Kitabisa! - Dianggap Sampah. Ibu Siti ingin Serius Jualan ES
Dianggap Sampah. Ibu Siti ingin Serius Jualan ES

Dianggap Sampah. Ibu Siti ingin Serius Jualan ES

Rp 1.882.297
terkumpul dari Rp 9.000.000
16 Donasi 0 hari lagi

Cerita

(Foto di atas adalah penyerahan simbolis pencairan dana pertama utk pembuatan gerobak es) 

Ketika hidup susah dan kekurangan. Dianiaya, disepelekan, dianggap sampah yang menjijikan oleh beberapa orang. Tidak hanya ada di sinetron tetapi begitulah nyatanya di kehidupan Ibu Siti. Semoga, takdir semakin membaik. Saya Dita,  ingin mengajak #orangbaik di Indonesia untuk membantu Ibu Siti.

a3f3fbfd-75b4-47c6-98e6-ecfea9cc32c4.jpg

Kenalkan itu Ibu Siti, salah satu warga Aceh Utara. Beliau sedang mengayuh sepeda nya yang rusak dan karatan untuk menjemput rizki. Kesehariannya sebagai tenaga cuci & setrika di dua rumah.  Terkadang menerima jasa pijat untuk menambah penghasilan. Suami Ibu Siti seorang pencari rotan di hutan. Karena kelelahan mencari rotan dan sakit-sakitan akhirnya berhenti bekerja.

Beliau tinggal di rumah papan kayu bersama suami dan ibu kandung nya yg sudah tua dan memiliki sakit jantung.

Pekerjaan menjadi tukang cuci ini sudah Ibu Siti jalani selama bertahun-tahun. Penghasilannya masih kurang untuk makan sehari-hari. Bahkan sampai harus berhutang di warung dan keluarga tempatnya bekerja. Belum lagi ibu mertua Ibu Siti juga sering sakit-sakitan dan membutuhkan biaya kesehatan.  

Bulan September 2018 ini, suami Ibu Siti mulai banting stir berjualan Es Agogo dengan modal yang pas-pasan. Ditengah kelelahannya bekerja, masih beliau sisihkan waktu dan tenaga untuk membantu suami membuat Es Agogo. Namun, apadaya dengan modal yang sedikit itu belum mampu menjadi pekerjaan pokok untuk menopang hidup  keluarganya. Ditambah lagi cacian dan sindiran yang harus ia terima semakin memberatkan. Ibu Siti pernah berkata : "Kami ini memang orang susah dek. Tapi kenapa kami ini dianggap seperti sampah yang mengganggu sekitar. "Sudah susah ditambah susah. 

Selain itu suami Ibu Siti juga sering dihina saat berjualan Es. Cacian seperti jorok, kotor, dan menjijikan sering dihadapi suami Ibu Siti. Pernah suami Ibu Siti mendengar secara langsung, tidak tahan mendengar nya, suami ibu Siti berani membalas berbicara. 

"Bapak tahu tidak yg jualan Es ini orang miskin! Harusnya Bapak bantu,  bukan malah dihina!"

Ibu Siti sangat ingin mengakhiri pekerjaannya sebagai tukang cuci. Beliau berharap ada jalan rejeki yang lebih dari berjualan Es Agogo. Ibu Siti ingin mengembangkan usaha Es Agogo.

Maka dari itu, saya mengajak para #orangbaik di Indonesia untuk membantu mewujudkan impian Ibu Siti dengan cara klik donasi pada tampilan di bawah ini.

Donasi dari para #orangbaik akan digunakan untuk : 

1. pelunasan hutang Ibu Siti di warung dan tempat beliau bekerja (1,5jt)

2. Pembuatan gerobak es (1,5jt)

3. Pembayaran listrik,  pembuatan sumur bor dan pembuatan kamar mandi (1jt).  Ibu Siti tinggal  dekat pantai,  selama ini memakai air yg kurang layak dengan menimba sumur.  Ibu Siti juga memakai kamar mandi yg kurang layak.  

4. Pembelian sepeda, kulkas freezer, mixer, dan bahan baku Es Agogo (5jt) 

Terimakasih #orangbaik 

NB: Ibu Siti pernah bekerja membantu setrika baju dirumah saya.  Info lebih lanjut untuk berdonasi silahkan hubungi telp/WA : 082361573547 

Semoga Ibu Siti dan keluarga bisa memperoleh hidup yang lebih baik.  

(Foto di atas adalah penyerahan simbolis pencairan dana pertama utk pembuatan gerobak es) 

Ketika hidup susah dan kekurangan. Dianiaya, disepelekan, dianggap sampah yang menjijikan oleh beberapa orang. Tidak hanya ada di sinetron tetapi begitulah nyatanya di kehidupan Ibu Siti. Semoga, takdir semakin membaik. Saya Dita,  ingin mengajak #orangbaik di Indonesia untuk membantu Ibu Siti.

a3f3fbfd-75b4-47c6-98e6-ecfea9cc32c4.jpg

Kenalkan itu Ibu Siti, salah satu warga Aceh Utara. Beliau sedang mengayuh sepeda nya yang rusak dan karatan untuk menjemput rizki. Kesehariannya sebagai tenaga cuci & setrika di dua rumah.  Terkadang menerima jasa pijat untuk menambah penghasilan. Suami Ibu Siti seorang pencari rotan di hutan. Karena kelelahan mencari rotan dan sakit-sakitan akhirnya berhenti bekerja.

Beliau tinggal di rumah papan kayu bersama suami dan ibu kandung nya yg sudah tua dan memiliki sakit jantung.

Pekerjaan menjadi tukang cuci ini sudah Ibu Siti jalani selama bertahun-tahun. Penghasilannya masih kurang untuk makan sehari-hari. Bahkan sampai harus berhutang di warung dan keluarga tempatnya bekerja. Belum lagi ibu mertua Ibu Siti juga sering sakit-sakitan dan membutuhkan biaya kesehatan.  

Bulan September 2018 ini, suami Ibu Siti mulai banting stir berjualan Es Agogo dengan modal yang pas-pasan. Ditengah kelelahannya bekerja, masih beliau sisihkan waktu dan tenaga untuk membantu suami membuat Es Agogo. Namun, apadaya dengan modal yang sedikit itu belum mampu menjadi pekerjaan pokok untuk menopang hidup  keluarganya. Ditambah lagi cacian dan sindiran yang harus ia terima semakin memberatkan. Ibu Siti pernah berkata : "Kami ini memang orang susah dek. Tapi kenapa kami ini dianggap seperti sampah yang mengganggu sekitar. "Sudah susah ditambah susah. 

Selain itu suami Ibu Siti juga sering dihina saat berjualan Es. Cacian seperti jorok, kotor, dan menjijikan sering dihadapi suami Ibu Siti. Pernah suami Ibu Siti mendengar secara langsung, tidak tahan mendengar nya, suami ibu Siti berani membalas berbicara. 

"Bapak tahu tidak yg jualan Es ini orang miskin! Harusnya Bapak bantu,  bukan malah dihina!"

Ibu Siti sangat ingin mengakhiri pekerjaannya sebagai tukang cuci. Beliau berharap ada jalan rejeki yang lebih dari berjualan Es Agogo. Ibu Siti ingin mengembangkan usaha Es Agogo.

Maka dari itu, saya mengajak para #orangbaik di Indonesia untuk membantu mewujudkan impian Ibu Siti dengan cara klik donasi pada tampilan di bawah ini.

Donasi dari para #orangbaik akan digunakan untuk : 

1. pelunasan hutang Ibu Siti di warung dan tempat beliau bekerja (1,5jt)

2. Pembuatan gerobak es (1,5jt)

3. Pembayaran listrik,  pembuatan sumur bor dan pembuatan kamar mandi (1jt).  Ibu Siti tinggal  dekat pantai,  selama ini memakai air yg kurang layak dengan menimba sumur.  Ibu Siti juga memakai kamar mandi yg kurang layak.  

4. Pembelian sepeda, kulkas freezer, mixer, dan bahan baku Es Agogo (5jt) 

Terimakasih #orangbaik 

NB: Ibu Siti pernah bekerja membantu setrika baju dirumah saya.  Info lebih lanjut untuk berdonasi silahkan hubungi telp/WA : 082361573547 

Semoga Ibu Siti dan keluarga bisa memperoleh hidup yang lebih baik.  

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (16)