasil pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Para bayi baru ini masih harus menjalani tes kesehatan lebih lanjut dan perawatan di fasilitas karantina di kompleks Baby House untuk memastikan kesehatan mereka sebelum dapat bergabung dengan bayi orangutan lainnya di Grup Nursery.

Sungguh tragis melihat bayi orangutan baru terus berdatangan ke pusat rehabilitasi kami. Kami akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran penting orangutan dalam meregenerasi hutan dan upaya-upaya untuk membantu melindungi mereka. Bersama-sama, mari kita selamatkan orangutan dari kepunahan!

Donasimu membantu memberi awal yang cerah bagi masa depan mereka!

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (485)