Kitabisa! - #PapuaDaruratEmbunBeku
#PapuaDaruratEmbunBeku

#PapuaDaruratEmbunBeku

Rp 49.125.627
terkumpul dari Rp 50.000.000
320 Donasi 0 hari lagi
Komunitas Aku Papua
Akun belum terverifikasi

Cerita

Siapa kira, sementara di banyak pulau di Indonesia kemarau dan kekeringan, namun tiba-tiba di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua ada embun beku dengan suhu udara mencapai -2°C. Dampaknya panen gagal, umbi-umbian tidak tumbuh, ternak mati, dan belasan korban meninggal dunia.

sumber foto

Tentu belum banyak yang tau tentang berita ini, mungkin karena belakangan kita terlalu sibuk meributkan siapa yang bersalah atas kejadian di Tolikara. Di saat kita sedang panas dengan perdebatan, saat itu pula ada saudara-saudara kita di Papua yang sedang menggigil kedinginan, meregang nyawa.

sumber foto

Mari kita berhenti berdebat sejenak. Ini bukan lagi soal siapa yang benar dan siapa yang salah. Kali ini yang kita bantu adalah mereka yang sedang berjibaku dengan alam. Bagi mereka, ini bukan sekedar menahan kedinginan tapi juga menahan kelaparan dan egoisme individu agar bisa tetap bertahan dalam kondisi darurat bencana.

Bahkan sudah ada 11 korban meninggal dunia, 5 di antaranya adalah balita, 2 anak-anak, dan 4 dewasa.

sumber foto

Seperti diinformasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo, bahwa dari tiga kabupaten, ada 6 distrik, terdapat 26 kampung dengan 20.160 KK yang terkena dampak. Distrik yang terdampak parah adalah Distrik Kuyawage, Wano Barat, Kuwa Balim, Utpagga, Nenggejadin, dan Agundugame.

Untuk saat ini bantuan yang paling mereka butuhkan berupa selimut, pakaian dingin, makanan, obat-obatan, peralatan MCK, serta perlengkapan ibu dan bayi.

Saatnya untuk menunjukkan kepedulian kita.

Karena Papua adalah kita. Kita adalah Indonesia.

--------------------------------

"Kami sering sekali dalam posisi ditekan atau disalahkan, jadi wajar jika kami terluka. Oleh karena itu, kepedulian sosial semacam ini menjadi interaksi positif antara kita yang bisa menyembuhkan sedikit luka kami, serta menumbuhkan kepercayaan lagi bagi kami bahwa masih banyak orang di Indonesia yang peduli terhadap kami yang berada di ujung negeri ini." (Maximus Tipagau, pendiri Yayasan Somatoa)

--------------------------------

Gerakan ini kerjasama komunitas Aku Papua dengan Yayasan Somatua Papua. Dana yang terkumpul akan digunakan utuk memberikan bantuan berupa kebutuhan yang paling mereka butuhkan untuk beberapa bulan ke depan.

Berikut adalah beberapa link berita mengenai bencana embun beku Papua:

Metro TV - http://video.metrotvnews.com/play/2015/07/16/413509/sebelas-orang-meninggal-kelaparan-di-lanny-jaya

Kompas.com - http://regional.kompas.com/read/2015/07/17/20471541/Presiden.Jokowi.Pantau.Penanganan.Bencana.di.Lanny.Jaya.Papua

ACT - http://blog.act.id/ribuan-jiwa-terancam-kelaparan-...

Contact person :

Ridhaninggar (+62 817-6315-995) Alumni FKM UI. Pengajar Muda dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar dan aktif di komunitas Forum Indonesia Muda.

Mulyani (+62 852-8570-5638) Alumni Biologi FMIPA UI, ILDP UI 2011, PPAN (IMYEP) 2012, K2N UI 2011

Navy Sasmita. Alumni FH UI 2009, K2N UI di titik Meos Bekwan Raja Ampat dan Long Berang, Malinau.

Christov. Lahir dan besar di Jayapura Papua. Alumni FIM Rescue dan saat ini bekerja sebagai konsultan keuangan di Ernst & Young Indonesia

Rencana Penggunaan Dana

Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan Somatua cabang Timika dan digunakan untuk membeli kebutuhan obat-obatan, bahan makanan, selimut dan pakaian dingin, peralatan MCK, serta peralatan ibu dan bayi bagi pengungsi di Kabupaten Puncak, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Nduga.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (320)