Kitabisa! - Dukung Mantan TKI Bangun Sekolah bagi Anak Petani
Dukung Mantan TKI Bangun Sekolah bagi Anak Petani

Dukung Mantan TKI Bangun Sekolah bagi Anak Petani

Rp 113.451.659
terkumpul dari Rp 100.000.000
881 Donasi 0 hari lagi
Heni Sri Sundani Jaladara
Akun telah terverifikasi

Cerita

Adalah Heni Sri Sundani, seorang anak buruh tani yang nekat menjadi TKI demi mimpinya menjadi pengajar di dunia pendidikan.

Ekonomi keluarganya yang tidak mumpuni, membuat Heni harus ekstra keras menjadi juara kelas, walau tanpa uang saku dan hanya memiliki 1 seragam.

Prestasinya yang selalu gemilang mengantarkannya pada beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK akuntansi. Heni pun rela berjualan sambil bersekolah, demi tidak memberatkan ibu dan neneknya di rumah.

2539a1ab-6c10-4e9a-9789-f07fc6633c88.jpg

Saat itu yang ia pikirkan hanyalah, “Bagaimana caranya mengumpulkan uang untuk kuliah di luar negeri sambil bekerja?”

Ini yang membuatnya melirik TKI: pilihan yang mengubah hidupnya selamanya. Meski berat meninggalkan keluarga, ia nekat menjadi asisten rumah tangga di Hongkong.

Tiap gaji datang, selain untuk keluarga di kampung, ia pun diam-diam masih sempat menyisihkannya untuk membeli buku & kuliah D3 secara online di jurusan teknologi informasi. Ia terpaksa kuliah sembunyi-sembunyi, sebab majikannya selalu marah jika tahu hal tersebut.

4855a616-06ea-430c-8dee-c37a0dee0963.jpg

Perkataan itu menjadi cambuk baginya.

Ia terpacu membaca lebih banyak buku, hingga berhasil mengoleksi lebih dari 3.000 buku. Ia terpacu belajar lebih giat, hingga lulus D3 dan berhasil diterima sebagai mahasiswa S1 di Saint Mary’s University, jurusan Manajemen Wirausaha.

2011 pun menjadi tahun yang dinantinya: tahun ia meraih gelar sarjana yang diimpikan.

885dc5ba-d28f-499e-bd09-2cf6a30c4e1a.jpg

Dengan semangat, Heni pulang ke kampung halaman untuk mengabdi. Sayangnya bukan bahagia yang ia lihat, melainkan kesedihan baru.

Tak ada perubahan  di desanya. Teman sebayanya dulu telah menua, memiliki anak, dengan kehidupan yang tak lebih baik dari orang tuanya. Sebagian besar hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, buruh tani, tukang ojek, atau buruh kasar dengan upah murah.

Oleh karena itu, pada 2013, Heni berniat menciptakan perubahan besar bagi kampungnya, dengan mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas bersama sang suami.
cf08a71b-9ee4-4663-bdfe-3fc47bc1ccb3.jpgcd53c5c9-5073-4a87-9c17-522aad6498b5.jpg

Namun kini muncul kendala baru: Heni butuh bangunan luas agar semua program berjalan.

Tak mungkin selamanya ia berkeliling ke rumah-rumah petani untuk mengajar. Sebab, 80% buruh tani tak punya lahan. Rumahnya pun sangat berdesakan.

Ia bermimpi, suatu hari dapat memiliki training center agar anak-anak petani dan orang tua dapat belajar bersama, tanpa berpikir esok rumah siapa yang akan digunakan untuk tempat belajar.

2d95a12d-c72e-43ef-a2f2-e8686c8aeb5e.jpg


Misi mulia Heni ini didukung penuh oleh Wardah Inspiring Movement, sebuah gerakan sosial dari Wardah untuk mendukung perempuan inspiratif yang berkontribusi untuk pendidikan negeri.

Mari bantu Heni mendirikan training center agar anak-anak dan orang tua petani dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

CARA MENDUKUNG:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Kartu Kredit)
  4. Dapatkan laporan via email

Disclaimer:

Upaya penggalangan donasi di halaman ini didukung oleh #WardahInspiringMovement. Seluruh donasi terkumpul sepenuhnya akan diberikan pada Heni Sri Sundani & Gerakan Anak Petani Cerdas.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (881)