Kitabisa! - Inkubator Gratis Untuk Bayi Prematur
Inkubator Gratis Untuk Bayi Prematur

Inkubator Gratis Untuk Bayi Prematur

Rp 10.816.753
terkumpul dari Rp 29.500.000
104 Donasi 0 hari lagi

Cerita

12 hari untuk Beli Inkubator Gratis, Penyambung Nyawa Bayi Prematur Harus Segera Dibeli Maret Ini

Tiap jam, 8–10 bayi prematur meninggal dunia. Indonesia termasuk 5 negara dengan jumlah kelahiran prematur terbanyak di dunia. Mari kita sediakan 2 Unit Inkubator Bayi Gratis untuk Kasus Bayi Prematur Darurat di Daerah Sukoharjo dan sekitarnya. Ayo selamatkan bayi Indonesia!

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik 2016, angka kematian bayi (AKB) mencapai 25 kematian setiap 1.000 bayi yang lahir. Hal ini tentu menjadi perhatian berbagai pihak karena AKB menjadi salah satu indikator tingkat kesehatan sebuah negara.

DR. dr. Rinawati Rohsiswatmo SpA (K), Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, menjelaskan, bayi prematur lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

Menurutnya, perawatan bayi prematur dikategorikan cukup rumit, karena tingginya risiko yang dapat terjadi di awal kehidupan bayi tersebut. Dalam merawat bayi prematur, sangat penting untuk memiliki pengetahuan yang luas, kesabaran serta keterampilan dari orang yang menanganinya.

"Selain itu, perawatan bayi prematur terkadang membutuhkan sarana yang lengkap dan teknologi yang canggih dalam perawatan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) hingga bayi memenuhi kriteria yang ditentukan medis.” ujarnya di Jakarta.

Dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengungkapkan, penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan. Kematian bayi baru lahir (neonatal) mempunyai porsi 54,9% dari seluruh kematian bayi sehingga kelangsungan hidup bayi baru lahir masih menjadi fokus program Kementerian Kesehatan.

Dia mengatakan berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012, Angka Kematian Neonatal adalah 19 per 1.000 Kelahiran Hidup yang cenderung stagnan sejak satu dekade sebelumnya. Dari laporan rutin tercatat pada semester pertama 2017 terdapat 10.294 kasus atau 22 kematian bayi per 1.000 kelahiran.  (source: bisniscom)

Yang Terjadi Pada Bayi Prematur

Bayi yang lahir prematur sejatinya harus diberikan perawatan intensif untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Pertumbuhan bayi yang belum sempurna menyebabkan kondisi bayi rentan terhadap gangguan kesehatan. Bahkan, terlambat menanganinya sebentar saja bisa membuat nyawa buah hati tidak tertolong.

Usia bayi prematur yang belum cukup bulan membuat mereka harus hidup dengan didukung oleh alat inkubator yang bisa membuat mereka tetap nyaman dan tenang. Karena bagaimanapun, bayi prematur belum bisa melakukan transisi dengan dunia luar sehingga inkubator akan menolong mereka agar diselimuti dengan suhu serta kelembaban yang sesuai seperti saat berada di dalam rahim ibu.

"Bayi prematur itu belum siap dengan dunia luar sehingga mereka harus dibuat seperti layaknya berada di rahim ibu, misalnya suhu serta kelembabannya harus diatur menyesuaikan dengan suhu saat berada di dalam kandungan. Oleh karena itu, penanganannya haruslah intensif," tutur DR. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K)

qwaqhxwtti4pofxxkjic.jpg

Ilustrasi bayi lahir prematur. (Foto: Thinkstock)
Biaya Yang Mahal

Fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang sulit dijangkau, sampai-sampai di level ibu kota Jakarta saja hanya ada 143 buah. Dan ternyata biaya perawatan menggunakan alat tersebut mencapai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per harinya. Artinya butuh Rp30 juta selama kurang lebih sebulan.

Rumah sakit sekelas RSCM saja hanya memiliki 10 NICU dan hanya ada di beberapa rumah sakit saja alat tersebut. 


NICU adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit yang difungsikan untuk merawat bayi prematur dan bayi baru lahir sampai usia 30 (tigapuluh) hari yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus dibawah pemantauan tim dokter, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital. (source: tribunnews)

Mahalnya sewa inkubator di rumah sakit menjadi salah satu faktor bayi dari kalangan bawah tak mendapatkan perawatan baik. Inkubator secara gratis kini telah hadir bagi mereka yang tak mampu.

Prof Koestoer Dan Inovasi Teknologi untuk Ummat.

Masih tingginya bayi prematur di Indonesia dan penanganan terbatas memunculkan gagasan untuk membuat program inkubator gratis. Melalui Yayasan Bayi Prematur Indonesia (YABAPI) Raldi Artono Koestoer, mendapat julukan sebagai bapak bayi prematur Indonesia. Ia berhasil membuat inkubator buatan dan meminjamkannya kepada mereka yang tak mampu.

Raldi telah berjasa menyelamatkan 1500-an bayi prematur di 48 kota/kabupaten di Indonesia.

Awal terciptanya inkubator gratis buatan Raldi ini bermula sejak1994, ketika Raldi membikin riset tabung inkubator berbahan kardus yang diberi pemanas. Namun, karena kesibukan, proyek tersebut tak berlanjut, hingga pada 2001 ia kembali membuat inkubator bersama mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Kampus UI. Namun, inkubator tersebut belum didistribusikan secara massal.

Pada 2003 inkubator generasi pertama lahir buah dari keikutsertaan Raldi dan mahasiswanya di Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa di Solo, Jawa Tengah. Akhirnya pada 2005, inkubator ciptaannya dirujuk Menkes untuk diproduksi massal dalam skala rumah sakit.

Kasus Bayi Prematur di Indonesia Urutan Tertinggi ke Lima di Dunia.

daed67d7-aeae-4fa6-90d7-bda4bcea8b88.jpg

Hanya Memberi Dan Penanganan Bayi Prematur

Masih tingginya angka kejadian Bayi Prematur yang mencapai lebih dari setengah juta Bayi di Indonesia ini tentu mengusik perhatian kita.

Melihat realita tersebut, Komunitas Hanya Memberi mengandeng kerjasama dengan Yayasan Sukoharjo Peduli tergerak membuat program "Selamatkan Bayi Prematur Indonesia". Program ini nantinya akan disinergikan dengan YAPABI dalam hal pengadaan wakaf Inkubator gratis.

Sigit Wardono, Koordinator Komunitas Hanya Memberi menargetkan terwujudnya satu titik pemberdayaan masyarakat yang fokus pada penanganan bayi prematur pada awal tahun 2019. Hal ini terungkap pada gelar diskusi Penanganan Bayi Prematur oleh Yayasana Sukoharjo Peduli. 

Untuk inisiasi awal ini dibutuhkan dana sekitar 29.5 juta. Dana tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pengadaan/wakaf Inkubator gratis sebanyak 2 unit dan inisiasi operasional awal program pemberdayaan yang akan dilaksanakan oleh Yayasan Sukoharjo Peduli beserta tim relawan di titik yang sudah ditentukan. 

"Ini adalah pilot project pemberdayaan kesehatan pertama di Kabupaten Sukoharjo oleh Komunitas Hanya Memberi. Kami berharap program ini benar-benar bisa memberikan dampak positif dan kebermanfaatan yang tinggi bagi keluarga bayi prematur" harap Sigit kepada Yayasan Sukoharjo Peduli.

 "Dengan model wakaf ini, bayi prematur keluarga tidak mampu atau yang membutuhkan, akan kita beri pinjam gratis. Begitu selesai, inkubator ini akan kita pinjamkan lagi kepada bayi lain yang membutuhkan, demikian seterusnya." Imbuh Sigit menjelaskan detail pelaksanaan program inkubator gratis ini kepada Sukoharjo Peduli.

"Bayangkan betapa bahagianya mereka  bisa menggunakan inkubator gratis. Ibu dan ayahnya bisa dengan tenang menjaga sang buah hati tanpa khawatir dengan beban biaya yang bisa mencapai puluhan juta jika dirawat di ruang N-ICU"

Yayasan Sukoharjo Peduli mengetuk kepedulian Anda untuk bergabung menyelamatkan Bayi Indonesia melalui program Inkubator Gratis.

Ayo, Selamatkan Lebih Banyak Lagi Bayi Indonesia!

Mari bergabung bersama kami.

Yayasan Sukoharjo Peduli

SMS/WA Center 081-5658-5600

Jl. Mayor Sunaryo 50, Sukoharjo

Ig. @lazSukoharjo

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (104)