Kitabisa! - Bersama Clara Bantu Air Bersih untuk Gunungkidul
Bersama Clara Bantu Air Bersih untuk Gunungkidul

Bersama Clara Bantu Air Bersih untuk Gunungkidul

Rp 0
terkumpul dari Rp 20.000.000
0 Donasi 1 hari lagi

Cerita

Kemarau Panjang, Air Bersih Langka!

Dampak musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat pelosok Provinsi DI Yogyakarta. Minimnya curah hujan mengakibatkan kekeringan yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

faf12992-bee2-4a0c-8e2b-e7719fe6ad08.jpg474aaeb9-cdaf-491b-bd52-de3f4cc662ac.jpg

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, setidaknya 10 dari 18 kecamatan di Gunungkidul kini mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami krisis air bersih di 2019 ini.

Sepuluh kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut ialah Kecamatan Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Paliyan dengan rincian sebanyak 50 desa dan 21.519 kepala keluarga. Jika dirinci, jumlah warga terdampak mencapai 76.514 jiwa.

Adapun kecamatan yang mengalami kekeringan paling parah ialah wilayah Gunungkidul bagian selatan yakni Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Panggang, dan Saptosari.

fe2cffe8-9911-4b7c-b54a-b5dc4c633664.jpg

Sumur Kering, Warga Terpaksa Membeli Air 

Kebanyakan sumur galian warga sudah mengering. Ada pula warga yang mengandalkan PAM desa namun debitnya  tidak mencukupi untuk keperluan satu desa. Sebagian warga juga sudah ada yang membeli air, bahkan ada yang sudah harus membeli air sejak Januari lalu. 

Mereka harus merogoh kocek sekitar Rp 150.000 - 350.000 per tangki. Biasanya, satu tangki air untuk 1 kepala keluarga hanya mencukupi kebutuhan mereka selama 2 pekan. 

Jika warga mengandalkan dropping air bersih, mereka harus menunggu lama sebab bantuan hanya datang sebulan sekali. Beberapa warga pun ada yang mengambil air ke desa sebelah jika masih ada stok lebih. Namun mereka terpaksa menempuh jarak yang jauh yakni 2-5 KM!

592e312d-6e55-49a2-98bc-4c0065a92ce3.jpg

Sebagai bentuk respons cepat terhadap bencana kekeringan di Gunungkidul tersebut, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY menyiapkan program Dropping Air Bersih.

Nantinya, bantuan air bersih akan menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter dan berkeliling Gunungkidul untuk mendistribusikan air bersih bagi masyarakat.

c5ae4d6c-7562-4799-a15e-d6e7fa83719a.jpg

Program droping air bersih merupakan bentuk tanggap darurat dari ACT untuk membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat. Sementara itu, program jangka panjang untuk mengurai krisis air bersih di Gunungkidul adalah berupa pembangunan sumur wakaf.

Sumur wakaf sendiri merupakan program pembangunan sumur bor yang dikelola oleh Global Wakaf – ACT. Sampai saat ini, jumlah sumur wakaf yang telah dibangun di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya telah mencapai 18 titik dengan kedalaman beragam dari 50 meter hingga 100 meter.

3f21217e-8590-4198-b248-c685db26fd1f.jpg

#OrangBaik, mari ikut meringankan beban Saudara kita yang terdampak krisis air di Gunungkidul. Sahabat dapat berdonasi dengan cara:

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran GO-PAY/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
  4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

***

Disclaimer:

  1. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk droping 1.000 truk tangki air bersih dan pembangunan 15 sumur bor
  2. Fundraising ini adalah bagian dari Program Mobile Social Rescue (MSR) yang fokus untuk membantu meringankan permasalahan sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat
  3. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ACT DI Yogyakarta a.n. Aris (+62821 38013780)

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan terkumpul untuk Saudara kita di Gunungkidul dan wilayah Yogyakarta lainnya.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (0)