Kitabisa! - Bantu Bu Eka Mewujudkan Mimpinya
Bantu Bu Eka Mewujudkan Mimpinya

Bantu Bu Eka Mewujudkan Mimpinya

Rp 7.755.291
terkumpul dari Rp 15.000.000
31 Donasi 0 hari lagi
Zaidan Muda
Akun telah terverifikasi

Cerita

Assalamu Alaikum Wr. Wb. Perkenalkan saya Zaidan Muda, tinggal di daerah Depok. Banyak di daerah sekitar saya , saudara-saudara kita yang masih hidup dibawah dari kata layak, baik dari segi ekonomi maupun dari segi fisik yang kurang sempurna, namun memiliki tekad yang kuat untuk maju dan terkendala akses untuk permodalan dan informasi. Sejak dari tahun 2014, saya bergabung dengan komunitas Sedekah Sahabat dan sudah banyak saudara-saudara kita yang hidupnya jauh lebih baik. Atas izin Allah, saya dipertemukan dengan Bu Eka di kolong rel dekan masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Saudara, sadarkah kita saat melewati bangunan-bangunan megah di ibukota terdapat pemandangan yang kontras? Terutama di lokasi ring 1 di sekitar Istana Negara. Ditempat ini banyak ditemui simbol negara dan obyek wisata yang sudah mendunia. Seperti Monas, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral dan lain-lain. Dibalik megahnya bangunan-bangunan tersebut, saudara mungkin tak menyangka, termasuk kami, disekitar Monas, tepatnya dibawah kolong rel KA (Kereta Api) antara stasiun Juanda dan Gambir, kami bertemu dengan Ibu Eka Septiningsih (23). Ia bersama ketiga anaknya yaitu Muhammad Ridha (7), Aprilia Sari (5) dan Rizky Afdiansyah (1). Di tempat itulah mereka bertiga tinggal karena tidak memiliki rumah.


3a3de7178baa6e965f1c57f145467595eb5d1f44

*Anak kedua Bu Eka sudah terbiasa tidur dengan beralaskan spanduk.

Saudara, mungkin diantara kita banyak mendengar kisah atau pengalaman yang menyedihkan bersama pasangan. Dikala kita membutuhkan dorongan untuk selalu bersemangat untuk melanjutkan hidup, dikala itu pulalah pasangan kita meninggalkan tanpa alasan yang jelas. Tentu kita tak mau mengalaminya, namun Bu Eka tetap melanjutkan hidupnya dengan berjualan plastik walau tak ringan mengasuh salah satu anak yang memiliki kelainan dari lahir seperti yang ia tuturkan kepada kami

“Suami saya sudah meninggalkan saya setahun yang lalu, dulu kami mengontrak rumah di dekat stasiun Juanda, anak saya yang kedua tunawicara, cacat dari lahir jadi tidak bisa berbicara, salah satu faktor inilah yang membuat suami saya kabur”, begitulah pengakuan Bu Eka kepada kami saat menemuinya pada malam hari di tempat tinggal mereka.

Ya, sudah setahun lamanya ia dan ketiga anaknya tinggal di kolong rel KA, kesehariannya berjualan plastik di Masjid Istiqlal. Plastik yang ia jual biasanya digunakan jamaah yang ingin membawa alas kakinya ke dalam masjid. Dalam sehari penghasilannya tidak menentu, ia bisa mendapatkan 20.000-3000 rupiah yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

d216421d29e3d7d5f0f554bac7a845c3e4ab4060

* saya sedang melihat aktifitas Bu Eka berjualan plastik di Masjid Istiqlal

Untuk mencuci dan MCK, saya dan anak menumpang di Masjid Istiqlal. Baju saya titipkan di rumah kontrakan teman saya di dekat stasiun Juanda. Dahulu saya pernah tertangkap oleh Dinsos jam 3 pagi dan dibawa ke panti sosial, Kedoya. 2 bulan saya menginap disana, anak saya yang pertama jadi trauma ketika melihat Satpol PP. Ketiga anak saya setiap hari main di Masjid Istiqlal bersama dengan anak-anak ‘tetangga’ yang tinggal di kolong rel. Mereka rata-rata menjadi pemulung di jalan sabang” lanjutnya kepada kami.

Saudara, kita tak dapat membayangkan, saat dinginnya malam menusuk tulang dan teriknya matahari di siang hari yang selalu menghampiri mereka. Jika hujan tiba, mereka hanya bisa pasrah bergelut dengan dinginnya malam. Untuk aktivitas Bu Eka dimulai jam 11 siang sampai Masjid Istiqlal tutup.

0905b41f00254a3527c4938120e9392a3a34fe0a

* Beraktifitas menjelang tidur beratapkan beton rel KA

Namun ada keinginan Bu Eka yang belum terwujud sampai detik ini, “Saya ingin bisa mengontrak rumah jadi bisa buka usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan sekolah anak. Anak saya yang pertama sudah sekolah TK, namun sekarang putus sekolah, kemudian anak saya yang kedua tidak bisa bicara jadi harus ditempatkan di sekolah khusus (SLB) dan anak saya yang ketiga sering sakit-sakitan karena bayi tidak terbiasa dengan udara di luar”.

Di awal pembicaraan kami sudah menyarankannya untuk pulang kampung namun ia keberatan karena sejak ayahnya meninggal, keluarganya pindah semua ke Cilacap. Begitu juga dengan anak-anak Bu Eka yang sudah familiar dan akrab dengan lingkungan di Jakarta.

Mari kita bantu Bu Eka agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak (mengontrak rumah) dan memiliki usaha untuk membiayai ketiga anaknya sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik tanpa harus dirazia oleh satpol PP. Semoga kita lebih peka dan peduli dengan lingkungan sekitar, di luar sana mungkin banyak yang bernasib sama seperi Bu Eka, oleh karenanya sedikit atau banyaknya bantuan saudara, insya Allah sangat bermanfaat untuk mereka atau saudara bisa share campaign ini agar lebih banyak orang yang membantu.

70c0a899ff5567bdaf621f1ba5777ce751dc561a

Untuk informasi lebih lanjut bisa bertemu dengan Bu Eka di Masjid Istiqlal depan pintu masuk utama atau menghubungi saya di telp/sms 081263007881 atau email [email protected]

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (31)