Kitabisa! - ERIN'S PROJECT - GAJAH SUMATERA BERUSIA 4 TAHUN
ERIN'S PROJECT - GAJAH SUMATERA BERUSIA 4 TAHUN

ERIN'S PROJECT - GAJAH SUMATERA BERUSIA 4 TAHUN

Rp 4.041.402
terkumpul dari Rp 34.080.000
22 Donasi 0 hari lagi
Barkah Suparman
Akun telah terverifikasi

Cerita

ERIN'S PROJECT

Kuat, besar dan gagah. Bagaimana kecantikan masih dapat terpancar dari mamalia terbesar di dunia. Bagaimana makhluk besar yang kuat dan gagah itu dapat juga memancarkan keindahan dalam waktu yang bersamaan. "The miracle of elephant."

"The elephants can survive only if forest survive." Ujaran tersebut benar adanya, karena seperti yang dapat kita lihat bahwasannya kini populasi gajah semakin berkurang, seiring dengan menyempitnya hutan, sejalan dengan semakin serakahnya manusia.

Tempat tinggal mereka, dijadikan lahan pencarian nafkah oleh manusia. Apa yang manusia anggap sumber mata pencaharian, adalah makanan mereka. Maka hilanglah harmoni yang dulu tercipta, digantikan pembantaian yang dianggap 'diperbolehkan' hanya atas dasar asumsi salah satu pihak.

Di antara gencarnya pembantaian sebagai aksi dari pemuas keserakahan manusia, Taman Nasional Way Kambas mengobati sedikit kerusakan tersebut. Menyediakan tempat mereka hidup, tanpa harus khawatir akan ancaman. Membiarkan mereka menikmati kehidupan.

Di dalam surga kecil tersebut, hiduplah Erin. Gajah kecil yang tidak sempurna. Tidak serupa dengan yang lainnya. Tak sama, Erin hidup dengan belalai yang pendek. Akibat dari keserakahan lainnya. Akibat dari kejahatan manusia. Erin harus melanjutkan hidup dengan kekurangannya, ketidakmampuannya.

Erin adalah nama bayi gajah Sumatera berjenis kelamin betina yang saat ini berusia 4 tahun. Keberadaannya di Taman Nasional Way Kambas cukup mencuri perhatian. Ketidaksempurnaan yang sempurna. Erin hidup dengan kekurangannya. Memiliki belalai yang tidak sempurna akibat dari kejahatan manusia. Belalai Erin terjerat perangkap yang dipasang oleh pemburu gading gajah, padahal belalai gajah sejatinya adalah anatomi tubuh yang sangat penting kegunaannya.

Pada saat ini keadaan Erin sudah berangsur-angsur normal dengan segala penyesuaiannya. Erin kini terampil memakan rumput yang telah dicacah dengan belalainya, memakan pisang dengan cara dihisap dengan belalainya, dan memakan pelepah kelapa yang sudah dibersihkan lapisan kulitnya dengan bantuan kakinya, serta Erin mendapat bantuan untuk mendapatkan makanan tambahan dari Mahoutnya (Perawatnya).

Adalah Mahout yang bernama Sukowiyono, yang mengajarkan Erin untuk dapat bertahan dan menyesuaikan diri. Yang dengan segala ketulusannya memercayai gajah asuhannya. Yang merawat Erin dengan penuh cinta kasih. Yang setiap hari memberinya makan dan selalu mengajari Erin agar Erin dapat bertahan hidup dengan keterbatasan yang akan selamanya ia sandang. Menjadikan keterbatasan itu bukan sebagai cacat dan penghalang, melainkan keunikan, dan sesuatu yang dapat membuatnya istimewa.

Hubungan Erin dan Mahout Sukowiyono adalah perlambangan dari harmoni alam. Harmoni yang seharusnya ada. Tercipta dengan alami. Apabila tidak dirusak oleh keserakahan. Apabila rasa ingin menguasai itu tidak mendominasi diri. Harmoni yang seharusnya dapat menjaga keseimbangan bumi, alam kaya raya milik Tuhan, yang Ia izinkan untuk kita tinggali bersama ini.

ALASAN KAMI MEMBUAT ERIN'S PROJECT

Erin's Project ini merupakan proyek pembuatan video documenter yang di organisir oleh Colter Reflex yang akan rilis pada hari bumi 21 April 2019. Kami akan mengangkat kisah Erin dan Pak Sukowiyonoyang hidup di Kawasan Taman Nasional Way Kambas. Status kritis pada Gajah Sumatera membuat kami Colter Reflex sedikit ingin berkontribusi dengan kemampuan kita dalam bidang photography dan videography. Kami merasa harus melakukan hal ini, demi mereka yang dirampas habitatnya, demi mereka yang diambil hak hidupnya, demi dapat dilihat oleh dunia pada hari bumi 21 April 2019.

Referensi contoh konsep film

KONSEP FILM

- Kami akan mengangkat kisah hubungan Erin dan Pak 
Sukowiyono

- Narasi yang di buat di dalam film seolah diri Erin yang bercerita

- 2 Menit awal film akan menceritakan sejarah Erin yang akan di ceritakan oleh Pak Sukowiyono

- 3 sampai 13 menit film akan di isi oleh narasi Erin

- 2 Menit akhir film akan menceritakan emosional antara hubungan Pak Sukowiyono dan Erin yang akan di ceritakan oleh Pak Sukowiyono


RUNDOWN ERIN’S
PROJECT

Pembuatan film.
17 - 20 Nov 2018
Berlokasi di Way Kambas Lampung.

Rilis trailer film,1 Jan 2019 akan di publikasikan
serentak di Youtube, Instagram
dan media sosial lainnya oleh pihak terkait. Berdurasi 1 Menit

Rilis film, 21 Apr 2019 akan di publikasikan
serentak di Youtube, Instagram
dan media sosial lainnya oleh pihak terkait. Berdurasi 15 Menit

BIAYA OPERASIONAL YANG DIBUTUHKAN AGAR
ERIN DAPAT DILIHAT OLEH DUNIA

1. Transportasi ( Bandung - Lampung ) Pergi-Pulang Rp 11.900.000

2. Biaya Penginapan Rp 1.500.000

3. Biaya Makan Untuk Team Erin’s Project Rp 2.000.000

4. Ticket Masuk Way Kambas Rp 500.000

5. Peralatan P3K Rp 200.000

6. Peralatan dan Perlengkapan Pengambilan Gambar Rp 7.980.000

7. Tunjangan Untuk Pak Sukowiyono Rp 5.000.000

8. Tunjangan Untuk Perawatan Erin Rp 5.000.000

Total Rp. 34.080.000

Note:

- Biaya akomodasi dan transportasi yang terlampir digunakan untuk 4 hari dan 10 orang.

- Jika total dana bantuan melebihi target maka kami akan mengalokasikan dana tersebut untuk Erin dan Pak Sukowiyono.

Sedikit.

'Sedikit' itu merupakan sebutan untuk jumlah yang tidak banyak. Namun sedikit tindakan kita ini dapat memberikan dampak yang besar bagi mereka, Erin dan Gajah Sumatera yang ada di Kawasan Taman Nasional Way Kambas. Mereka berhak dilihat dunia. Atas apa yang mereka terima atau tidak dari manusia. Biarkan manusia yang lain menyaksikannya. Bagaimana ada sekumpulan manusia tanpa jiwa, namun nyatanya masih ada pula segelintir manusia dengan rasa cinta. Biarkan dunia melihat kondisi mereka. Biarkan mata dunia terarah pada mereka.

Biarkan tangan-tangan penuh cinta terulur kearah mereka. Biarkan perhatian tercurah untuk mereka. Bantulah bawa kembali harmoni, yang telah lama sirna. Bangun kembali surga indah tempat para gajah dan manusia dapat hidup berdampingan. Tempat dimana keserakahan tidak memiliki ruang untuk tumbuh. Tempat dimana hanya ada kepercayaan dan toleransi, juga pertemanan.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (22)