Kitabisa! - Indra Bekti untuk Kapal Kemanusiaan
Indra Bekti untuk Kapal Kemanusiaan

Indra Bekti untuk Kapal Kemanusiaan

Rp 1.801.798
terkumpul dari Rp 100.000.000
3 Donasi hari lagi

Cerita

Assalamualaikum teman-teman, perkenalkan saya Indra Bekti.

46ada9d097bacf5e48062d488f9e01c4c17a8ec8

Saat ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan #KapalKemanusiaan. Kapal Kemanusiaan ini pada nantinya akan membawa 10.000 ton beras untuk dibagikan kepada saudara kita di Palestina.

Cerita tentang Kapal Kemanusiaan Palestina

Dapur Umum Gaza

Pangan, menjadi satu dari sekian banyak kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan jutaan warga Palestina. Dari Gaza yang dipenjara, sampai Tepi Barat (West Bank) Yerusalem yang dijajah sekian dekade, pangan tak pernah mudah diperoleh.

Terlebih bagi wilayah Gaza yang sudah puluhan tahun terkurung dalam blokade Zionis Israel. Tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan, angka pengangguran pun melesat. Padahal, populasi Gaza paling banyak adalah anak-anak muda di usia produktif.

Adanya koneksi yang terhubung kuat antara masyarakat Indonesia dengan Palestina yang sedang terjajah, pada akhirnya membuat koneksi itu berujung pada satu doa dan semangat. 21 Februari 2018, Insya Allah, tanpa keraguan sedikitpun, Indonesia bisa kirimkan 10.000 ton beras.

Kapal Kemanusiaan 10.000 ton untuk Palestina ini akan menjadi lanjutan cerita dari 1.000 ton beras Kapal Kemanusiaan Somalia, juga 2.000 ton beras Kapal Kemanusiaan Rohingya.

Gudang Beras Kapal Kemanusiaan

Ikhtiar Besar Melayarkan 10.000 Ton Beras Hingga ke Palestina

Memulai tahun 2018, Indonesia akan menyambut panen raya beras pertama di periode Januari dan Februari. Namun, panen raya tahun ini akan disambut dengan kegiatan panen yang berbeda dibanding sebelumnya.

Insya Allah, di awal tahun 2018, sekali lagi masyarakat Indonesia akan menyatukan doa dan ikhtiar terbaik di urusan kemanusiaan: akan ada 10.000 ton beras yang bakal dikirimkan Indonesia untuk Palestina.

Ibnu Khajar selaku Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberi ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memulai ikhtiar masif ini. “Fakta yang paling penting hari ini adalah orang-orang di Palestina membutuhkan kita,” tegas Ibnu Khajar di Jakarta, Selasa (2/1).

“Beberapa rumah sakit dikabarkan logistiknya menipis, suplai pangan berhenti di sejumlah wilayah padat penduduk di Gaza. Sementara di Yerusalem, anak-anak muda Palestina tak henti melawan memastikan Tanah Al-Quds atau Yerusalem tetap diakui sebagai ibu kota Palestina,” tambahnya.

Aksi Cepat Tanggap di Kawasan Penggilingan Beras

Senada dengan Ibnu Khajar, Ahyudin, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyimak rangkaian cerita ini sebagai titik balik di mana Bangsa Indonesia bisa melakukan sesuatu yang terbaik untuk Palestina.

“Insya Allah dari desa ke desa akan ada semangat yang sama. Mengumpulkan bulir beras-beras terbaik. Mencanangkan "Kapal Kemanusiaan" ke Palestina, membawa pangan berupa beras sebanyak 10.000 ton, menjadi penyentak kesadaran dunia untuk bersatu bela Palestina,” ungkap Ahyudin.

Pembagian Beras kepada Saudara Palestina

Kapal Kemanusiaan Palestina: Peranti Menyatukan Bangsa Merdeka

Sejenak pasca proklamasi 1945 terucap, Palestina termasuk salah satu bangsa yang berdiri pertama, mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negeri lain masih bergeming.

Kini, 72 tahun sudah berlalu, Indonesia mentereng sebagai salah satu negara berkembang dengan peningkatan ekonomi yang baik. Sementara itu, ribuan kilometer jauhnya di Barat Laut Indonesia, Palestina masih belum merdeka.

Hutang budi kemerdekaan antara Indonesia dan Palestina pun kini sedang diuji. Sejauh mana bangsa Indonesia mampu berbuat sesuatu menjadi motor kemanusiaan untuk membela Palestina?

Mengangkut Beras untuk Palestina

Mengawali cerita kemanusiaan di tahun 2018, ikhtiar besar sudah disiapkan: Bangsa Indonesia punya sesuatu yang bakal dikirimkan langsung menuju Palestina. Insya Allah di pekan ke tiga Februari 2017 ada 10.000 ton bantuan beras yang akan dilayarkan. Dari Terminal Petikemas Tanjung Perak Surabaya, menuju dermaga terdekat untuk melabuhkan bantuan masuk ke Gaza, juga Tepi Barat dan Yerusalem.

Ahyudin selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyampaikan, ikhtiar Kapal Kemanusiaan Palestina jangan sekadar dilihat sebagai momen mengangkut beras untuk rakyat Palestina. Tapi juga sebagai ekspresi pembelaan Indonesia, wujud nyata mengalirkan kepedulian dan doa tulus dari bangsa Indonesia.

Truk Beras Kapal Kemanusiaan


Bagi teman-teman yang ingin berdonasi, silahkan ikuti tata cara berikut:

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Pilih Pembayaran via rek BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri & Credit Card

3. Dapat laporan perkembangan via email

Donasi yang terkumpul dari teman-teman akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap. Teman-teman juga akan mendapatkan laporan via email.

Semoga apa yang kita lakukan dapat menjadi pahala dan meringankan beban mereka. Doa terbaik dari kita.

Wassalamualaikum,


Indra Bekti

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (3)