Kitabisa! - Jembatan Asa Desa Trombol
Jembatan Asa Desa Trombol

Jembatan Asa Desa Trombol

Rp 14.684.842
terkumpul dari Rp 300.000.000
31 Donasi 0 hari lagi
Ahmad ILham Syaifulloh
Akun belum terverifikasi

Cerita

Beberapa Waktu Lalu saya Mencoba mencari solusi penggalangan dana untuk perbaikan jembatan desa trombol yang ambrol,
ide yang muncul saat itu adalah mencari donasi secara online..
dengan harapan semakin luas jangkauan penggalangan dana ini mampu mengumpulkan dana yang dapat digunakan untuk membangun jembatan desa Trombol yang telah Rusak.
Saya Berharap dengan Usaha ini dan Atas Izin Allah Swt dapat menggerakan hati teman - teman, saudara - saudara, & siapapun yang melihat campaign donasi untuk jembatan asa desa trombol ini dapat berkontribusi baik dengan mendonasikan sebagian hartanya atau sebagian waktunya untuk menshare link campaign donasi ini.


465c75c7dc03bab188bed26cc122a1f7afff58ef


Sejumlah jembatan di Dukuh Ngunut, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Sragen, dalam kondisi rusak sejak beberapa waktu lalu. Dua jembatan putus karena diterjang banjir sementara satu jembatan ambrol karena tergerus air sungai.

ecbf04845337ce13f291e370670922baafb8513b

Jembatan-jembatan itu menjadi akses utama 180 kepala keluarga (KK) di dukuh itu menuju ke wilayah Kecamatan Tanon, Sukodono, dan wilayah lainnya.

Seorang warga Ngunut RT 003, Trombol, Ngatimin, 47, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (14/1/2017), mengatakan di Dukuh Ngunut ada dua jembatan yang menghubungkan Dukuh Ngunut dengan desa-desa lainnya di Mondokan dan Sukodono.

Dia mengatakan jembatan yang pertama putus pada 2011 lalu karena diterjang banjir. Kini, warga setempat memasang jembatan sesek sebagai akses darurat sepeda motor dan pejalan kaki untuk menghubungkan ke desa lainnya.

927b7485d93e8392f685903a5070076c4cbede2e


Sekitar 10 meter arah barat dari jembatan sesek juga ada jembatan kecil yang lebih tua. Jembatan itu juga rusak karena sisi utara jembatan itu ambrol. Selain itu, juga ada Jembatan Jatirejo di RT 008, Desa Trombol, yang putus saat banjir besar pada akhir Desember 2016.

“Jadi 180 KK di RT 001, 002, dan 003 itu tidak bisa menaiki mobil menuju Balai Desa Trombol lewat di dua jembatan sesek itu. Jarak ke balai desa sebenarnya kurang dari satu kilometer. Tetapi kalau menaiki mobil harus memutar lewat Desa Bendo, Sukodono yang jaraknya lebih dari tiga kilometer,” ujar Ngatimin.

Ia menyebut warga sudah berkali-kali menanyakan tindak lanjut pembangunan jembatan-jembatan itu ke pemerintah Desa Trombol tetapi jawabannya selalu sudah diajukan ke Pemkab Sragen.

Warga Ngunut asal RT 002, Jaimin, 54, mengatakan beberapa kali petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen menyurvei lokasi jembatan sesek itu.

“Kami berharap ada perhatian dari Pemkab Sragen. Beberapa waktu lalu, Pak Ngatimin pernah menyampaikan keluhan warga Ngunut kepada DPRD Sragen saat talk show di stasiun televisi swasta di Solo. Katanya DPRD siap untuk menindaklanjuti di tahun ini tetapi hingga sekarang juga belum ada kabar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Subagiyono, belum bisa dimintai konfirmasi terkait hal itu. Saat dihubungi Sabtu siang, dia tidak mengangkat telepon kendati nada panggil sudah terdengar.


Source : solopos

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (31)