Ratusan Lansia Terlantar dan Kelaparan
Ratusan Lansia Terlantar dan Kelaparan

Ratusan Lansia Terlantar dan Kelaparan

Rp 2.273.148.948
terkumpul dari Rp 3.000.000.000
42523 Donasi 63 hari lagi


Cerita

bb641ee8-7795-4e45-bf3b-ee57b10b6200.jpg

"Mbah kakung enteni, alon - alon wae to sikil ku pegel mbah"  terdengar sayup - sayup suara  mbah Semi.

Mbah Semi adalah istri mbah Kismo, mbah Kismo usianya 76 tahun lahir tepat setahun sebelum kemerdekaan indonesia. Sedangkan mbah Semi usianya 71 tahun. Mereka adalah Lansia yang tetap bersemangat menjalani kehidupan.

Mbah Kismo sehari - hari bekerja sebagai pengumpul dan pengangkut sampah - sampah warga yang akan di angkut menuju tempat - tempat pembuangan akhir atau TPA. 

Setiap pagi sebelum matahari terbit sekitar jam 5 pagi mbah kismo sudah bersiap berangkat membawa gerobak dorongnya menuju rumah - rumah warga. Dia berjalan kaki menyusuri desa mengumpulkan sampah sampah dari pintu ke pintu. Tubuhnya yang sudah renta dan menua membuat dia hanya bisa bergerak perlahan namun semangat dan kekuatannya tetap sepenuh hati melakukan pekerjaan itu. Dengan teliti dan sabar dia bersihkan sampah itu.

Mbah Semi istrinya selalu setia mendampingi mbah Kismo saat mengumpulkan sampah. Padahal kondisi kesehatan istri mbah kismo juga kurang baik dia sakit gondongan atau terdapat pembesaran di lehernya dan juga hipertensi. 

Terkadang rasa lelah dan pegal terasa di tubuh mereka yang renta, namun mereka harus segera menyelesaikan tugasnya karena jika sampah menumpuk maka mereka akan menerima protes dari warga langganan pengguna jasa mereka.

Upah yang didapat mbah Kismo dalam sebulan mengumpulkan sampah adalah 20.000 rupiah. Mereka berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tinggal disebuah rumah sederhana di daerah Nogosaren bersama anak anaknya dan cucunya, Anaknya bekerja sebagai buruh las yang dalam kondisi ekonomi kekurangan.

" yang penting cukup buat makan saja kami sudah bersyukur "  

Sebenarnya mereka ingin menikmati hari tua bersama anak dan cucunya, namun keadaan membuat mereka harus tetap semangat berjuang.


de9c36ac-98cf-40be-9471-d7a7d1a66f75.jpg 58de43da-57ef-4955-93a1-ee5de29a6eb2.jpg 02af009f-8ffa-474a-b7d0-c28c067a8f4d.jpg

Ada banyak lansia yang harus terus berjuang untuk hidup dari hari ke hari. Menjadi tua tak berarti mereka bisa beristirahat dan bersantai di rumah. #BisaBantuLansia akan membantu memberikan secercah harapan untuk banyak lansia di luar sana.

Dengan ikut berdonasi di #BisaBantuLansia, kamu sudah memberikan secercah harapan untuk kehidupan orang tua kurang beruntung di luar sana. Mari berdonasi dengan cara:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG” 
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GOPAY/Jenius Pay/BNI/BNI Syariah/BCA/BRI/Mandiri/Dompet Kebaikan/Kartu Kredit)
  4. Kamu akan mendapatkan laporan via email

Informasi Tambahan

- Donasi hanya akan disalurkan ke penggalangan dana dan penerima manfaat dengan tujuan memberikan pertolongan untuk lansia yang membutuhkan.

- Donasi juga akan disalurkan kepada pihak lain di luar cerita halaman galang dana ini yang telah memenuhi syarat & ketentuan yang ditetapkan oleh kitabisa

- Tim Kitabisa akan menentukan pemilihan penyaluran bantuan berdasarkan berbagai faktor seperti urgensi, kecukupan dana dll.

- Cerita yang ada di halaman campaign ini diganti secara berkala sesuai dengan topik & kebutuhan para lansia yang perlu dibantu

- Kitabisa bekerjasama dengan Komunitas Untuk Teman untuk pengumpulan cerita, asesmen kebutuhan, penyaluran donasi dan implementasi di lapangan

- Penggalangan dana ini bagian dari Program #BisaBantuLansia

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (42523)