Dukung Ikhsan Bantu Ayah Penyandang Tunanetra
Dukung Ikhsan Bantu Ayah Penyandang Tunanetra

Dukung Ikhsan Bantu Ayah Penyandang Tunanetra

Rp 66.888.760
terkumpul dari Rp 200.000.000
329 Donasi 0 hari lagi


Cerita

Kisah Ikhsan, Bocah 10 Tahun Tak Malu Bantu Ayah yang Tunanetra Jualan Keripik

Senyum merekah terpancar di wajah Maulana Ikhsan (10), bocah kelas 4 SD saat ditemui di kamar indekos yang disewa orangtuanya di Blok AC BTP, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/5/2019) sore. Dia masih mengingat kala dirinya menemani sang ayah berjualan keripik pisang di warung kopi di Makassar. Ikhsan menjadi buah bibir di media sosial kala tertangkap kamera menuntun ayahnya yang tunanetra di pusat keramaian dan membantu menjajakan dagangan milik ayahnya tersebut ke orang-orang. Foto ini lantas viral dan membuatnya menuai pujian.

Kehidupan Ikhsan beserta keluarganya memang jauh dari kata sempurna. Dia memiliki kedua orangtua yang tunanetra. Saat ini, dia tinggal bersama ayah, ibu serta satu adiknya di sebuah kamar indekos berukuran sekitar 4 x 5 meter. Hanya ada satu ranjang kayu berukuran kecil yang berada di sisi kiri pintu masuk di kamar kos itu serta sebuah televisi yang kadang jadi hiburan keluarganya.

Keterbatasan fisik kedua orangtuanya membuatnya sulit untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sang ayah, Asep, mengaku pernah memiliki tunggakan tiga bulan kosnya. Oleh karena itu, Ikhsan harus menyediakan waktunya untuk membantu sang ayah menjual keripik. 


"Saya ingin membahagiakan orangtua. Jadi saya harus membantu orangtua," kata Ikhsan saat ditemui Kompas.com di kediamannya.


Tak pernah malu Bocah yang suka pelajaran tematik ini mengatakan, sebelum membantu orangtua, dia terlebih dahulu pergi ke sekolah hingga sore. Berjualan keripik, lanjut dia, diupayakan untuk tidak menghambat waktunya bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Ikhsan mengatakan, baru ikut membantu ayahnya jika sudah pukul tujuh malam ketika ia selesai mengaji bersama teman-temannya. Ia baru menemani ayahnya berjualan di siang hari ketika itu hari Minggu atau pun hari libur karena tanggal merah. "Daripada tinggal saja di rumah tidak ada dibikin, lebih baik bantu ayah berjualan sekalian ketemu juga sama orang-orang," tukasnya.

Bocah yang bercita-cita menjadi tentara ini tak sedikit pun pernah merasa malu membantu orangtuanya yang tunanetra meski sempat menerima ejekan. Dia mengenang peristiwa kelamnya beberapa waktu lalu, kala dia masih bersekolah di lingkungan yang lama, ia juga pernah menjadi bulan-bulanan temannya. Namun, hal itu tak membuat semangat Ikhsan surut untuk membantu kedua orangtuanya.  Walau demikian, dia akhirnya pindah sekolah. Di sekolah barunya, Iksan mengaku teman-temannya tidak pernah mengejeknya. "Kalau sekarang tidak ada lagi yang ejek. Semuanya baik jadi sekarang sering juga main-main di sekolah," kata Ikhsan.

Iksan mengaku tidak lelah membantu orangtua berjualan dan menuntun ayahnya saat keluar
. Padahal tiap malam, dia dan ayahnya harus berjalan hingga berkilo-kilo meter keliling warkop untuk menjajakan dagangan ayahnya itu. "Pernah tidak laku sama sekali. Pernah hanya dua pernah juga tiga," kata anak kedua dari tiga bersaudara ini. 

Untuk itu, tim KOMPAS.COM ingin mengajak pemirsa untuk membantu perjuangan Ikhsan dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih BANK (BNI/Mandiri/BCA/BRI/BNI Syariah/Kartu Kredit)
  4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya

ATAU Salurkan dengan Lebih Mudah via GO-PAY:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran dengan GO-PAY
  4. Klik "DONASI" dan ikuti langkah selanjutnya


Sebarkan juga link ini untuk mengajak lebih banyak orang lagi agar bisa membantu wujudkan apa yang diperjuangkan Ikhsan dan keluarga.

Jabat Erat,

KOMPAS.COM

__
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Ikhsan, Bocah 10 Tahun Tak Malu Bantu Ayah yang Tunanetra Jualan Keripik (1)", https://regional.kompas.com/read/2019/05/29/13200671/kisah-ikhsan-bocah-10-tahun-tak-malu-bantu-ayah-yang-tunanetra-jualan?page=2

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (329)