Kitabisa! - Impian Guru Perbatasan Jonathan Fakdawer
Impian Guru Perbatasan Jonathan Fakdawer

Impian Guru Perbatasan Jonathan Fakdawer

Rp 1.962.096
terkumpul dari Rp 25.000.000
17 Donasi 0 hari lagi
Wahyudin K
Akun belum terverifikasi

Cerita

Jonathan Fakdawer Sebagai Guru Perintis Berdirinya SMPN Persiapan Abidon

SMPN Persiapan Abidon merupakan sekolah yang berdiri pada tahun 2013 di Pulau Rutum, Distrik Kepulauan Ayau, Papua Barat. Sekolah yang berada pada peta gugusan pulau terluar dan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan lautan Republik Palau. Pendirian sekolah tersebut atas upaya dan kerja keras seorang guru asli Kepulauan Ayau, Jonathan Fakdawer. Beliau menilai bahwa pendirian SMPN Persiapan Abidon untuk memberikan solusi kepada masyarakat atas akses sangat jauhnya sekolah lanjutan (SMP) bagi siswa yang lulus dari sekolah dasar di Pulau Reni dan Pulau Rutum. Pada tanggal 2 Mei 2013 Jonathan Fakdawer membuka pendaftaran dengan jumlah murid 41 siswa. Hingga saat ini SMPN Persiapan Abidon memiliki 3 tingkatan kelas dengan jumlah murid 57 siswa.


Gurat Asa Perjuangan Jonathan Fakdawer Untuk SMPN Persiapan Abidon

Jonathan Fakdawer lahir pada 17 Agustus 1985 merupakan anak asli Pulau Rutum, Kepulauan Ayau. Semenjak lulus sebagai Sarjana Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Sorong ia mendedikasikan segala keterampilannya di SMPN Persiapan Abidon.

Dibesarkan oleh alam dan dididik oleh sistem pendidikan di Tanah Papua, Jonathan Fakdawer mampu menjadi simbol pendidikan Papua untuk Indonesia. Reflektivitas melihat pendidikan sebagai subjeklah yang pada akhirnya menentukan dan mengevaluasi perubahan. Tanpa melupakan dari mana ia berasal, secara kultural Jonathan Fakdawer juga memiliki bakat dan minat dalam bidang kesenian. Selama menjadi guru yang sudah berjalan ditahun keempat Jonathan Fakdawer merasakan persis bentuk marjinalisasi pendidikan di Kepulauan Ayau, yaitu gaji yang sangat tidak rasional bagi guru non pegawai negeri. Ia bercerita dalam satu semester gajinya pernah hanya dua ratus ribu rupiah, padahal biaya hidup di Kepulauan Ayau sangat sulit untuk ditandingi.


Selain tugas utama dalam mendidik di SMPN Persiapan Abidon, hari-hari Jonathan Fakdawer diisi oleh aktivitas sebagai nelayan, yang merupakan alasan utama untuk menyambung kehidupan keluarga dan isterinya karena ia menyadari bahwa sebagai guru honorer ia tak bisa menggantungkan segala keperluan dan kebutuhan hidup keluarganya pada sekolah, meski begitu ia tidak meratapi dan berkeluh kesah kepada sekolah dan pemerintah setempat akibat gaji yang sangat rendah.

Baginya, menjadi guru adalah kewajibannya mengisi ruang dimensi individual dan sosialnya, sedangkan menjadi seniman dan nelayan adalah warisan leluhur yang harus ia jaga. Di sinilah saya menangkap, nilai semangat anak asli Tanah Papua yang seharusnya dimiliki setiap sekolah-sekolah di seluruh Tanah Papua dan mampu menjadi contoh bagi Indonesia. Makna pendidikan yang dicontohkan adalalearning to learnyaitu Jonathan Fakdawer mampu menstimulasi para murid-muridnya untuk terus belajar dan mampu memaknai setiap peristiwa dan pengalaman hidup.

Jonathan Fakdawer pernah mengalami pengalaman hidup yang negatif perihal profesinya menjadi guru akibat gaji yang sangat rendah. Ia sempat akan berhenti menjadi seorang guru namun akhirnya ia sadar bahwa gelar Sarjana Pendidikan bukan bermakna individu saja tetapi juga untuk sosial yang notabene adalah untuk kampung halamannya sendiri. Jonathan Fakdawer telah menjadi inspirasi bagi murid-muridnya, tidak hanya di kelas, tetapi juga pendidikan di luar kelas, ia mengajari muridnya supaya bangga atas karya seni yang telah mengakar sejak dahulu seperti ukiran Papua dan juga menjadi nelayan yang ramah dengan alam. Karena baginya pendidikan di Kepualau Ayau adalah pendidikan yang mesti mampu bersinergi dengan alam dan kebudayaan.


SMPN Persiapan Abidon Mencipta Cikal Kemilau Prestasi Anak Papua dari Gugusan Pulau Terluar dan Terdepan Indonesia

Di dalam dan di luar kelas Jonathan Fakdawer tetap menjadi nilai kebanggan para siswa, beberapa pencapaian dan segala juang yang dilakukan oleh Jonathan Fakdawer dalam mendampingi murid-muridnya untuk melihat dunia yang lebih luas. Data terbaru ini saya dapatkan dari seoarang rekan bernama Imam Arifudin yang baru saja kembali ke Jakarta setelah bertugas sebagai guru SM3T angkatan V di SMPN Persiapan Abidon.

  • SMPN Persiapan Abidon mengirimkan 16 Siswa terbaiknya mewakili Kabupaten Raja Ampat dalam Jambore Nasional X 2016 yang akan berlangsung di Cibubur Jakarta pada 12-21 Agustus 2016
  • Dalam Jambore Cabang Pramuka Kabupaten Raja Ampat yang berlangsung 18 Februari-22 Februari 2016, SMPN Persiapan Abidon mencapai prestasi sebagai sekolah terbaik
  • Pada bidang olahraga tim sepak bola SMPN Persiapan Abidon meraih juara 2 dalam perhelatan Liga Pendidikan Indonesia 2016 tingkat Kabupaten Raja Ampat


Tujuan Penggalangan Dana

Tujuan kampanye penggalangan dana "Impian Guru Perbatasan Jonathan Fakdawer" diharapkan dapat mencipta gerakan kolektif pemberian apresiasi dari masyarakat Indonesia atas segala usaha dan kerja keras Jonathan Fakdawer dalam menjaga bara semangatnya membimbing anak-anak Kepulauan Ayau. Orang seperti Jonathan Fakdawer adalah alasan tetap bersinarnya setiap pelita pendidikan Indonesia di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia di Papua.

Mimpi Jonathan Fakdawer sangatlah sederhana, ia ingin memiliki perahu motor sendiri guna mendukung segala kegiatan penunjang aktivitas di sekolah (karena moda trasnportasi satu-satunya yang dapat diakses di Kepulauan Ayau hanya dengan perahu) dan perahu bermotor tersebut dapat menjadi moda yang dapat dioperasikan untuk melaut mencari ikan sebagai nelayan sepulang ia menyelesaikan tugasnya dari sekolah.

Donasi yang terkumpul akan dipergunakan untuk pembelian mesin tempel Yamaha 15 PK yang akan berfungsi sebagai motor untuk perahu. Donasi akan disalurkan melalui nomor rekening Mochammad Rochim yang mengikuti program Guru Garis Depan (GGD) dan saat ini bertugas sebagai rekan mengajar bersama Jonathan Fakdawer di SMPN Persiapan Abidon.


Campaigner

Wahyudin - Relawan Guru Sobat Bumi Angkatan II (RGSB II) yang bertugas di Kepulauan Ayau (Agustus 2014-Juni 2015) 089634664709 [email protected] / [email protected]

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (17)