Kitabisa! - Donasi Untuk Sekolah Adat di Kalimantan Utara
Donasi Untuk Sekolah Adat di Kalimantan Utara

Donasi Untuk Sekolah Adat di Kalimantan Utara

Rp 5.050.493
terkumpul dari Rp 10.000.000
23 Donasi 0 hari lagi
Wiro Hamjen
Akun belum terverifikasi

Cerita

Teman-teman, kami dari Komunitas Folks of Dayak (FoD) berinisiatif untuk membantu perjuangan saudari kami Sri Tiawati yang secara sukarela mengajar anak-anak di daerah terpencil.

Berikut narasi singkat mengenai Sekolah Informal yang sekarang sedang dirintis oleh Sri Tiawati.

2df54b18b9bbd4d34774c2dd2bd94193eda2c630.jpeg

Apa itu Sekolah Adat Punan Semeriot?

Sekolah Adat Punan Semeriot didirikan pada tanggal 12 Desember 2015 atas inisiatif seorang wanita bernama Sri Tiawati (Sukhet). Sekolah ini didirikan atas dasar keprihatinan terhadap anak-anak Semeriot yang tidak mengenyam pendidikan formal. Sekolah ini berada di RT 03 Desa Ujang, Sekatak, Kalimantan Utara. Namun daerah Semeriot sangatlah jauh dengan Desa Ujang, butuh waktu 4 jam untuk sampai ke daerah Semeriot menggunakan ketinting/kelotok tergantung cuaca.

7303af1bc6c94b676740cedbdd9adfe44b9a68f3.jpeg

Semeriot terbilang sepi, hanya ada 20 unit rumah hasil bantuan Pemerintah itu pun beberapa diantaranya kosong karena ditinggal bekerja pemiliknya. Hanya ada 6 rumah yang dihuni oleh penduduk. Penduduk dewasa di daerah ini sedikit kebanyakan adalah anak-anak.

Cerita ini berawal dari tugas Sukhet ke daerah Semeriot untuk memetakan wilayah adat mereka. Sesampai disana begitu banyak anak-anak yang bertanya mengenai barang yang dibawa oleh Sukhet karena hal itu adalah hal baru yang mereka lihat, bahkan sabun dan shampo pun sempat dianggap makanan. Hal ini akibat terisolirnya lokasi ini sehingga segala informasi termasuk pendidikan menjadi terbatas.Tujuan sekolah informal ini adalah untuk mengembangkan pendidikan adat berbasis komunitas Punan Semeriot sebagai upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya bekal pendidikan bagi masa depan, serta mempelajari budaya dan sosial sejak dini sebab saat ini banyak generasi Punan yang kehilangan jati diri dan malu mengaku sebagai Punan akibat stereotypes yang ada.

d5828452233700a3dc3e894cc49cafbbcb838ade.jpeg

Proses belajar dibantu oleh Pak Gading (Ketua Adat Punan Semeriot). Keterbatasan buku tulis, buku baca, buku gambar, alat tulis, pensil warna, dana transportasi dan tenaga pengajar tidak menghalangi semangat Sukhet untuk tetap mengajar. Kondisi ini adalah salah satu contoh wajah pendidikan di wilayah terpencil di Indonesia. Kami berharap rekan-rekan sekalian berkenan memberikan donasi serta mendukung program Sekolah Adat ini agar terus bisa berjalan dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil di Kalimantan.

3f5eb9a6239a3fb1fdab8e6c5f538290fe7fdc21.jpeg

Uang yang terkumpul akan Kami (Komunitas Folks of Dayak) salurkan pada tanggal 12 Desember 2016 kepada Sukhet untuk biaya operasional sekolah (buku tulis, buku baca, buku gambar, alat tulis, pensil warna, dana transportasi, peralatan mandi, dll) yang bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun pertama Sekolah Adat Punan Semeriot. Rekan-rekan donatur juga dipersilahkan jika ingin melihat langsung kondisi Sekolah/Pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Bantu Sekarang

Cara donasi dengan tiga langkah mudah:

  1. Klik tombol merah "DONASI SEKARANG".
  2. Isi data diri dan cara pembayaran.
  3. Transfer ke nomer rekening yang muncul, dan bantu sebarkan melalui social media.

Mohon bantuannya untuk menyebarkan campaign ini https://kitabisa.com/donasisekolahadat melalui social media/WhatsApp/Email.

Terima Kasih,

Salam Folks of Dayak

Wiro Hamjen (WA : 085252404767)

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (23)