Kitabisa! - BRING THE INNOCENTS BACK HOME (KASUS JIS 2014)
BRING THE INNOCENTS BACK HOME (KASUS JIS 2014)

BRING THE INNOCENTS BACK HOME (KASUS JIS 2014)

Rp 224.234.834
terkumpul dari Rp 1.000.000.000
906 Donasi 0 hari lagi
Kawan8 Volunteer
Akun belum terverifikasi

Cerita

(Scroll down for English version)

Kepada,

Presiden RI Joko Widodo,

Seluruh saudara/i Tanah Air kami,

Seluruh masyarakat dunia yang mendambakan keadilan,

“Ayah masih kerja, nak” - ucap Ferdi Asisten Guru JIS, kepada anaknya ketika anaknya bertanya mengapa ia tidak pernah pulang. Kenyataannya, ia tidak bekerja, melainkan mendekam di balik sel karena tuduhan yang ia tidak pernah lakukan, menunggu keajaiban.

Agun, seorang cleaner di JIS harus meninggalkan istrinya yang sedang hamil 7 bulan pada tahun 2014 silam, dan tidak pernah menggendong anaknya di luar penjara.

Dan masih banyak cerita menyedihkan dibalik kejadian memprihatinkan ini.

Itu semua karena mereka dijadikan tersangka pelecehan seksual yang disebabkan oleh ketidakadilan hukum dalam menangani kasus JIS yang terjadi di tahun 2014 silam.

2 tahun lalu, Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan pelecehan seksual yang dialami oleh murid Jakarta Intercultural School (JIS), dimana 6 orang Office Boy (5 laki-laki, 1 perempuan) dan 2 orang guru (2 laki-laki) menjadi tersangka dalam kasus ini. Tanpa mencari tahu fakta lebih lanjut, tentu kami semua senang mendengar bahwa kabar para predator-predator itu tertangkap karena ulah mereka yang sangat tidak manusiawi, dan mengutuk habis para predator itu.

2 tahun telah berlalu, kini kami tidak bodoh lagi, dan kami tidak buta lagi. Kami mulai sadar, bahwa banyak kejanggalan yang terjadi selama proses hukum yang berjalan pada kasus yang nyaris terlupakan ini. Dengan membaca sebuah investigasi yang dilakukan oleh @kurawa (twitter) disertakan oleh bukti-bukti authentic yang tersebar secara viral, kami percaya dan YAKIN bahwa ada yang tidak beres di dalam kasus ini, dan kita tidak bisa tinggal diam, dan harus melakukan sesuatu.

Banyak kejanggalan dalam kasus ini, terutama dari sisi bukti-bukti meragukan yang sebenarnya tidak cukup kuat untuk menjadikan oknum tersangka. Misalnya, hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan kepada korban pelecehan seksual di beberapa Rumah Sakit, hasilnya negatif. Kejanggalan lainnya adalah ketika penuntut menaikkan tuntutannya dari $12,5juta menjadi $125juta, dan saat ini para penuntut sudah pergi dari Indonesia, namun tuntutannya tidak dicabut.

Satu nyawa Azwar (cleaners) telah menjadi korban dari ketidak adilan hukum yang ditegakkan di Indonesia, ia meninggal ketika di interogasi di hari penangkapannya tanpa bukti yang meyakinkan. Gambar di atas adalah Azwar berpose untuk foto di depan helikopter sebelum dia ditangkap dan dituduh melakukan pelecehan seksual. Kriminal mana yang meminta difoto dan berpose sebelum ia dijemput ditangkap? Dia tidak tahu apa-apa.

Mereka sisanya masih terkurung di dalam penjara, keluarganya masih menunggunya di rumah, anaknya, istrinya, ayah dan ibunya.

Dukungan telah datang dari Indonesia maupun luar negeri. Surat-surat dari luar negeri dikirim ke penjara untuk mendukung mereka yang tak bersalah. Ini adalah tugas kita untuk setidaknya memberikan keadilan sosial bagi para korban pencemaran nama baik ini. Kita harus merubah stigma masyarakat terhadap para cleaners dan guru JIS yang tidak bersalah.

Kami KAWAN8 adalah gabungan dari orang-orang yang terpanggil secara nurani dan percaya bahwa 8 tersangka tersebut tidak bersalah! Kami berdiri untuk penegakkan keadilan bagi korban KETIDAK ADILAN yaitu Agun, Ica, Awan, Zaenal, Syahrial, dan alm. Azwar (cleaners), beserta Neil dan Ferdi (guru JIS).

Uang yang terkumpul akan digunakan untuk membantu gerakan-gerakan terkait pembebasan korban kriminalisasi ini, seperti pengadaan acara diskusi dengan mengundang pakar-pakar/ahli dengan bidang yang berkaitan dengan kasus ini, penerbitan buku untuk mengedukasi masyarakat, dan bantuan advokasi ketika mengajukan PK nantinya. Uang ini TIDAK digunakan Kawan8 untuk operasional organisasi.

Kami bersedia untuk membuat laporan pengeluaran yang digunakan dari donasi kitabisa.com di akhir kampanye.

MARI BANTU MEREKA YANG TIDAK BERSALAH UNTUK BISA BEBAS!

KAMI BERDIRI UNTUK #BEBASKANMEREKA #JUSTICE4THEINNOCENTS #FREENEILANDFERDI #INNOCENTCLEANERS #BRINGTHEMBACKHOME

Baca versi lengkap :

http://www.kaskus.co.id/thread/5714b6a594786844608... (INDONESIA)
http://dwlie.blogspot.co.id/2016/04/jis-criminaliz... (INGGRIS)
http://freeneilandferdi.org

Video Investigasi CBC:


Dear,

President Joko Widodo,

Our beloved Indonesian,

The whole world who yearn for justice,

"Dad is still working, dear" - said Ferdi, a Teacher Assistant in JIS, to his daughter when his daughter asked him why he never went home. He is not working, in fact, he is now languishing behind the cell, for being arrested with accusations that he had never done, waiting for a miracle.

Agun, a cleaner in JIS had to leave his seventh-month-pregnant wife in 2014, and never got the chance to hold his child outside the prison.

And many other sad stories behind this alarming incident.

It's all because they were suspected as the sexual abuse predator, which is caused by the injustice laws in handling the JIS case that occurred in last 2014.

2 years ago, Indonesia was shocked by the sexual abuse news experienced by the Jakarta Intercultural School (JIS)’s kindergaten student, where 6 cleaners (5 males, 1 female) and 2 teachers (two men) were suspected to guilty. Without finding out more facts, of course we were all happy to hear that news of the predators were caught because of their such inhumane act, and curse out all of them.

2 years have passed, now we're not stupid anymore, and we're not blinded anymore. We began to realize that there are many oddities occurred during the legal process in this almost forgotten case. By reading an investigation conducted by @kurawa (twitter) supported by the authentic evidence that spread virally, we believe and SURE that there is something wrong in this case, and we can not stay silent, ANYMORE. We have to do something about it.

There are many oddities in this case, especially the evidences that weren't strong enough as a supporting tool to make a person a suspect. For example, the results of the laboratory tests at several hospitals that were carried out to the victims of sexual abuse, showed negative results. Other gaffe is when the prosecutor raised their charge from $ 12,5million to $ 125million, and now that the prosecutor's had gone from Indonesia, the charges are still not revoked.

One lives, Azwar (cleaners) had gone due to this injustice upheld in Indonesia, he died when he was interrogated on the night of his arrest, without any convincing evidence. The picture above was Azwar posing for a photo in front of the helicopter before he was arrested and accused for sexual abuse. What kind of criminals pose for picture before he was picked up to be arrested? He did not have a clue.

The rest are still in jail, the innocents; their families is home waiting for them to come home, their children, their wives, their fathers and their mothers.

Support has come from Indonesian and people all over the world. Letters were sent to prisons in support of those innocents. It is our duty to at least provide social justice for the victims. We have to change the stigma against these cleaners and teachers, these innocents.

Therefore, we, KAWAN8 is a combination of people who were called by the conscience and believe that the 8 suspects WERE NOT guilty! We stand for justice and we stand for the victims of injustice, Agun, Ica, Awan, Zaenal, Syahrial, and alm. Azwar (cleaners), along with Neil and Ferdi (teachers of JIS).

The collected money will be used for the all acts and movements to help the victims of this criminalization, such as discussions with experts / specialists in fields related to this case, publishing books to educate the society regarding this case and law, and advocacy assistance when submitting PK later. This money is NOT used for Kawan8's personal operational expense.

We are willing to report our expense reports from the donations funded on kitabisa.com at the end of the campaign.

LET'S HELP THOSE INNOCENTS TO BE SET FREE!

WE ARE STANDING FOR #BEBASKANMEREKA #JUSTICE4THEINNOCENTS #FREENEILANDFERDI #INNOCENTCLEANERS #BRINGTHEMBACKHOME

Read Full Version :

http://www.kaskus.co.id/thread/5714b6a594786844608... (INDONESIA)
http://dwlie.blogspot.co.id/2016/04/jis-criminaliz... (ENGLISH)
http://freeneilandferdi.org (ENGLISH)

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (906)