Kitabisa! - Books for Sebira
Books for Sebira

Books for Sebira

Rp 100.827
terkumpul dari Rp 10.000.000
0 Donasi 0 hari lagi
KKN Sebira
Akun belum terverifikasi

Cerita

Sekilas tentang Pulau Sebira

Pulau Sebira merupakan salah satu bagian dari Kepulauan Seribu yang termasuk dalam wilayah provinsi DKI Jakarta. Pulau Sabira atau yang juga disebut Pulau Sebira berada pada kordinat 05°12′18.5″S 106°27′39.4″E, adalah pulau paling utara di Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau ini tepatnya berada di Kelurahan P. Harapan, Kecamatan P. Seribu Utara, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pulau kecil ini adalah pulau terjauh yang dimiliki Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang jaraknya mencapai 100 mil ke arah utara dari Teluk Jakarta. Luas pulau ini hanya sekitar 9 hektar dengan jumlah penduduk kurang lebih 800 jiwa. Mengingat jaraknya yang jauh dari pulau pemukiman lainnya, roda pembangunan di pulau ini belum berjalan dengan lancar.

Pulau Sebira terdiri dari 152 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 800 jiwa. Pulau ini mengalami kekurangan pasokan listrik yang dibutuhkan. Listrik yang digunakan sehari-hari berasal dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). PLTS terletak dibeberapa titik di Pulau Sebira yang berbentuk menyerupai atap dan juga terdapat satu titik pusat pembangkit listrik tenaga surya untuk kebutuhan warga setempat. Listrik ini digunakan untuk keperluan sehari-hari dan kebutuhan fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan sebagainya. Dari pagi hingga sore, penduduk Pulau Sebira menggunakan listrik dari PLTS. Listrik yang berasal dari PLTS ini digunakan tergantung oleh keadaan cuaca di Pulau Sebira. Apabila cuaca buruk, maka tidak ada listrik. Mulai pukul 17.00 hingga pukul 07.00 keesokan harinya, penduduk mengunakan PLTD.

Pulau Sebira memiliki sekolah SD hingga SMP, yaitu SD-SMP Negeri Satu Atap 02, Pulau Sabira. Fasilitas sekolah ini tidak kalah dengan fasilitas sekolah-sekolah di Jakarta. Sekolah ini berlantai keramik putih, memiliki alat peraga yang lengkap bahkan dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC). Sayangnya, minimnya listrik di Pulau Sabira ternyata berimbas juga pada terganggunya fasilitas sekolah ini, AC tidak dapat digunakan setiap saat karena bergantung pada kondisi PLTS. Tidak adanya fasilitas laboratorium komputer juga akibat dari minimnya pasokan listrik di Pulau tersebut. Jika AC atau komputer dinyalakan, listrik langsung mati. Sekolah ini hanya memiliki pengajar sebanyak 7 orang, sedangkan siswa yang ada di Pulau Sebira berjumlah ratusan orang. Jadi, ada guru yang mengajar SD dan SMP sekaligus. Ketika lulus SMP, rata-rata anak-anak Pulau Sebira pergi ke Pulau Pramuka atau ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.


Cahaya untuk Sebira

" Education is not filling a bucket, but lighting a fire "
-William Butler Yeats-

Pernah lihat mercusuar?

Di pulau kami, ada satu mercusuar tinggi besar. Yang menjadi tonggak bagi kapal-kapal nelayan untuk berlayar. Tugasnya sederhana : memberikan pertanda bagi nelayan, bahwa tak lama lagi ia akan bersauh pulang. Lantas pertanda itu datang lewat apa? Ah, kalian pasti tahu jawabannya.

Ya, cahaya.

Berkatnya, para nelayan dapat mencari nafkah dengan tenang. Ia tak hanya berfungsi sebagai penanda, tapi juga penunjuk arah. Agar nelayan tahu kapan ia harus berbelok--menghindari karang. Agar nelayan tahu kapal siapa yang ada di hadapan, kemudian saling berpapasan--menyapa dengan senyuman. Dan agar nelayan tahu, kapan ia harus berlabuh--membawa rindu kembali pulang.

Cahaya itu, meski terlihat sederhana, namun manfaatnya sangat besar bukan?

Ketika ia tiada, segalanya akan gelap gulita. Seperti halnya ilmu, tanpanya hidup seseorang akan terasa hampa. Dengan ilmu, seorang anak akan tahu sebuah dunia yang akan dihadapinya. Ilmulah yang mengantarkan mereka menuju masa depan yang bercahaya. Ilmulah yang membuat sorot mata itu berbinar, menatap segala asa yang ia gantung tepat di depan wajahnya. Ilmulah yang membuat tangan-tangan mungil itu menggelora, bersemangat demi mencapai mimpi-mimpi yang dijanjikan langit untuknya.

Sayangnya, jalan menuju mimpi itu tak sama untuk setiap orang, bukan?

Mungkin kita bisa bersekolah dengan nyaman, menikmati segala fasilitas dan teknologi yang ditawarkan, mengobati kehausan akan ilmu dengan buku-buku yang menggunung di perpustakaan.

Namun, bagaimana dengan mereka?

Yuk, kita bantu anak-anak Pulau Sebira menemukan cahayanya!

Caranya gimana? Mudah kok :)

Pertama, kamu bisa donasikan buku-buku baru maupun bekas (layak pakai) untuk disumbangkan ke anak-anak di Pulau Sebira.

Bukunya apa aja? Bisa berupa :

  • Buku Cerita
  • Novel
  • Buku Pelajaran
  • Iqra'
  • Ensiklopedi dan Buku Pengetahuan
  • dan lainnya

Untuk pengiriman donasi buku, bisa langsung menghubungi CP di bawah ini :

Line : @raniwy

SMS/Whatsapp : 0857-1010-3750 (Muthi)

Jangan lupa, untuk setiap donasi buku yang kamu kirimkan, sertakan secarik surat untuk anak-anak di Pulau Sebira ya :)

Format suratnya bebas, bisa berisi kata-kata penyemangat, gambar, ataupun cerita.

Kedua, kamu bisa menyisihkan sebagian rezekimu melalui link donasi di bagian bawah :)

Hasil dari penggalangan dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Pulau Sebira

Mari kita bersama-sama membantu masyarakat Pulau Sebira dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, karena pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa dalam menciptakan generasi penerus yang cemerlang.



TIm KKN-PPM UGM DKI-02 2016

Contact Person :

Official Account Line : @dgo1525p

Instagram : @kkn.sebira2016

E-mail : [email protected]


Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat

Universitas Gadjah Mada

Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (0)