Kitabisa! - Jalan & Jembatan Bebas Buaya #KitaUntukDesaMerdeka
Jalan & Jembatan Bebas Buaya #KitaUntukDesaMerdeka

Jalan & Jembatan Bebas Buaya #KitaUntukDesaMerdeka

Rp 124.276.383
terkumpul dari Rp 500.000.000
459 Donasi 69 hari lagi

Cerita

“Kami sangat membutuhkan jembatan dan jalan ini untuk menyeberang, ketika kami menyeberang dengan jembatan bambu terkadang ada buaya di bawah kami. Sudah ada beberapa korban, ada juga ibu yang sedang hamil yang dimakan buaya” – Denikson, Masyarakat Desa Merdeka.

Nama saya Anugrah Suryanto, sekarang saya menjalankan usaha bersama istri di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Sebelumnya saya bekerja di salah satu perusahaan Telekomunikasi terbesar di Indonesia selama 12 tahun di bidang Digital Product. Saya bertempat tinggal di Jakarta Selatan. Saya beberapa kali mengunjungi Kupang untuk perjalanan bisnis dan terbeban untuk membantu orang-orang disana terutama orang-orang di desa Merdeka.

Jembatan mempunyai arti penting bagi setiap orang. Di daerah perkotaan, menyeberangi sebuah sungai besar adalah hal mudah sebab infrastrukturnya sudah sangat memadai, namun lain halnya dengan warga di Kelurahan Merdeka, Kec Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Penduduk desa yang berjarak 35 km dari kota Kupang ini, mempertaruhkan nyawa saat menggunakan jembatan setiap harinya untuk mengakses lokasi tempat mereka bekerja. Mereka sebagian besar adalah petani, petani garam, nelayan, pencari kerang dan buruh. Jembatan yang mereka lalui kondisinya bisa dibilang tidak memenuhi standar kelayakan dan keamanan sebagai sebuah jembatan, padahal jembatan tersebut melintas tepat di atas sungai yang rawan buaya.

Kejadian warga dimangsa buaya bukanlah sebuah cerita legenda, di desa tersebut itu benar-benar terjadi. Media online Tempo.co pernah memberitakan seorang warga desa setempat diterkam buaya pada 2016, meski jasadnya ditemukan namun tinggal tubuhnya saja.

Data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT juga mencatat sedikitnya terdapat 24 serangan buaya terhadap manusia di Teluk Kupang sejak 2011 hingga 2016. Dari jumlah tersebut, 14 korban di antaranya berujung pada kematian.

Membangun jembatan memang bukan satu-satunya cara untuk terbebas dari ancaman buaya, namun setidaknya jika ada jembatan yang layak dan mumpuni, warga akan merasa aman saat melintasi sungai tersebut. Bagaimana pun, jembatan memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan manusia (ekonomi, sosial budaya, geografi dan politik)

e38a3aa209e6873b11683cbe15d03c3767c3e9b8

Area Desa Merdeka, dekat dengan jembatan


8a44ce65ef43cfc61414df43767bb0474167fbc7

Papan peringatan untuk mewaspadai serangan buaya, papan peringatan tersebut berada di dekat jembatan.


9d2915a5f2874a75df3b5d3f7146af79967ea8a3

Papan peringatan untuk mewaspadai serangan buaya


8022d83cdd6ad534d6676eda883aa6ceb07abdf9

Foto buaya usai memangsa warga Desa Merdeka. Foto diambil dari hasil jepretan warga.


20aeb07aa01483eb09e34f33d8c1deb8a87bc91c

(Kondisi jembatan bambu di Kelurahan Merdeka, Kec Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT. Sungai di bawahnya, rawan buaya)

Demi keinginan yang besar untuk menghidupi keluarga mereka, warga desa Merdeka mencoba membuat jembatan bambu seadanya sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka menempuh bahaya dengan melalui sungai besar yang pada waktu-waktu tertentu ada buaya lapar yang sedang berburu mangsa.

Dengan adanya jembatan yang mumpuni di desa ini, akan ada ratusan orang yang bisa dimudahkan untuk pergi mencari nafkah. Mari berikan sekecil apapun bantuan demi dibangunnya sebuah jembatan yang dari sejak orde baru belum pernah terlaksana di Kelurahan Merdeka, Kec Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT.

f8940214ef4ab55517f833f04c4167bcc036feb9

Atas seijin Tuhan akan dibangun jembatan untuk masyarakat di Desa Merdeka

Warga Desa Merdeka

Kelurahan Merdeka, Kec Kupang Timur, Kabupaten Kupang

Nusa Tenggara Timur

SMS/WA Konfirmasi:

0811101593 – Anugrah Suryanto

08119504181 – Noby Susilo

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (459)