Hour of Code Indonesia - Aranggi Soemarjan
Hour of Code Indonesia - Aranggi Soemarjan

Hour of Code Indonesia - Aranggi Soemarjan

Rp 1.500.621
terkumpul dari Rp 10.000.000
0 Donasi 0 hari lagi


Cerita

3 negara terbesar dunia, Tiongkok, India & Amerika, berlomba-lomba mempersiapkan generasi masa depannya untuk menguasai keahlian programming


India menghasilkan tokoh-tokoh di Industri Teknologi seperti Sundar Pichai (CEO Google) dan Satya Nadella (CEO Microsoft). Photo credit: India.com

Di negara keempat terbesar dunia, Indonesia, justru terjadi sebaliknya

Dengan argumen menciptakan kegiatan pembelajaran berbasis Teknologi Informasi & Komputer (TIK), Pemerintah menerbitkan Peraturan Mendikbud No 68 tahun 2014, di mana mata pelajaran TIK bukannya diperkuat dengan memberi keahlian mencipta teknologi, melainkan justru ditiadakan dari kurikulum nasional, sehingga posisi Guru TIK di sekolah menjadi tidak jelas. Di sekolah-sekolah yang mengikuti peraturan ini, para Guru TIK dialihtugaskan menjadi guru pembimbing, guru prakarya, atau bahkan diberhentikan. Aplikasi pergerakan ini justru berkebalikan dengan arah kompetisi pendidikan dunia.

Sebagai warga negara Indonesia kita akan dihadapkan oleh dua pilihan, yaitu: mempersiapkan generasi yang menguasai atau dikuasai oleh teknologi

Mengetahui hal itu kami relawan komunitas Hour of Code Indonesia, yang pernah menempuh proses pendidikan di Indonesia merasa terpanggil dan berkomitmen untuk turun tangan. Kami ingin bergerak untuk memberdayakan para guru-guru TIK agar dapat mempunyai keahlian Programming dan Coding. Dengan keahlian tersebut, kami berharap para guru-guru TIK bisa mempunyai peran yang lebih besar baik di dalam maupun di luar ruangan kelas. Jika guru-guru TIK di Indonesia mempunyai kompetensi untuk mengajar Coding dan Programming kepada siswa, mereka dapat berperan sebagai agen perubahan bagi para siswa dan generasi muda Indonesia agar dapat lebih beradaptasi dengan dunia digital, sehingga membantu proses peralihan dari user of technology menjadi creator teknologi.

Dengan siswa-siswi Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mempelajari coding, maka generasi-generasi penerus di masa depan mempunyai kesempatan yang lebih untuk menciptakan solusi-solusi teknologi yang berguna bagi bangsa serta dapat menjadikan Republik ini berdiri lebih tegak.


Photo credit: Kompas.com

Rencana Penggunaan Dana

Semua dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk kegiatan dan program dari komunitas Hour of Code Indonesia.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (0)