Bantu Warga Miskin Tinggal di Rumah dengan Tenang
Bantu Warga Miskin Tinggal di Rumah dengan Tenang

Bantu Warga Miskin Tinggal di Rumah dengan Tenang

Rp 261.193.340
terkumpul dari Rp 896.000.000
1036 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Lawan Corona dengan Solidaritas: Bantu Warga Miskin Tinggal di Rumah dengan Tenang saat Pandemi Virus Corona.

Gubernur DKI Jakarta telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Covid 19 di DKI Jakarta sejak 20 Maret 2020 hingga 2 April 2020 (14 hari). Warga Jakarta dihimbau untuk tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas. Hal itu adalah kebijakan baik demi keselamatan bersama.

Namun kebijakan yang baik itu pada praktiknya tidak mudah dijalankan bagi ratusan keluarga dalam jaringan kami, Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) yang bekerja sebagai pedagang asongan dan kaki lima, ojek, tukang becak, buruh harian, tukang cuci, dll, yang mengandalkan penghasilan harian.

Salah satu warga dalam jaringan kami, Budianto, adalah pedagang kopi keliling di Taman Impian Jaya Ancol. Bersama istri dan tiga anaknya Budianto mengeluarkan kira-kira Rp 130,000 sehari untuk makan dan kontrakan. Waktu berdagang di Ancol, ia bisa mendapatkan Rp 150 ribu per hari rata-rata. Setelah Ancol ditutup sejak 14 Maret, penghasilan Budianto turun sampai ke 0 rupiah.

JRMK Jakarta adalah organisasi rakyat yang beranggotakan para pedagang kaki lima, tukang becak dan warga yang tinggal di perkampungan miskin di Jakarta yang jumlahnya 19 kampung, 5 wilayah PKL dan 16 wilayah becak (40 wilayah) tersebar di Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Kami adalah mitra akrab dari Urban Poor Consortium (UPC), suatu organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 1997 untuk mengorganisir rakyat miskin kota di seluruh Indonesia. Pada tahun 2000, UPC memenangkan Yap Thiam Thien Award.

Menghadapi virus corona, kami telah berupaya secara mandiri dengan membuat antiseptik, menyebarkan rempah-rempah agar menjaga daya tahan tubuh dan memberikan informasi valid sebanyak mungkin tentang Covid-19 ke anggota.

Meski pemerintah pusat dan pemerintah DKI telah berjanji akan memberi bantuan, namun kami belum mendapatkan kejelasan waktu dan apakah semua akan mendapatkan bantuan.

Kami mengajak Anda untuk dapat membantu kebutuhan pokok setidaknya 20 keluarga di 40 wilayah (800 keluarga) tersebut dengan kisaran kebutuhan 80 ribu sehari selama 14 hari. Total kebutuhan dana yang dibutuhkan adalah Rp. 896.000.000,-.

Bio campaigner:

Guntoro atau yang biasa dikenal di media sebagai Gugun Muhammad adalah warga Jakarta Utara yang bekerja sebagai community organizer di Urban Poor Consortium, suatu lembaga yang bermitra dekat dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota.

Gugun telah bekerja dalam pengorganisasian masyarakat sejak tahun 2004 dan aktif di Jakarta sejak 2014. Pada tahun 2017, Gugun dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Metro oleh Tempo. "Guntoro menjadi pelopor perubahan di Kampung Tongkol dan Kampung Lodan yang berada di wilayah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Gugun juga selama ini telah bekerja bersama ribuan warga kampung kota di Jakarta Utara dan Barat dalam memastikan hak warga miskin kota untuk tinggal dan hidup di tengah kota tanpa terancam penggusuran.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1036)