Kitabisa! - Bantu Kami pulang ke kampung halaman, menemani ibu
Bantu Kami pulang ke kampung halaman, menemani ibu

Bantu Kami pulang ke kampung halaman, menemani ibu

Rp 2.454.857
terkumpul dari Rp 17.500.000
20 Donasi 0 hari lagi
Yudi FransCipta
Akun telah terverifikasi

Cerita

Assalamualaikum Wr Wb. Bismillahirrohmanirrohimm, Bapak ibu & pembaca kita bisa yang dirahmati Allah SWT
Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya mengirimkan pesan ini kepada Anda. saat ini saya bekerja sebagai ojek online motor & hidup mengontrak di sebuah rumah petakan kecil, dengan harga sewa perbulannya Rp. 550 ribu, dan belum biaya listrik yang kini mencapai hampir Rp.300 rb perbulannya. Seiring dengan kenaikan harga bahan makanan, terutama beras yang harga ecerannya saat ini sudah mencapai hampir Rp. 9 rb, juga tarikan penumpang ojek yang dari hari ke hari semakin sepi, bulan ini saya sdh tidak mampu lagi untuk mengumpulkan uang untuk membantu biaya hidup sehari-hari ibu saya yang sudah menjanda seorang diri, karena hasil ojek online perhari nya membawa uang rata2 Rp. 15 sd Rp.30 rb perhari nya setelah dipotong biaya bensin yang saat ini harga nya jg sdh naik lagi.. Belum lagi disisihkan untuk biaya rumah kontrakan kami perbulannya yg mencapai Rp.550rb perbulannya & biaya listrik juga lainnya.

saya mempunyai 3 anak seperti di foto, yang paling besar perempuan, dia anak yatim yang saya besarkan dari ia berusia 1 tahun dan kini sudah kelas 2 sd, dan kedua adik nya yang bersekolah tk dan masih berusia 2 tahun jalan.

Demi Allah... Mohon uluran keikhlasannya untuk membantu kami bapak ibu, Serasa tidak tau lagi apa yg harus kami ucapkan untuk melukiskan kesedihan hati. Apapun dan sekecil apapun kami terima dengan lapang dada. Saya ingin pulang ke kampung halaman menemani ibu kandung saya di Kotabumi Lampung Utara, yg kini hidup seorang diri digubuk nya & berharap saya kembali sebelum Idul Fitri tahun ini, namun sampai sekarang saya tdk punya ongkos untuk ke sana & untuk modal dagang nasi & kelontong disana nanti.

Kami seperti merasa sudah tidak tau lagi apa yang saya harus lakukan selain berdo'a & berikhtiar.. Demi Allah, kami mengharapkan kemurahan uluran tangan dari bapak ibu, untuk membantu mewujudkan impian ibu saya & saya sendiri beserta istri & anak2 saya agar kami dapat bersama berkumpul, mengasuh ibu di hari senja nya, merajut hidup menggapai ridhoNya bersama..
Saya sudah mencari bantuan kesana kemari juga sdh mengirim pesan kepada teman, saudara & bahkan mengirim pesan kepada tokoh2 bangsa, namun belum juga ditanggapi. Yang ada saya hanya bertemu dgn rentenir dan saya sdh berjanji tidak mau lagi berhubungan dengan riba'. Bapak Ibu & pembaca yang di rahmati Allah, kami sangat berharap keikhlasan bapak ibu untuk membantu kami mencari biaya untuk pulang kampung, bersama mengasuh ibuku disana yang juga sudah berharap berkumpul bersama dengan saya, istri dan cucu nya...

semoga Allah memberi keluasan & kelapangan rezeki kepada bapak & ibu serta saudaraku yang membaca pesan ini & berkhusnudzon atas hal yang kami alami ini, demi Allah saya, istri & anak2 ingin mengasuh ibu dikampung halaman yg kini hidup seorang diri, membuka usaha warung nasi & jajanan anak, juga membuka usaha ternak ayam kampung disana...

Hanya ucapan terimakasih yang dapat kami haturkan kepada bapak & ibu atas keikhlasannya. 

hanya Allah SWT sebaik-baik pembalas keikhlasan bapak & ibu, kami hanya mampu membalas dengan do'a.. Semoga bapak ibu berbaik sangka atas berita dari kami ini, Demi Allah saya hanya sedang berikhtiar untuk mewujudkan mimpi ibuku yang seorang diri dikampung halaman di hari senja nya ini..

Saya tidak tega, melihat beliau jadi kuli koret (membersihkan) kebon singkong milik orang lain dengan upah Rp.12rb perharinya...Ya Allah, Ya Robb, kasihanilah ibuku & kabulkan doanya serta berkahi & berikan rezeki kepada pembaca berita ini..

Jazakumullah Khoiron Kasiiroo...

aamiin ya robbal alaamiin

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (20)