BANGKIT BERSAMA dengan HUNIAN SEMENTARA
BANGKIT BERSAMA dengan HUNIAN SEMENTARA

BANGKIT BERSAMA dengan HUNIAN SEMENTARA

Rp 25.657.459
terkumpul dari Rp 217.500.000
43 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Para penyintas gempa Lombok memerlukan hunian sementara secepatnya sebelum musim hujan tiba. Ayo wujudkan dengan mobilisasi material bangunan lokal dan relawan arsitek!

Perkenalkan, kami dari Jaringan Arsitek Komunitas (Arkom).  Arkom bekerja dengan masyarakat untuk merancang dan membangun permukiman secara partisipatif, termasuk pasca bencana di Aceh, Yogyakarta, Pariaman, Merapi, dan Tacloban (Filipina).  Sejak 7 Agustus 2018, kami bersama anggota Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) NTB mencoba menjadi bagian dari penyintas gempa di Lombok.

Gempa 7 SR mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa, dan Bali pada 5 Agustus 2018.  Setelah itu masih banyak terjadi gempa susulan.  Berdasarkan Humanity Data Center DMII per 27 Agustus 2018, secara keseluruhan, gempa tersebut telah mengakibatkan lebih dari 564 jiwa meninggal dunia, 390.529 jiwa mengungsi, dan 77.976 rumah rusak.

af7d82eb-a864-488d-925b-75095794131c.jpg

Gambar 1 Warga membangun hunian sementara menggunakan material bambu (Sumber:  Yuli Kusworo, 2018)

Saat ini, para penyintas memerlukan hunian sementara.  Mengapa?

  • Kondisi pengungsi yang tinggal di bawah tenda saat ini terus menurun:  tidur di bawah atap terpal yang sangat panas, dan hanya beralaskan terpal;  lingkungan semakin tidak sehat (mulai bermunculan penyakit seperti muntaber, demam, dan ISPA).
  • Pengungsi yang terbiasa bekerja ingin melakukan sesuatu untuk memperbaiki kondisi keluarga dan komunitasnya, berdiam diri di tenda membuat mereka sakit.
  • Rumah permanen hanya akan bisa dibangun jika bekas tapak rumah sudah bersih.  Saat ini, masyarakat, pemerintah setempat dan relawan mulai membersihkan puing-puing.  Dengan alat yang tergelar saat ini dan masifnya material tembok-beton yang roboh di banyak kampung di KLU, pembersihan puing diperkirakan akan selesai dalam waktu tidak sebentar.
  • Pembangunan rumah permanen secara keseluruhan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Sebentar lagi musim hujan.  Bayangkan bila kondisi pengungsi seperti saat ini terus terjadi berbulan-bulan, sebelum diadakannya rekonstruksi rumah permanen.

Beberapa penyintas telah berusaha membangun hunian sementara tanpa pendampingan.  Namun kualitasnya banyak yang tidak memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan.  Keinginan dan upaya mereka perlu mendapat bantuan fasilitasi teknik juga finansial.

Oleh karena itu, kami berencana memfasilitasi pembangunan 50 hunian sementara di Kecamatan Gangga, Pemenang Barat, Kahyangan, dan Bayan di Kabupaten Lombok Utara.  Pembangunan yang kami fasilitasi akan memaksimalkan pemanfaatan material bangunan yang ada di sekitar lokasi, desain yang sesuai dengan karakteristik lokal, memenuhi standar kenyamanan dan layak huni.  Proses perencanaan dan pembangunan dilakukan secara partisipatif dengan penyintas yang didampingi oleh arsitek muda.  Kedepannya, model hunian sementara yang dibangun dapat menjadi contoh bagi masyarakat atau pihak lain yang juga akan membangun hunian sementara.

fb3132c4-52c9-4816-8826-a77d337e92ae.jpg

Gambar 2 Hunian sementara yang dibangun dengan gotong royong oleh warga (Sumber:  Yuli Kusworo, 2018)

Donasi yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk pembangunan hunian sementara sebanyak 50 unit dengan perkiraan harga Rp. 3,5 juta per unit dan mobilisasi relawan mahasiswa.  Harga per unit tersebut akan dipergunakan untuk pembelian daun kelapa untuk atap, bambu untuk rangka bangunan, bedek bambu untuk dinding, semen dan pasir untuk laintai, paku, kereta sorong, dan mobilisasi material ke lokasi.  Material lainnya akan disediakan oleh masyarakat dari bekas rumah mereka yang masih bisa digunakan seperti seng, pintu dan jendela, serta rangka kayu.

Kontribusi rekan akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Lombok. Bagi para penyintas, membangun hunian sementara mereka secara gotong-royong dapat menghidupkan semangat serta menyembuhkan kesedihan atas dampak gempa. Terima kasih atas partisipasinya. Untuk info lebih lanjut, hubungi:

Yuli Kusworo (08112647745)

Arkomjogja
Jalan Tegal Melati Nomor 59-A
Jongkang RT 001 RW 035
Sariharjo, Ngaglik, Sleman
Daerah Istimewa Yogyakarta 55581
INDONESIA
Tel/Fax: +622742882796

e518716c-248a-435d-ac21-1330a98020aa.jpg
Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (43)