Kitabisa! - Desa Mandiri Energi #EEVillage
Desa Mandiri Energi #EEVillage

Desa Mandiri Energi #EEVillage

Rp 48.006.167
terkumpul dari Rp 75.000.000
274 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Apa kamu bisa bayangkan hidup kamu tanpa listrik? Tanpa lampu di malam hari, tanpa TV untuk nonton acara favorit kamu, tanpa Laptop untuk browsing di internet, tanpa handphone untuk telpon teman/keluarga atau update Instagram? Hidup kita menjadi lebih nyaman dan produktif dengan adanya listrik. Tapi tahu ngga kamu kalau masih banyak saudara kita yang belum punya akses listrik? Bahkan mereka tidak bisa membayangkan manfaat apa saja yang bisa mereka rasakan dengan adanya listrik. Padahal adanya listrik adalah faktor penting untuk mendukung pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat di desa.


Energy Empowered Village

Energy Empowered Village (EE Village) adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk membangun desa yang mandiri energi sehingga penduduk desa bisa memproduksi bahan bakar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk kebutuhan sendiri. Dari hasil riset dan survey lapangan kami, Desa Tanggedu, Kab. Sumba Timur menjadi target desa untuk implementasi proyek ini. Desa ini tidak memiliki akses listrik (off-grid) dan sulit mendapatkan bahan bakar, sehingga sering terjadi kelangkaan energi.

Kami akan membangun fasilitas pemrosesan biodiesel skala kecil yang menggunakan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Desa Tanggedu memiliki iklim yang tepat untuk menanam kebun pohon jarak, sehingga masyarakat desa dapat menggunakan sumber daya alam di sekitarnya untuk memproduksi kebutuhan bahan bakarnya.

Biodiesel yang dihasilkan akan digunakan untuk menyalurkan listrik ke sekolah guna mendukung kegiatan belajar anak-anak di desa tersebut, khususnya di malam hari saat mereka mengerjakan PR. Selain itu, ampas dari jarak pagar bisa dipakai untuk bahan bakar kompor yang lebih ramah lingkungan dibandingkan minyak tanah.

Dua team member, Tasya Kamila dan Arina Larasati, sedang melakukan Focused Group Discussion di Desa Tanggedu. Peserta FGD bersepakat untuk memprioritaskan sekolah sebagai bangunan yang diprioritaskan untuk mendapatkan listrik.

Who We Are

EE Village diinisiasikan oleh 5 wanita dari Columbia University, Kania Muksin, Tasya Kamila, Arina Larasati, Alique Berberian dan Wendy Hu. Kami adalah bagian dari Program Global Collaboratory Project, sebuah project incubator dari Program Energy and Environment, School of International and Public Affairs yang bertujuan untuk menciptakan solusi serta membuat impact dan perubahan dari perspektif pengelolaan energi dan lingkungan.

Profil EE Village Team

Kania Muksin saat ini sedang menempuh pendidikan Master of International Affairs di Columbia University. Sebelumnya, ia pernah menjadi delegasi Indonesia untuk KTT Pemuda Y8 Summit di tahun 2013. Ia juga pernah menjadi pengurus/board member dalam organisasi advokasi pemuda, Indonesian Youth Diplomacy (IYD), yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam kegiatan diplomasi.


Tasya Kamila saat ini mengambil program Master of Public Administration di Columbia University. Selain menjadi public figure, ia aktif melakukan advokasi lingkungan. Ia menjadi Duta Lingkungan sejak tahun 2005, menjabat sebagai Perwakilan Indonesia untuk UN Sustainable Development Solutions Network - Youth, dan mendirikan yayasan Green Movement Indonesia yang fokus kepada pendidikan lingkungan.


Arina Larasati saat ini menempuh pendidikan di Program Environmental Science and Policy di Columbia University. Sebelumnya, ia pernah bekerja untuk Malayan Banking Berhad sebagai assistant project manager divisi Asia Tenggara.



Alique Berberian saat ini mengambil program dual degree di Columbia University, dengan fokus di International Affairs dan Public Health. Sebelumnya, ia pernah magang di Permanent Mission of Honduras di UN dan bekerja sebagai bagian dari task force untuk Executive Director UNEP yang meneliti isu dan kebijakan lingkungan global.


Wendy Hu saat ini menempuh pendidikan Master of Public Administration di Columbia University, dengan konsentrasi Energi dan Lingkungan. Sebelumnya, dia pernah bekerja sebagai assistant controller dengan tanggung jawab melakukan koordinasi dengan Departemen Transportasi Lokal untuk proyek high-speed rails di Shanghai, China.



Why We're Doing This

Sebagai mahasiswa yang sekolah di luar negeri, kami ingin berkontribusi untuk membangun Indonesia. Disamping itu, melihat tantangan yang dihadapi masyarakat di Sumba, kami tergerak untuk menjadi bagian dari solusi agar masyarakat lebih sejahtera, serta mendukung pembangunan daerah.

Latar belakang dari proyek ini adalah untuk memberikan solusi dari permasalahan krisis energi, bahwa banyak daerah di Indonesia yang memiliki tantangan geografis atau keterbatasan infrastruktur untuk mengakses energi (bahan bakar, maupun listrik). Melalui proyek ini, yang mana dengan segala keterbatasan yang ada, masyarakatnya tetap dapat memenuhi kebutuhan energi secara mandiri menggunakan sumber daya lokal.

5cbb096ab647dee6467e3358aecc98b6baafcf42


How We're Doing It

Kami mengembangkan sebuah model desa mandiri energi yang melibatkan masyarakat desa. Kami memeta potensi desa dan berdiskusi dengan masyarakat mengenai pengelolaan fasilitas biodiesel.

Proses pembuatan biodiesel bisa dilihat di bagan berikut:

5bc26032f677d0a13e48ddac61dbbbf7483f541a

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang terbuat dari bahan berbasis tumbuhan sehingga memiliki karakteristik energi terbarukan, biodegradable dan tidak merusak lingkungan (non-toxic). Biodiesel dapat dibuat dari tumbuhan yang memiliki kandungan minyak yang tinggi, salah satunya Jatropha curcas atau jarak pagar. Selain kandungan minyak tinggi, keunggulan jarak pagar dibandingkan tumbuhan lain adalah jarak pagar tidak dapat dikonsumsi (non-edible) sehingga tidak bersaing dalam proses pembuatan biodiesel.


Hasil dari dari proyek ini akan kami dokumentasikan dalam sebuah panduan atau guidebook sehingga dapat digunakan oleh organisasi, kelompok maupun individu lain yang ingin turut mengubah hidup masyarakat terpencil dengan mengembangkan desa mandiri energi.

38f9aae35a3abf3acce7a74da1035006ea3fa20c

TUJUAN PENGGUNAAN DANA

Donasi yang dibutuhkan sebesar 30,000,000 (tiga puluh juta Rupiah), yang akan digunakan untuk pengadaan fasilitas produksi biodiesel skala kecil.

Rangkaian alat biodiesel ini akan dikelola oleh team pengurus yang dibentuk dari masyarakat desa dan bekerjasama dengan LSM setempat (Yayasan Masster).

EEVillage melibatkan berbagai stakeholders, diantaranya masyarakat Desa Tanggedu, pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur, dan Komisi Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), yang akan memastikan bahwa setiap proses berlangsung secara berkelanjutan dan bermanfaat untuk masyarakat.

Untuk mengetahui lebih lanjut, follow instagram account kami Energy Empowered Village @energyempoweredvillage.

Cara Donasi:

1. Klik tombol "Beri Donasi"

2. Isi data diri lengkap dan cara pembayaran

3. Transfer ke nomor rekening yang muncul.

4. Spread the love dan bantu sebarkan!

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut, kami dapat dihubungi melalui email kami [email protected]

75b3f35f1a9dbf67498e295fbeaca3234e0e1913


Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (274)