Kitabisa! - Bantu Kristin Melawan Sakit Kanker Stadium 4
Bantu Kristin Melawan Sakit Kanker Stadium 4

Bantu Kristin Melawan Sakit Kanker Stadium 4

Rp 187.827.648
terkumpul dari Rp 300.000.000
1090 Donasi 0 hari lagi

Cerita

9007dccb-6daa-405f-986d-d73ce13ab5dc.jpg

31bcef10-aebe-4a06-84e2-78b96a64786f.jpg

Perkenalkan nama saya Beni Purwanto sahabat dari Kristin Rahayu Septa Fiana, saya ingin membantu menggalang dana untuk teman saya yang saat ini sedang berjuang  melawan kangker payudara stadium 4. Dengan harapan dana tersebut bisa di pergunakan untuk membantu pengobatan juga keperluan sehari - hari .

Berikut sedikit cerita tentang kehidupan mereka, yang saya dapatkan dari Suami Kristin Rahayu yang bernama Ratno Wirawan.

Kami menikah 5 Mei 2005 dan mempunya 4 orang anak. Hidup kami sederhana dan bahagia walaupun hanya hidup di kontrakan di kota Blitar, Jawa Timur.

Dan sampai suatu ketika di tahun 2016 saya merasa ada yang aneh pada istri saya di organ payudara. Setelah saya periksakan ke dokter keesokan harinya dokter bilang, istri saya harus segera dapat penanganan operasi. Kami berfikir uang darimana untuk biaya operasi sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari saja kami pas-pasan. Kami berfikir untuk mengurus BPJS supaya meringankan beban biaya pengobatan istri saya. Setelah BPJS jadi kami langsung pergi ke rumah sakit type A di malang, yaitu RSSA Malang. Tapi waktu itu penanganan lewat BPJS sangat lama dengan antrian yang luar biasa banyaknya, dimana kami tidak bisa menunggu lama di karenakan anak2 kami yg masih kecil2 semua sehingga lumayan rewel dan menangis terus saat kami ajak ikut kerumah sakit untuk menunggu giliran bertemu dengan dokter. Dimana waktu itu kami menunggu selama 6 jam, hingga akhirnya istri saya menyerah dengan beralih ke pengobatan Herbal selama 2 tahun terakhir.

66d5cb52-b225-413f-991d-e09db2253a17.jpg335761c9-c9fc-4e96-84db-b4446afc68c5.jpg

Ternyata setelah istri saya mengikuti process pengobatan alternative tidak membuahkan hasil. Hingga menginjak bulan November 2018 istri saya benar-benar drop, lumpuh dan tidak bisa bergerak sama sekali dan di payudara sudah keluar cairan darah dan nanah. Saya sangat bingung sekali waktu itu dan tidak tahu apa yang harus saya lakukan buat istri saya. Tanggal 10 Desember 2018 istri saya dirujuk dari RSU di Blitar ke RSSA Malang dengan keadaan lumpuh dan payudara pecah di sebelah kiri. Setelah menjalani pemeriksaan yang panjang di RSSA Malang disitu baru diketahui penyakit istri saya adalah kanker payudara stadium 4 dan sudah menyebar ke organ liver, paru-paru, hati, dan tulang belakang. Hancur perasaan saya saat itu memikirkan kondisi istri saya dan juga bingung memikirkan bagaimana dengan nasib anak-anak saya yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu, sekolahnya, biaya hidup serta pengobatan di RS dan biaya kontrakan tempat tinggal kami. Selama ini saya hanya berpenghasilan bulanan sebesar Rp.2,600.000, dimana hanya cukup untuk membiayai kebutuhan anak2 saja. Tidak pernah terpikir bahwa istri saya akan sakit seperti ini dan membutuhkan biaya yang sangat luar biasa banyaknya. Sampai detik ini istri saya sudah menjalani chemotherapy sebanyak 4 kali. Setiap 20 hari sekali kami harus pulang pergi ke RSSA di Malang untuk menjalankan chemotherapy selanjutnya dengan mengunakan ambulance di karenakan istri saya yg tidak mungkin saya bawa dengan mobil biasa oleh karena kebutuhan oksigen dan juga kondisi yg tidak memungkinkan.

b98a066d-ce31-43c0-8df8-43425654a816.jpgc8c65750-430e-4e92-aef8-b31c71b468f4.jpg5fd558ae-c44a-4f6e-878b-6252d28a0c3b.jpg

Selama 4 bulan ini kondisi istri saya cukup memprihatinkan. Saya pernah memohon pada pihak RS di Malang supaya istri saya tidak di pulangkan kerumah dikarenakan kondisi yang kurang baik, tetapi pihak RS bilang inilah prosedur ada bahwa pasien harus dipulangkan dan kembali lagi setelah 20 hari. Karena setiap usai menjalankan chemotherapy kondisinya selalu drop dan sering sekali saya terpaksa harus bolak balik kembali lagi kerumah sakit terdekat di daerah Blitar di karenakan karena HB istri saya drop. Lagi-lagi biaya ambulance juga harus saya persiapkan.

Saat di rumah saya pun harus menyiapkan biaya2 lain nya yg tidak di cover oleh BPJS seperti membeli/mengisi ulang tabung oxigen buat bantuan pernapasan istri saya. Karena kanker sudah menyebar ke paru yg menyebabkan istri saya sesak nafas, setiap 2 hari sekali harus ada perawat RS yang datang ke rumah untuk merawat luka istri saya yang di payudara dan di punggungnya. Pembelian pampers, perban, obat-obatan lainnya, juga keperluan keseharian istri saya dan juga anak2. Pengeluaran kami sangat luar biasa banyak sampai saat ini, bahkan untuk makan besok pun kami tidak tau... Semua barang yang kami punya sudah habis terjual semua untuk biaya pengobatan istri saya. Bahkan rumah kontrakan kami pun harus kami lepas dikarenakan kami tidak punya biaya lagi dan kami sekarang harus menumpang di rumah orang tua saya yg juga sudah sepuh.

f9f2803e-b24c-463c-9513-9984b808ce77.jpg9f8883b4-b38f-4c75-a77d-8f6d5413d09e.jpg78514aa9-f659-4ca0-9f22-9537f0dbf228.jpg

71babf39-fada-43eb-80cd-69f20b968be7.jpg

Demikian cerita dari pada suami Kristin Rahayu , Saat ini saya hanya bisa berharap dan berdoa kepada Tuhan bahwa kuasa nya yang tidak terbatas dapat membantu teman  saya dan keluarganya untuk menghadapi cobaan ini.  

Saya percaya pasti ada jalan keluar untuk mereka bisa melalui kesesakan ini, dan punya keyakinan bahwa mujizat masih ada buat Kristin....AMIN.

Jika teman-teman ingin membantu silahkan berdonasi dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG” 
2. Masukan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga tuhan membalas semua kebaikan teman-teman #OrangBaik.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1090)