Kitabisa! - Bantuan dana untuk operasi kantung empedu ibu saya
Bantuan dana untuk operasi kantung empedu ibu saya

Bantuan dana untuk operasi kantung empedu ibu saya

Rp 54.868.505
terkumpul dari Rp 80.000.000
172 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Halo. Saya Nadya dari Tangerang. Penggalangan dana ini dilakukan untuk ibu saya, Irma Fidawati, yang sekarang sedang dirawat inap di Korea Selatan karena penyakit batu empedu dan radang empedu, saluran empedu, dan pankreas. Kami sangat mengharapkan bantuan dana untuk membayar biaya rumah sakit, karena rawat inap dan prosedur operasi yang dilakukan terjadi di luar rencana dan ibu saya tidak memiliki asuransi kesehatan di Korea. Sedangkan, biaya rumah sakit sangatlah mahal.

Saya adalah mahasiswa DKV Binus University yang baru saja memulai program pertukaran pelajar ke Ansan, Korea. Ibu saya ingin ikut pergi ke Korea selama seminggu untuk membantu saya pindahan ke asrama, dan juga untuk jalan-jalan ke korea. Ia sangat senang dapat pergi ke Korea karena ia hampir tidak pernah pergi ke luar negeri. Travel kali ini adalah kesempatan langka untuknya.

93211d7c-1609-4862-b0a7-80ca8542f693.jpg

( Foto Ibu dengan Bapak sebelum sakit )

Sudah dari lama, ibu saya menderita sakit perut yang sangat perih, yang kami kira adalah sakit maag kronis dan penyakit asam lambung yang naik ke kerongkongan (gastroesophageal reflux disease). Keadaan sakit perut ini sangat sering terjadi, dan ibu saya selalu kesakitan hingga akhirnya harus selalu ke rumah sakit dan dirawat inap. Keluarga saya hanya mampu membiayai pengobatan standar, maka mungkin ini sebabnya ibu saya sukar untuk sembuh total walaupun sudah berusaha mencoba berbagai metode penyembuhan.

Saya dan ibu saya sampai di Korea pada tanggal 26 Februari. Pada 3 Maret malam hari, ibu saya kesakitan di perutnya dan tidak dapat tidur. Ia terus merintih, bersendawa keras, muntah, dan diare. Akhirnya saya menelepon ambulans darurat pada jam 1 malam dan ibu saya dibawa ke rumah sakit terdekat di Ansan.

dd69b499-db39-47c1-bc72-75dbe10a2a32.jpg

Foto saat Ibu saya masuk UGD di Danwon Hospital

Setelah beberapa jam di UGD dan tetap merasa kesakitan, akhirnya dokter melakukan tes x-ray dan CT scan. Hasil yang didapat adalah, ibu saya didiagnosis penyakit yang lebih berbahaya dari yang kami pikir sebelumnya. Diagnosisnya adalah radang pankreas dan saluran empedu. Kemudian, terdapat batu empedu di dalam kantung empedu dan saluran empedu.

Batu empedu dalam kantung empedu menyebabkan radang yang sangat parah yang memungkinkan dinding kantung pecah jika tidak ditindak, maka pengobatan yang dilakukan adalah dengan memasukkan selang ke dalam empedu dengan menggunakan jarum, yang digunakan untuk menyedot isi empedu ke luar, ke dalam sebuah kantung plastik medis.

bbc042a7-6ed6-434e-9fa2-8fec53bfb2b4.jpgb5b04a59-e49d-4377-8a25-956956cf1f0f.jpgd86e941b-9e61-4e1b-821d-a07da6b384e9.jpg

Batu empedu pada saluran empedu menyebabkan penyumbatan dan enzim pencernaan yang dihasilkan pankreas menjadi terperangkap dan menyebabkan radang. Fungsi liver dan level enzim ibu saya naik drastis, bahkan hingga 10x lipat normal. Doktor melakukan prosedur endoskopi untuk membedah bukaan saluran empedu sehingga mengurangi penyumbatan.

Semua operasi ini dilakukan pada 4 Maret sore, dan sekarang ibu saya dijadwalkan untuk operasi pada tanggal 6 Maret sore, yakni operasi laparoskopi pengangkatan kantung empedu. Kantung empedu ibu saya sudah tidak berfungsi dan harus diangkat, karena dapat membahayakan.

Seluruh pengobatan ini dilakukan di rumah sakit Korea, padahal rencana awal ibu saya pergi ke korea adalah untuk menikmati travelling di Korea. Ibu saya tidak memiliki asuransi perjalanan ataupun asuransi medis, karena kami tidak menyangka kalau ibu saya akan sakit parah di Korea, yang bahkan harus melakukan operasi.

dfd69efe-f3bc-4cd2-b916-6606af4d761f.jpg90727472-17d1-43d2-813d-dfa61823ce54.jpg

Biaya pengobatan di rumah sakit sekarang menjadi sangat mahal, dan saya sekeluarga cuma bisa pasrah. Staf administrasi rumah sakit sampai sempat memanggil saya untuk berdiskusi mengenai biaya, karena mereka khawatir saya tidak dapat membayar. Saya menjawab bahwa kami sedang berusaha mengumpulkan dana, dan ketika ditanya kapan akan bayar, saya jawab kira-kira ketika ibu saya keluar dari rumah sakit, yang rencananya tanggal 10 atau 11 Maret. Lebih cepat lebih baik, supaya biayanya tidak bertambah besar.

Setelah diskusi keluarga, kami memutuskan untuk meminta bantuan donasi melalui website ini, dan berdoa kepada Allah swt. Jika kamu dapat membantu donasi, kami akan sangat berterima kasih. Setiap ibu saya merasa sakit di area perut, kami sekeluarga selalu merasa sedih karena penyakit ini mengganggu kehidupan keseharian ibu saya. Saya benar-benar berharap bahwa pengobatan di Korea ini akan menyembuhkan ibu saya sepenuhnya.

Terima kasih banyak.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (172)