Dukung Siswa Lumpuh Tidak Berhenti Melangkah
Dukung Siswa Lumpuh Tidak Berhenti Melangkah

Dukung Siswa Lumpuh Tidak Berhenti Melangkah

Rp 38.722.115
terkumpul dari Rp 50.000.000
524 Donasi 0 hari lagi

Informasi Penggalangan Dana

Loading...

Cerita

3be0b84d-110c-4cb9-876a-6e09c0a45554.jpg

Tutik Lasiana tak pernah patah semangat dengan kondisi Ahmad Fata Ali Akbar, anaknya semata wayang. Setiap hari, Tutik bersama Miswanto, suaminya bergantian memapah anaknya naik turun sepeda motor agar Fata bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Pagi itu, setelah dikenakan seragam SD lengkap, Tutik, penjual keliling mainan anak-anak ini memapah anaknya menuju sepeda motor yang berada di depan rumahnya. Sesaat setelah naik di sepeda motor, Tutik meminta Fata tangannya melingkar diperutnya agar tak jatuh saat kendaraan melaju di jalan raya. Setibanya di sekolah, Tutik menurunkan Fata dan memegang kedua ketiak anaknya dipapah agar dapat berjalan menuju ruang kelas empat SDN Coper.

“Sudah rutinitas saya seperti ini. Jadi sudah biasa,” kata Tutik kepada Kompas.com. Fata lahir normal, tapi Tutik menceritakan setelah berumur satu tahun terdapat perbedaan terhadap anaknya. Saat Fata berumur satu tahun, anak-anak tetangganya sudah mulai bisa berjalan sementara Fata kedua kakinya lumpuh sehingga tidak bisa berjalan sama sekali.

4074f02d-7a3e-486e-802c-0c3d51420723.jpg


“Tangannya bisa bergerak seperti anak normal lainnya. Hanya kakinya lumpuh dan tidak bisa berjalan. Kalau bicara dan dengar dia normal,” ungkap Tutik. Saat Fata kecil bisa tengkurap, kepalanya tidak bisa terangkat dan pada saat anak-anak yang lahir sama dengan Fata ketika sudah mulai belajar duduk, Fata saat itu hanya bisa berbaring saja. Khawatir dengan kondisi anaknya, ia lalu membawa Fata ke rumah sakit. Setelah dirangsang, baru bisa duduk tetapi harus dipegang agak tidak terjatuh. "Alhamdulilah sekarang sudah bisa duduk sendiri," ujarnya. Saat diperiksa di rumah sakit, Fata sudah divonis tidak bisa dioperasi agar kakinya sembuh dari lumpuh. Dokter hanya menyarankan sering dilakukan terapi di rumah sakit. Rupanya terapi yang telah dilakukan tidak membuat kaki Fata sembuh dari kelumpuhan.

Tutik tak menginginkan anaknya terbelakang di dunia pendidikan. Ia nekat menyekolahkan anaknya di sekolah formal seperti layaknya anak-anak yang normal. Gayung bersambut, Fata bersuka cita lantaran ibunya mau menyekolahkannya. Ia pun sekuat tenaga belajar agar tak mengecewakan kedua orang tuanya. Bahkan usai pulang sekolah, Fata meminta orang tuanya untuk diantar mengaji kitab suci Al Quran di salah satu masjid. “Dan alhamdulillah sekarang Fata sudah sampai juz 20.

Tak hanya itu, Tutik bersyukur karena teman-teman sekelas Fata banyak yang bersimpati dengannya. Teman sekelas acapkali membantu membelikan jajan hingga membantu mengangkat Fata duduk di kursi.

Berjualan mainan keliling meski penghasilannya sebagai penjual keliling mainan anak-anak pas-pasan, Tutik bersama suaminya berjualan keliling mainan anak-anak di tempat hajatan. Untung dari berjualan mainan bisa saja mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000. Namun keuntungan itu tidak bisa dipastikan saat berjualan.

Namun demikian Bu Tutik dan Pak Miswanto tidak putus asa, Ia terus berusaha demi melihat harapan masa depan Fata yang lebih baik. Untuk itu, KOMPAS.COM mengajak pembaca membantu Fata mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik, dengan cara :

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Sebarkan juga link ini untuk mengajak lebih banyak orang agar bisa membantu mewujudkan apa yang diperjuangkan Fata dan Keluarga.

Artikel ini tayang di kompas.com dengan judul “Cerita Ketabahan Penjual Mainan Keliling Sekolahkan Anaknya yang Lumpuh

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


icon-flash-message

Doa-doa #OrangBaik

Terbaru
  • Terbaru
  • Terpopuler
Loading...

Donasi (524)


Fundraiser