Kitabisa! - Filter Air Minum Untuk Korban Bencana Palu
Filter Air Minum Untuk Korban Bencana Palu

Filter Air Minum Untuk Korban Bencana Palu

Rp 38.050.883
terkumpul dari Rp 50.000.000
69 Donasi 0 hari lagi

Cerita

Mengobati Duka dengan Memberi Air Minum Untuk Palu dan Donggala

Pada Jumat 28 September lalu, gempa bumi dan tsunami melanda daerah Palu dan Donggala. Dilansir dari berbagai media, sampai saat ini tercatat 1.407 dinyatakan tewas, 113 orang hilang, 2.549 luka berat dan lebih dari 73.000 orang diharuskan untuk mengungsi. Sebanyak 65.733 rumah dinyatakan rusak berat akibat bencana alam ini. Banyak juga fasilitas umum lain seperti gardu listrik, saluran air rusak sehingga tidak bisa digunakan oleh warga.

865e371e-ea4e-4a09-bdec-3420caedb1c5.jpg

Saat ini pengungsi di Palu membutuhkan air minum. Kebutuhan makanan dan air minum di Palu sangat mendesak. Dilansir dari sindonews.com, korban bencana Palu saat ini sangat membutuhkan makanan, obat dan air minum. Dalam kondisi setelah bencana ketersediaan air bersih dan air konsumsi (minum) adalah hal yang sangat krusial karena terdapat kemungkinan sumber air yang mereka miliki tercemar saat terjadi bencana.

Oleh karena itu Water.ID mengajak orang baik untuk membantu memberikan 50 filter air kepada warga Palu. Filter air ini dapat menghasilkan air siap minum dari air baku apapun seperti air PDAM, air sumur, air hujan, dan air lainnya selain air asin, bekerja tanpa membutuhkan listrik, tanpa merebus dan tanpa bahan bakar. Filter air ini nantinya akan ditempatkan pada tempat-tempat pengungsian. Satu filter air ini dapat gunakan untuk lebih dari 100 orang. Per 24 jam, 1 filter air dapat menghasilkan sekitar 24 galon air bersih dan dapat memproduksi 42.000 liter air secara keseluruhan. Filter air ini telah digunakan pada lokasi bencana lain seperti lokasi pengungsian banjir di daerah Cieunteung, Kab. Bandung pada tahun 2017.

Filter air dikembangkan oleh Dr. dr. Sri Yusnita Irda Sari M.Sc dosen, bekerjasama dengan Pusat Studi Teknologi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Padjadjaran dan PT. Holland For Water. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Pusat Studi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, fiiler air ini dapat digunakan untuk menyaring air yang ada menjadi air minum sehat 100% aman bagi kesehatan. Hasil pengujian di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unpad dapat menyaring 99.999% mikrobiologi, sekalipun air baku yang digunakan sangat tercemar. Hal ini sangat membantu mencegah penyakit diare atau penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Filter air ini juga telah didukung oleh PMI, International Federation of Red Cross & Red Crescent Societies dan Zurich Insurance.

6fbdadf7-cd08-465c-be47-40615434ac2a.jpg

Water.ID berkolaborasi dengan Telaga untuk memberikan filter ini kepada masyarakat Palu dan Donggala yang terkena dampak dari bencana alam ini agar mereka bisa mendapatkan air minum dengan air baku yang mereka miliki. Kami memerlukan bantuan donatur untuk dapat memberikan filter air ini ke banyak daerah dan tempat pengungsian sehingga mereka bisa memiliki air minum dengan kualitas baik.

Dengan adanya filter air ini diharapkan mereka memiliki sumber air minum dengan kualitas baik dan tidak terserang penyakit karena kekurangan air bersih.

Telaga juga telah diliput oleh beberapa media nasional seperti okezone.com yang dapat diakses pada link berikut ini:

https://news.okezone.com/read/...

Untuk pendistribusian filter air Telaga ini, Water.ID akan bekerjasama dengan Medicuss Foundation. Medicuss Foundation adalah sebuah yayasan nirlaba yang berfokus pada masalah kesehatan, pendidikan, dan sosial di seluruh Indonesia. Medicuss mulai bergerak sebagai tim tanggap bencana sejak tahun 1998 yang terdiri dari relawan tenaga kesehatan dan paramedis. Kegiatan yang telah dilakukan oleh Medicuss Foundation adalah pelayanan korban banjir di Solo pada tahun 2008, pelayanan kepada korban bencana tanggul situ gintung pada tahun 2009, pelayanan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Mentawai pada tahun 2010, dan First response gempa bumi Lombok 2018.

52b16a91-0f0f-43af-9087-ca895e692b48.jpg

Medicuss Foundation akan berangkat ke Palu dan Donggala direncakan pada hari Selasa 9 Oktober 2018. Jika sesuai rencana, maka warga Palu dan Donggala sudah dapat menikmati filter air Telaga pada hari Kamis 10 Oktober 2018.

Kredit Foto: cnnindonesia.com

English Version:

On Friday, September 28, the earthquake and tsunami struck Palu and Donggal. Reported from various media, 1,407 have been declared dead, 113 missing, 2,549 seriously injured and more than 73,000 people are required to evacuate. A total of 65,733 houses were declared seriously damaged by this natural disaster. There are also many other public facilities such as electrical substations, waterways are damaged and cannot be used by residents.

At the moment, refugees in Palu need drinking water. Needs of food and drinking water in Palu are very urgent. Reported from sindonews.com, victims of the Palu disaster are currently in dire need of food, medicine and drinking water. After a disaster, the availability of clean water and consumption water (drinking) is very crucial because there is a possibility that their regular water source is contaminated during a disaster.

Water.ID invites good people to help provide 50 water filters to the citizens of Palu. This water filter can produce ready to drink water from any raw water such as PDAM water, well water, rainwater, and other water besides salt water, working without electricity, without boiling and without fuel. This water filter will later be placed in refugee camps. This water filter can be used for more than 100 people. Per 24 hours, 1 water filter can produce about 24 gallons of clean water and can produce 42,000 liters of water as a whole. This water filter has been used in other disaster locations such as flood evacuation locations in the Cieunteung area, Kab. Bandung in 2017.

This water filter was developed by Dr. dr. Sri Yusnita Irda Sari M.Sc lecturer, in collaboration with the Center for Health Technology Studies, Faculty of Health, Padjadjaran University and PT. Holland For Water. Based on research that has been carried out at the Health Study Center of the Faculty of Medicine, Padjadjaran University, this water fiiler can be used to filter the available water into healthy drinking water 100% safe. The test results at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Medicine Unpad can filter 99.999% microbiology, even though the raw water used is polluted. This greatly helps prevent diarrhea or water-borne diseases and the environment. This water filter has also been supported by PMI, the International Federation of Red Cross & Red Crescent Societies and Zurich Insurance.

Water.ID collaborates with Telaga to provide this filter to the people of Palu and Donggala who are affected by this natural disaster so they can get drinking water with the raw water they have. We need donor assistance to be able to provide this water filter to many areas and evacuation sites so they can have good quality drinking water.

With this water filter, they are expected to have a good quality drinking water source and not be affected by disease due to lack of clean water

For the distribution of this Telaga water filter, Water.ID will collaborate with the Medicuss Foundation. The Medicuss Foundation is a non-profit foundation that focuses on health, education and social issues throughout Indonesia. Medicuss began to move as a disaster response team since 1998 consisting of volunteers for health workers and paramedics. The activities that have been carried out by the Medicuss Foundation are the service of flood victims in Solo in 2008, the service to the gintung embankment disaster victims in 2009, the service to the victims of the earthquake and tsunami in Mentawai in 2010, and the First response to the 2018 Lombok earthquake.

The Medicuss Foundation will depart for Palu and Donggala planned on Tuesday 9 October 2018. If according to plan, the citizens of Palu and Donggala can already enjoy the Telaga water filter on Thursday, October 10 2018.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (69)