Kitabisa! - Donasi Sumur untuk Cibarusah
Donasi Sumur untuk Cibarusah

Donasi Sumur untuk Cibarusah

Rp 300.662
terkumpul dari Rp 30.000.000
3 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kami adalah Kelompok Pengkaji Islam dari SMA Islam Al-Azhar 1 Jakarta. Kami berinisiatif untuk membantu Desa Cibarusah dalam keadaannya yang saat ini dapat terbilang butuh bantuan.



“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim)




Sebagai orang muslim yang mengaku satu tubuh, apabila satu individu terluka, kita tentu akan ikut merasakan sakitnya individu tersebut. Satu orang sakit pun kita harus tergerak hatinya untuk membantu, apalagi jika ada satu desa penuh yang kesakitan? Layaknya manusia sejati tentu kita harus membatu teman kita sendiri.

Siang hari dalam keadaan berpuasa tentu kita merindukan air di tenggorokan kita, namun ketika berbuka dahaga tersebut akan dengan mudah hilang dikarenakan mudahnya kita dapat memperoleh air minum. Berbeda dengan saudara kita di Cibarusah yang belum tentu bisa menikmati berbuka seperti kita.

Terletak 45 km dari pusat kota Bekasi, Cibarusah merupakan daerah terpencil yang warganya sudah sejak lama mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Pada saat musim hujan, warga Cibarusah membangun empang buatan untuk menampung air hujan. Air tersebut digunakan untuk kegiatan MCK sehari-hari. Mereka harus bersabar dengan kondisi kurangnya kesterilan air. Untuk memasak dan minum, warga menampung air hujan menggunakan panci, lalu memasaknya hingga bakteri-bakteri di air tersebut hilang.

Ketika musim kemarau, pasokan air benar-benar nihil sehingga tanah pun menjadi kering. Warga terbiasa mencari air ke sungai yang jaraknya sampai 2 kilometer. Lalu mereka mencari sumber air dengan membuat lubang sumur sementara. Mendapatkan air di lubang sumur dapat digolongkan sebagai kejadian yang jarang, sekalinya mendapatkan air, warga sampai berebutan untuk mengambil air. Dalam kondisi kemarau, warga terpaksa harus membeli air untuk kebutuhan memasak dan minum. Hal ini tentunya memberatkan warga yang kondisi ekonominya kurang mendukung karena diharuskan membeli air jerigen.

Pada saat kami survey ke lokasi Cibarusah, di rumah mang Ade, salah satu anggota KPI izin ke kamar kecil, dan air yang digunakan sangat coklat seperti air lumpur. Setelah kita bertanya kenapa airnya bisa seperti itu, mereka menganggap bahwa air yang coklat seperti lumpur itu merupakan air bersih. Tentu standar air bersih mereka berbeda dengan orang lain. Setelah itu Ia menunjukkan tempat air itu berasal, dan menunjukkan anggota kami kepada sebuah empang. Empang yang mereka anggap merupakan tempat air bersih itu sangat keruh bahkan kita belum yakin ikan akan hidup di air tersebut.

Mang Ade menjelaskan apabila kemarau datang, air pun habis, bahkan orang yang dianggap memiliki tingkat ekonomi tinggi juga tidak memiliki air, kecuali dari empang yang mereka miliki. Bagi warga yang kurang mampu untuk membuat empang tentu sulitnya bukan main untuk mendapatkan air pada musim kemarau. Air untuk septictank pun pada kemarau akan habis. Kami menanyakan ke narasumber apakah masih ada sumber lain untuk air. Ternyata di dekat desa tersebut ada sungai, namun jaraknya yang 2 kilometer lebih menjadikannya sangat sulit digapai warga. Sekalinya mencapai sungai, musim kemarau akan terlebih dahulu mengeringkan sungai tersebut. Sehingga mereka diharuskan berjalan 2 kilometer menggotong air hanya untuk mandi.

Untuk urusan mencuci baju, warga harus menggotong baju mereka ke sungai yang jauh tersebut. Sekali dua kali akan ada mobil yang memberi air yang jauh sumbernya, namun hanya bergantung pada mobil yang tidak konsisten datangnya itu tidak akan memenuhi kebutuhan air warga Cibarusah yang membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari mereka.





Tujuh amalan yang pahalanya mengalir bagi seorang hamba meski dia telah dimakamkan di kuburan. 1. Mengajarkan ilmu. 2. Mengalirkan sungai. 3. Menggali sumur. 4. Menanam pohon kurma. 5. Membangun masjid. 6. Mewariskan (mewakafkan mushaf al Qur’an). 7. Meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya setelah ia wafat.”




Kami dari OSIS dan KPI SMA Islam Al-Azhar 1 berharap bantuan semuanya untuk membantu saudara kita yang sedang dalam kesulitan yang apabila hidup seperti mereka tentu kita akan sudah mengeluh, dan tidak akan sanggup mampu melanjutkan hidup. Kita semua tahu betul betapa berharganya air bagi kehidupan. Alangkah indahnya bila kita dapat memberikan saudara kita di Cibarusah sebuah hadiah yang dapat membantu mereka.

Semoga semua bantuan dan uluran tangan donasi dan sumbangsih yang diberikan kepada desa Cibarusah dapat membantu mereka dalam menyambung hidup dan meringankan beban mereka dan kita sendiri. Semoga donasi yang kita kirim dapat berbuah menjadi pahala yang mengalir tiada hentinya

CARA BERDONASI: Klik link http://kitabisa.com/donasisumur/, klik tombol “DONASI SEKARANG”, selanjutnya isi jumlah nominal yang akan didonasikan, lalu klik “LANJUT”. Transfer donasi anda sesuai dengan nominalnya, berikut kode pembayaran yang tepat sesuai petunjuk ke Nomor Rekening Bank yang dipilih a/n: YAYASAN KITA BISA

Terimakasih dari kami OSIS dan Kelompok Pengkaji Islam SMAI Al-Azhar 1 untuk semua donatur dan dermawan yang telah membatu warga Cibarusah.

Apabila ada pertanyaan yang ingin diajukan mohon hubungi contact person dibawah ini

Fikri 081215127916

Falanisa 082111749033

DONASI SEKARANG

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (3)