Kitabisa! - Bantu Sastrawan Hamsad Rangkuti Kembali Pulih
Bantu Sastrawan Hamsad Rangkuti Kembali Pulih

Bantu Sastrawan Hamsad Rangkuti Kembali Pulih

Rp 39.045.356
terkumpul dari Rp 100.000.000
156 Donasi 0 hari lagi

Cerita

6ec3bb227facc95a10e7420c42c946ce7c7db039.jpeg

"Tiga hari kelopak matanya tertutup terus tadi siang sudah bisa terbuka walaupun kadang berkedip-kedip," ujar Nur

Saya, Ricky Pesik. Saya adalah penikmat karya Hamsad Rangkuti. Kali ini saya ingin mengajak teman-teman semua untuk meringankan beban Hamsad dan isterinya, Mba Nurwindasari yang kini sedang berjuang melawan penyakit.

"Awalnya sakit itu muntah-berak. Tahun 2012, Bapak sampai harus melakukan operasi by pass jantung. Perutnya sampai-sampai harus dilubangi karena tak bisa lagi buang air kecil. Tahun 2016 itu kena stroke sampai sekarang," tutur Mba Nur.

Hamsad mulai memburuk keadannya sekitar tahun 2009 tepat setelah beliau mendapatkan penghargaan SEA Writers Award di Thailand. Pemerintah Kota Depok mengambil tanah mereka secara sepihak, membangun tempat pembuangan sampah berukuran 5×12 meter di belakang rumahnya.

Rumah yang dibangun dengan uang hasil menulisnya tak lagi terasa hangat. Sampah yang menumpuk di tanah yang terebut menerbangkan bau. Belatung. Kecoak. Tikus. Menembus tembok-tembok rumahnya. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan Pak Hamad memutuskan "mengungsi" ke kampung halaman.

d5833f41cf759c14c21196b7a785be95f8e494c2.png

Sejak itu beliau dirawat berpindah-pindah, sempat di Rumah Sakit Sembiring, Deli Serdang, akibat stroke. Kemudian dipindah ke Rumah Sakit Fatmawati, Lebak Bulus. Kondisinya memburuk kembali, sehingga kembali diabwa ke Rumah Sakit Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci.

Beliau kini dirawat di lantai 2 ruang Elang RSUD Depok. Hanya Nurwindasari, istri tercintanya, dan Girindra Rangkuti, putra keduanya yang mendampingi setiap hari, membutuhkan bantuan untuk memulihkan kesadaran dan kesehatan.

b2f6ce1f07215325f446c2a4fff4c3829e9033ab.png

Menurut Nur, dalam satu bulan suaminya butuh 9-10 boks Proten. Sementara harga satu boks Proten sekitar Rp 256 ribu. "Walaupun sudah dirawat di rumah keperluan yang dibutuhkan masih sangat besar, apalagi ini harus kembali dirawat di rumah sakit kayak begini" katanya.

Kita bisa membantu sastrawan besar Indonesia kembali pulih dan menorehkan lagi tulisan-tulisan sastra yang penuh arti dan membantu mengobati luka hatinya, yang disia-sia bangsa yang diharumkannya.

Cara Donasi:

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Tulis nominal dan puisi simpati di kolom komentar

3. Isi data diri dan pilih metode pembayaran

4. Transfer sesuai dengan nomor rekening yang tertera


Hamsad Rangkuti adalah penulis besar yang dimiliki bangsa ini sekaligus pernah menjadi pemimpin redaksi Horison. Hamsad pernah menerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi (2014). Karyanya yang paling fenomenal adalah cerita pendek yang berjudul "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu" dan pernah dibacakan pada Festival November 1998 di Taman Ismail Marzuki.

BEBERAPA KARYA BESAR HAMSAD RANGKUTI:

PENGHARGAAN

  • Penghargaan Insan Seni Indonesia Mal Taman Anggrek & Musicafe (1999)
  • Penghargaan Sastra Pemerintah DKI (2000)
  • Penghargaan Khusus Kompas atas kesetiaan dalam penulisan cerpen (2001)
  • Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2001)
  • Pemenang Cerita Anak Terbaik 75 Tahun Balai Pustaka (2001) untuk "Umur Panjang untuk Tuan Joyokoroyo" dan Senyum "Seorang Jenderal pada 17 Agustus"
  • SEA Write Award (2008)
  • Khatulistiwa Literary Award 2003 untuk Bibir dalam Pispot
  • Hadiah Harapan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 1981 untuk Ketika Lampu Berwarna Merah
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (156)