Cerita Penggalangan
19 Apr 2024

Perkenalkan saya Tanissa Puti Rahmadiva fundraiser dari Perkumpulan Institut Samdhana, yaitu perkumpulan yang bergerak untuk mendukung kesejahteraan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (MAKL) di Asia Tenggara. Saat ini, kami memiliki program yang bertujuan untuk memajukan pendidikan perempuan adat di Indonesia.

Salah satunya untuk perempuan adat di Papua. Lebih tepatnya, perempuan adat suku Namblong, Distrik Nimboran, Kab. Jayapura yang telah menjadi garda terdepan dalam melestarikan kebudayaan suku Namblong kepada generasi penerus didaerahnya.

Berikut profil penerima manfaat yang merupakan pengajar di sekolah alam & budaya di Papua:

  1. Nama : Piternela Wouw (Nela)

Umur : 26 tahun

Tanggal lahir : 28 Februari 1998

Alamat : Distrik Nimboran, Kab. Jayapura

Tempat Mengajar : Sekolah Alam Yombe Yawa Datum (mengajarkan pengetahuan tentang flora & fauna, bahasa adat Namblong dan merajut noken dari akar pohon).

Ketertarikan : Pendidikan Public Speaking

2. Nama : Yolanda Andie Nasadit (Yolan)

Umur : 20 tahun

Tanggal Lahir : 19 Oktober 2003

Alamat : Distrik Nimboran, Kab. Jayapura

Tempat Mengajar : Sekolah Budaya Injo Yamo (mengajarkan tarian adat serta bahasa adat Namblong,  pengetahuan lingkungan, dan membuat ramuan tradisional dari tanaman obat keluarga).

Ketertarikan : Pendidikan Komputer

Mereka mengajar dalam keterbatasan karena lokasinya yang jauh dari kota. Selain itu, mereka terkendala alat komunikasi yang kurang memadai dan minimnya sinyal internet. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka dalam mengajar untuk melestarikan budaya suku Namblong.

Kendati di tengah keterbatasan, jiwa mengajar Nela tidak pernah padam karena perempuan muda ini bercita-cita ingin menanamkan nilai-nilai adat kepada anak agar kelak mereka bisa tumbuh menjadi manusia yang menanamkan prinsip hormat, rukun, dan berbudi pekerti luhur. Semangat ini datang dari pengalaman buruk yang dihadapi di masa lalu.

Nela sebelumnya memiliki riwayat korban KDRT. Namun, ia memilih untuk bangkit dan menebar kebermanfaatan bagi perempuan lainnya dalam segi pendidikan dengan mengajar di Sekolah Budaya Yombe Yawa Datum.

cc8ac710-fe03-11ee-9ef0-36b8742387e1_EFB0290E7021CAB.jpg

(Foto : Nela sedang merajut noken)

Hal serupa juga dirasakan oleh Yolan. Ia tetap bersemangat mengajar di Sekolah Budaya Injo Yamo ditengah keterbatasan alat komunikasi serta internet. Ia berharap bisa mengajarkan komputer kepada anak-anak sekitar dan bisa berkontribusi dalam memajukan daerahnya dari segi teknologi.

5f39efae-5dfb-4889-a064-4b0ee1b0f31d.jpg

(Foto : Yolan sedang mengajar)

Baik Nela maupun Yolan menyadari bahwa mereka perlu membekali diri dengan pendidikan dan kemampuan yang lebih baik demi mewujudkan cita-cita tersebut.

Saat ini, mereka mengumpulkan dana pendidikan dengan cara bekerja paruh waktu. Namun, hasilnya masih kurang untuk mencukupi biaya pendidikan yang cukup tinggi. Untuk itu, mereka membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp50.000.000 untuk membiayai kursus peningkatan kapasitas. Harapan kami, program ini akan terus dilanjutkan ke perempuan adat lainnya yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan bantuan dana dari para #OrangBaik agar mereka dapat melanjutkan pendidikan dan meningkatkan pendidikan di daerahnya.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan