Kitabisa! - Pembangunan Jalan di Desa Majau, Pandeglang-BANTEN
Pembangunan Jalan di Desa Majau, Pandeglang-BANTEN

Pembangunan Jalan di Desa Majau, Pandeglang-BANTEN

Rp 205.186.626
terkumpul dari Rp 1.000.000.000
209 Donasi 12 hari lagi

Cerita

Assalamualaikum. Salah sejahtera untuk kita semua.

Perkenalkan nama saya Taufik Soleh, Umur saya 24 Tahun. 

Saya berasal dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Yaitu sebuah daerah yang berlokasi tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan yaitu DKI Jakarta. Dengan jarak yang begitu dekat dengan peradaban modern di Indonesia, seharusnya kabupaten Pandeglang sudah menjadi daerah yang berkembang bahkan menjadi daerah yang maju. Apalagi pandeglang memiliki objek pariwisata yang indah serta sumber pertambangan yang melimpah. Namun, kenyataanya masih banyak desa di pandeglang masih tertinggal dan terhambat pembangunannya.

Desa Majau adalah Desa yang terletak di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandelang Banten, untuk mengetahui lokasinya silahkan Klik disini.

Warga desa Majau adalah warga yang selalu bahagia, kekeluargaanya terjaga dan solidaritasnya kuat. Sebagian besar mata pencaharian penduduk desa majau adalah petani, PNS dan pedagang. Namun dibalik semua itu masih banyak warga yang berada di bawah garis kemiskinan.

Dibalik warganya yang selalu bahagia dan pandai bersyukur. banyak pula keluhan - keluhan dari warga, yang paling sering terucap adalah rusaknya jalan untuk menuju Desa Majau, desa kami tercinta ini.

8a81685c5416ab653fce0f9483620604de543979

sumber : http://www.krakatauradio.com/2013/02/warga-desa-ma...

Entah sudah berapa puluh tahun jalan utama di Desa kami sudah rusak parah. Sampai-sampai yang paling menjengkelkan adalah ketika saya berkenalan dengan orang tua teman saya, yang kelahiran jaman dulu, bahwa saya berasal dari Desa Majau, maka orang tua tersebut akan mengatakan "Ohh.. Desa Majau yang jalannya rusak itu yah?", Sampai segitunya. Bahkan warga sekitarpun sering berkata "jalan di desa majau sejak zaman Ir. Soekarno sampai sekarang belum pernah di manjakan".

Dengan demikian saya ingin sekali mewujudkan salah satu mimpi besar teman-teman saya, tetangga saya, saudara-saudara saya, kerabat saya, sahabat-sahabat saya, keluarga saya dan mimpi para pejuang kemerdekaan Indonesia serta mimpi para pendiri bangsa ini agar terciptanya sila ke 5 yaitu "Keadilan sosial begi seluruh rakyat Indonesia".

Semoga dengan adanya penggalangan dana ini, kami bisa membangun jalan Desa. Majau dengan bantuan teman-teman semua. Saya ingin membuktikan bahwa membangun Indonesia dengan secara bersama-sama itu lebih indah dan bernilai tinggi dibandungkan hanya merengek dan mengharapkan uluran kasih dari Pemerintah.

SALAM PEDULI DAERAH

#BangunJalanMajau

Wassalamualaikum

----------------------------------------------------------------------------------------------

Berita Banten Pos | 8 April 2017

Prihatin Jalan Rusak, Pemuda Saketi Galang Dana Secara Online

sumber : http://www.bantenpos.co/arsip/2017/04/prihatin-jal...

SAKETI, BANPOS – Prihatin dengan kerusakan jalan desa, warga Desa Majau Kecamatan Saketi, Pandeglang Taufik Soleh mencoba menggalang dana secara online. Hal itu dilakukan untuk membantu pembangunan jalan desa yang membutuhkan dana sebesar Rp5 miliar.

“Entah sudah berapa puluh tahun jalan desa rusak, orang tua teman saya bilang, oh desa Majau yang jalannya rusak itu yah?,” keluh Taufik, Jum’at (7/4).

Ironisnya kata Taufik, jarak desa Manjau dekat dengan pusat kota Kabupaten. Melihat potensi sumber daya alam, kata Taufik seharusnya Pandeglang sudah menjadi daerah yang maju. Namun sayang, persoalan insfrastruktur jalan pun masih sebagian besar dalam kondisi rusak.

“Apalagi pandeglang memiliki objek pariwisata yang indah serta sumber pertambangan yang melimpah. Namun, kenyataanya masih banyak desa di Pandeglang tertinggal,” kata mahasiswa Universitas Esa Unggul Jakarta ini.

Koordinator Relawan Desa Banten, Abdul Rohman, mengapresiasi kepedulian dari pemuda tersebut. Menurutnya, ini membuktikan bahwa ketimpangan pembangunan antara desa dan kota sudah sangat parah. Sedangkan komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan masih dipertanyakan.

“Buat saya pribadi, tanpa bermaksud mengecilkan upaya dari pemuda tersebut. Ini adalah gerakan sindiran, namun sangat menginspirasi,” jelas Rohman kepada BANPOS.

Ia menjelaskan, yang dimaksud gerakan sindiran adalah. Kenyataannya, saat ini desa sudah memiliki kekuatan lebih dengan adanya Dana Desa (DD) dari APBN. Namun dengan adanya penggalangan dana tersebut, maka menunjukkan bahwa pemerintah daerah maupun pusat tidak dapat berlepas diri saja dengan dalih sudah diberikan uang.

“Saat ini jelas DD dan ADD tidak mampu menutupi kebutuhan pembangunan desa yang sudah jauh timpang dari kota. Pemerintah pusat dan daerah tidak boleh lepas tangan. Pembekalan penggunaan anggaran perlu dilakukan secar simultan, sehingga anggaran bisa efektif dan efisien,” kata Rohman.

Selain itu, Rohman juga merasa bahwa adanya penggalangan dana ini harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Karena, jika menganut kepada prinsip keuangan publik, maka hasil dari penggalanan dana harus masuk dalam APBDes.

“Agar akuntabel, hasil penggalangan dana tidak serta merta langsung dipakai. Namun dibahas dalam perencanaan dan penganggaran APBDes,” jelasnya. (PBN/SEP)

------------------------------------------------------------------------------------------

Foto Keadaan Jalan Majau

d112ba2ef28c902312014dcd6e62d73ecf965fc8a63db791ef0ead9365cd157876505cca84310d08

1b410b10fe1ae96a10115ccb9e8c71c99f869efd

Struktur Kepanitian Pembangunan Jalan Desa Majau

5a518b99-acae-4327-921c-34673f906bd4.jpg833e0c61-45a3-4a43-b62f-5963fc59f17b.jpg
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (209)