Kitabisa! - Bantu Ibu Marni Melawan Kanker Tulang dan Hati
Bantu Ibu Marni Melawan Kanker Tulang dan Hati

Bantu Ibu Marni Melawan Kanker Tulang dan Hati

Rp 7.746.973
terkumpul dari Rp 20.000.000
52 Donasi 0 hari lagi
Intan Puspita Lestari
Akun telah terverifikasi

Cerita

Assalamualaikum wr wb,

Perkenalkan nama saya Intan, putri bungsu dari Ibu Sumarni atau yang lebih akrab dipanggil dengan Bu Marni. Ibu dan saya saling berbagi bulan lahir yang sama. Insha Allah pada bulan Agustus, saya akan genap berusia 31 tahun, sementara Ibu berusia 61 tahun.

Ibu saya adalah pasien pejuang kanker yang sebelumnya pada Maret 2015 telah melakukan operasi pengangkatan kanker payudara di RS Dharmais Jakarta dan kemudian dinyatakan sehat. Tidak seperti pengobatan paska operasi kanker pada umumnya, Bu Marni tidak disarankan oleh dokter onkologi yang menanganinya menjalani terapi kemoterapi tetapi hanya dengan cara mengkonsumsi obat anti kanker yang dicanangkan selama 5 tahun.

Dua setengah tahun berselang sejak operasi, hasil cek kesehatan rutin yang dilakukan setiap 3 bulan sekali menunjukkan tidak ada tanda kekambuhan. Tetapi sekitar sejak Lebaran 2017 lalu Bu Marni memang mulai mengeluhkan kakinya yang seperti kesemutan. Saat jadwal konsul 3 bulanan tiba, Bu Marni menyampaikan keluhan tsb dan dokter menjawab itu adalah perihal normal dikarenakan obat anti kanker yang dikonsumsi adalah dosis tinggi.

Menurut pengakuan dokter, beberapa pasien lainnya juga mengalami gejala serupa dan pengobatan terus dijalani. Dokter onkologi yang berwenang pastinya memiliki penilaian tersendiri mengapa demikian, namun hal tersebut memang tidak disampaikan kepada keluarga karena kami sekeluarga toh sangat awam dengan istilah medis dan mempercayakan seluruh pengobatan kepada beliau.

Tiga bulan berselang, saat Bu Marni mendapat jatah konsul 3 bulanan, didapati hasil lab CA 15-3 nya terjadi kenaikan, dimana angka rujukan seharusnya adalah </= 31 namun saat itu nilai darah Bu Marni sekitar 40. Kontrol 3 bulanan pun dipercepat menjadi 2 bulanan. Kesemutan yang dirasakan Bu Marni semakin menjadi.

Dua bulan kemudian atau akhir tahun 2017, nilai CA 15-3 Bu Marni kembali mengalami kenaikan menjadi diangka 100-an tapi anehnya dari pemeriksaan rontgen, USG abdomen, mamografi dan bone scan belum menunjukkan kekambuhan kanker. Bu Marni mulai rutin menjalani fisioterapi untuk kakinya karena sudah mulai pincang tapi masih bisa berjalan sendiri menggunakan kruk kaki 3.

Sampai pada akhirnya menjelang Ramadhan tahun 2018 ini, nilai hasil CA 15-3 nya sudah mencapai angka 700an dan kemudian didapati adanya penyebaran sel kanker di liver (hati). Dokter onkologi merujuk ke pengobatan kemoterapi. Bu Marni sudah semakin mengalami kesulitan beraktifitas dan kemudian keluarga memutuskan untuk menyediakan kursi roda.

Dokter kemoterapi kemudian merujuk kami untuk bertemu dengan dokter syaraf tanpa memberi keterangan yang mendetail. Kami nurut saja dengan arahan dokter, sampai pada akhirnya dari hasil MRI mendapati adanya lokasi penyebaran kanker lainnya di area tulang belakang. Bisa dibilang ini kemungkinan besar ini lah biang kerok kenapa Bu Marni saat ini tidak bisa berjalan dan beraktifitas seperti sebelumnya.

Kemudian dokter syaraf dan dokter bedah syaraf memberi opsi untuk menjalani operasi pada tulang belakang Bu Marni tersebut dengan kemungkinan terburuk sesudahnya adalah kelumpuhan total pada bagian bawah tubuh Bu Marni. Dan jika diperlukan setelah operasi tetap akan dilakukan metode penyinaran (radiasi) guna melumpukan sisa sel kanker yang kemungkinan masih bersarang.

Jujur saja, sejak akhir 2014 kami memang telah mendaftarkan Bu Marni dalam program BPJS Kesehatan individu. Namun dikarenakan kondisi Bu Marni saat ini yang sulit bergerak, menjadikan sebuah tantangan dan kesulitan tersendiri bagi kami untuk mobilisasi saat kontrol dan menjalani pengobatan ke Rumah Sakit.

Mau tidak mau kami harus memakai moda transportasi Go Car / Grab Car / Taksi dari rumah di Bekasi ke RS Dharmais Jakarta (PP) yang per hari nya bisa menelan biaya kurang lebih 300 ribu. Terutama saat program pengobatan radiasi dimulai, kami harus bolak-balik rumah sakit selama kurang lebih 15 hari berturut-turut. Kemudian dilanjutkan pengobatan kemoterapi untuk kanker hatinya. Jujur saja kami keluarga agak kebingungan untuk bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut.

Saya anak bungsu dan 2 bersaudara. Saya dan kakak memang sama-sama bekerja. Kehidupan kami memang tidak pernah kekurangan tapi juga tidak serba berlebih. Upah kami bekerja kurang lebihnya mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari saja. Sehingga dengan adanya kebutuhan dana untuk transportasi tersebut dirasa cukup memberatkan.

Bu Marni telah menjadi orang tua tunggal bagi kami anak-anaknya sejak kecil karena ditinggal oleh ayah kami. Semangat dan perjuangan tiada lelah seorang Ibu terhadap keberlangsungan hidup anak-anaknya membuat kami sekeluarga menjadi pribadi yang kuat. Bahkan disaat mendapat cobaan sakit seperti ini, Bu Marni masih terus tabah dan memiliki daya juang dalam menjalani setiap treatment pengobatannya demi bisa kembali sehat dan semoga Allah memberikan kesempatan bagi dirinya memenuhi impiannya mengiringi saya menuju gerbang pernikahan. Kami yakin, dengan segala ikhtiar dan doa, Insha Allah Ibu akan mendapatkan sebaik-baiknya kesembuhan dari Allah SWT. Aamiin Allahumma Aamiin..

Sekiranya saudara/handai taulan sekalian terketuk hatinya untuk mendonasikan sedikit rejekinya untuk membantu pengobatan dan pemulihan Bu Marni, seberapa pun besarnya, kami sekeluarga teramat sangat berterima kasih dan bersyukur. Semoga amal ibadah bapak/ibu/kakak/adik dibalas berlipat-lipat kebaikannya oleh Allah SWT.

Aamiiin Allahumma Aamiin....

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

*) Note: Pemeriksaan CA 15-3 mengukur konsentrasi cancer antigen 15-3 (CA 15-3) dalam darah. CA 15-3 merupakan protein yang diproduksi oleh sel-sel payudara yang normal, namun pada orang dengan kanker payudara akan mengalami peningkatan produksi CA 15-3. CA 15-3 bukan penyebab kanker, namun dilepaskan oleh sel-sel kanker ke dalam aliran darah, sehingga dapat berguna sebagai penanda tumor untuk memantau perkembangan kanker. Pemeriksaan CA 15-3 membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (52)