Kitabisa! - Bantu 50 juta Masyarakat Adat Mendapat Pendidikan
Bantu 50 juta Masyarakat Adat Mendapat Pendidikan

Bantu 50 juta Masyarakat Adat Mendapat Pendidikan

Rp 130.001.423
1476 Donasi hari lagi
Sokola Institute
Akun telah terverifikasi

Cerita

Pendakian di Trikora, Jayawijaya, membuat Butet berpikir ulang akan hobinya bertualang. Ia berkesempatan melihat proses negosiasi damai antara dua suku yang didampingi oleh seorang peneliti. Butet melihat sendiri bagaimana peneliti tersebut menjembatani dialog antar suku hingga mendamaikan dan membuat keduanya menyesali peperangan. Hal itu menggetarkan hati Butet untuk menjadi seorang antropolog yang sebenarnya.

8e3b28e0-4d4a-42d1-993b-702681fef85b.jpg

Berbekal niat menjadi antropolog pendamping Orang Rimba, kelompok masyarakat adat yang tinggal di hutan Jambi, Butet tertantang untuk mengenalkan baca-tulis kepada mereka. 

Menurutnya, pendidikan bisa membantu Orang Rimba untuk menjaga hutan dan mempertahankan hak-hak istimewanya.Namun, niat mulia tak selalu semulus kenyataannya.

3f560304-c080-44bb-a927-cf6d7afb6ed6.jpg


Stigma di atas menjadi tantangan utama yang harus Butet hadapi saat itu. Orang Rimba banyak ditipu oleh orang luar. Terlalu banyak surat perjanjian jual-beli tanah yang terpaksa mereka cap jempol sebab mereka mengira itu sebuah surat penghargaan. Mereka pun lantas melarang anak-anaknya untuk diajar oleh Butet. 

Di mata mereka, baca tulis akan mengubah anaknya menjadi jahat seperti orang luar dan meninggalkan kampung atau bahkan, berusaha mengubah hutan menjadi kota. Bahkan mereka menyebut pena sebagai setan bermata runcing karena menurut mereka, orang yang menguasai baca-tulis akan menjadi jahat.

Kemudian, muncul sosok Gentar. Seorang anak rimba yang ‘ngotot’ ingin diajari oleh Butet. 

Alasannya sungguh menggugah:

a5b8fb34-4665-4618-ad08-1e5c350fe730.jpg

Kesadaran Gentar itu pun diamini oleh sekumpulan anak lainnya. Mereka lantas mendatangi Butet; meminta diajari olehnya. Mereka rela belajar sembunyi-sembunyi, walaupun cemas akan ketahuan oleh orangtua masing-masing.

Dan yang dicemaskan pun terjadi: Gentar ketahuan oleh ibunya. Takut sang anak akan pergi menjadi orang kota, Ibu Gentar mengancam akan bunuh diri dengan meminum racun jika Gentar tetap bersekolah. Di sisi lain, Gentar lebih memilih mati daripada ia harus berhenti. Dalam situasi pelik tersebut, anak-anak menyarankan Butet untuk mengucap sumpah adat agar Ibu Gentar percaya padanya.

Butet pun lantas berjanji, bahwa ia tidak akan menjadikan Gentar orang kota, memang tidak ada niatnya begitu. Untuk membuktikan kesungguhannya, Butet mengucap sumpah Orang Rimba yakni jika ia melanggar janjinya maka “ke air dimakan buaya, ke hutan tertimpa pohon, ke darat dimakan harimau.” 

Tak hanya itu, ia pun menyelaraskan mekanisme sokola agar menyesuaikan dengan adat-istiadat setempat, seperti menggunakan bahasa ibu mereka dan menyesuaikan waktu belajar dengan rutinitas harian mereka.Perjuangan Butet menghadapi berbagai kesulitan pun berbuah manis. Metode yang dikembangkan Sokola terbukti efektif tidak hanya untuk Orang Rimba, tetapi juga telah diterapkan di 14 lokasi Sokola lainnya di Indonesia.

29014893-4df3-4a72-b302-7883be16903c.jpg






LALU MENGAPA SOKOLA RIMBA BERUBAH MENJADI SOKOLA INSTITUTE?

Sederhana.Butet ingin lebih banyak orang bisa menggunakan metode Sokola Rimba dan menemukan sosok Gentar lainnya di seluruh pelosok Indonesia.

a83e5a8c-5d8f-42fd-936b-2ba1f550a951.jpg821a7001-5960-4936-874d-4f15a8126ffa.jpg


Banyak dari kita tak menyadari betapa pentingnya peran pendidikan bagi masyarakat adat untuk melindungi hutan kita. Inisiatif Butet ini pun mendorong Wardah Inspiring Movement, sebuah gerakan kebaikan inisiatif Wardah, untuk mendukung penuh gerakan ini dan mengajak kita semua ambil peran dalam membantu misi mulia Butet mengembangkan pendidikan bagi masyarakat adat.

CARA DONASI:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit)


Disclaimer: Upaya penggalangan donasi di halaman ini didukung oleh #WardahInspiringMovement. Seluruh donasi terkumpul sepenuhnya akan diberikan pada Butet Manurung untuk Sokola Institute.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1476)