Kitabisa! - Kami Peduli (Kawan Lampu Islam; RJL 5; 22 Portgas)
Kami Peduli (Kawan Lampu Islam; RJL 5; 22 Portgas)

Kami Peduli (Kawan Lampu Islam; RJL 5; 22 Portgas)

Rp 1.967.703
terkumpul dari Rp 50.000.000
15 Donasi 0 hari lagi
RJL 5 Peduli
Akun belum terverifikasi

Cerita

Assalamualaikum teman2 tercinta.

Perkenalkan, saya Pandu Prasetyo, bekerja di kitabisa.com sebagai Trust and Safety Manager. Setiap harinya saya melihat campaign bantuan yang telah di inisiasi oleh organisasi besar maupun personal, untuk bisa membantu keluarga, teman, atau siapapun yang hendak mereka tolong.

Kita tahu baru saja terjadi gempa berkekuatan 7,7 SR, 27KM Timur Laut Donggala pada tanggal 28 September 2018 yang mengguncang daerah Donggala, Palu dan sekitarnya, hingga mengakibatkan adanya TSUNAMI yang menimpa banyak saudara - saudara kita disana. Yang terlihat dari video2 yang telah beredar, kondisi bangunan sudah banyak hancur.

Gempa susulan dikhawatirkan masih akan terjadi didaerah sekitar. Hingga saat ini media masih menginformasikan bahwa penduduk diharapkan untuk meninggalkan hunian mereka. 

45cb96f1-4976-41aa-9b1a-9f1ac9f45073.jpg 60b51113-308a-4153-ae40-7f11b7bae439.jpg

*sumber: Liputan6, BMKG, Tribunnews.

Pada kesempatan kali ini, saya akhirnya inisiatif untuk memulai campaign/ galang dana sendiri untuk dapat membantu LANGSUNG para korban di Palu, Sulawesi Tengah.

Semua ini terpicu karena adanya keluarga dan sahabat saya sendiri di Palu pada saat terjadi gempa dan tsunami pada tanggal 28 September 2018. Saat itu semua sahabat dan keluarga di Palu tidak ada satupun yang dapat dihubungi, hingga akhirnya 2 hari kemudian mereka mulai memberi kabar bahwa mereka dalam keadaan sehat dan baik baik saja.

Sahabat saya menceritakan bahwa KONDISI DI PALU SAAT INI SANGAT TIDAK KONDUSIF. Banyak terjadi penjarahan, akses kendaraan susah, akses telekomunikasi masih terbatas dan langkanya persediaan barang untuk kehidupan sehari - hari. Posko2 sudah dibangun di sekitar tempat tinggal mereka. Saya terus menjaga komunikasi dengan keluarga dan para sahabat disana untuk mendapatkan informasi terbaru.

Sahabat saya sendiri bernama Amri, kebetulan baru saja dikaruniai seorang anak yang umurnya belum sampai 4 bulan. Ia mengaku bahwa sangat sulit pula untuk dia pribadi mendapatkan bahan2 pokok harian. Kebetulan saya sudah mulai bisa berkomunikasi dengan dia dan dia menceritakan betapa sulitnya mencari kebutuhan balita.

66e6e500-9f4d-4f47-ad4f-195bf25e72d1.jpg

*Pengungsian sementara sahabat saya di Jl. Maleo

Untuk mendapatkan barang, paling tidak dia harus mulai masuk ke posko2 dan menunggu bantuan, sedangkan didaerah komplek rumahnya, orang2 sudah mulai pergi mengungsi ke Makassar dan Manado. Pergerakan pun sulit dilakukan karena dia terkendala dengan bahan bakar yang sudah tidak dimiliki lagi. Dia menceritakan bahwa stock yang semakin menipis tidak mungkin bisa membuat kebutuhan anaknya bertahan, karena sebelumnya dia memang tidak menyiapkan susu, pampers, popok yang lebih dirumahnya.

Banyaknya kabar tersebar mengenai penjarahan dan kriminalitas membuat sahabat saya semakin ragu dan takut untuk keluar tanpa kendaraan seorang diri dan meninggalkan istri anaknya dirumah. Saya merasa sangat sedih, karena kita tahu bahwa balita sangat rentan terserang penyakit, sedangkan kondisi saat ini di Palu benar2 tidak baik untuk balita. Setidaknya mereka harus mendapat fasilitas yang memadai, makanan dan air bersih, dan pakaian yang steril. Terkadang dia pun merasa sedih mengingat kondisinya sekarang dan melihat anaknya menangis.

Sejauh informasi yang saya terima, mereka sekarang masih pasrah dan berharap mendapatkan saluran bantuan dari teman2 terdekatnya untuk bisa menutupi kebutuhan hariannya. Saya sangat khawatir, perasaannya yang baru saja menjadi seorang ayah kemudian tidak disangka – sangka harus menghadapi cobaan yang berat untuk keluarganya.

Saya pribadi tidak sanggup membayangkan perasaan banyak keluarga disana. Saya yakin di Palu sana pasti banyak yang memiliki kisah serupa, bahkan mungkin ada yang lebih sulit. Ini sangat memicu saya untuk bergerak cepat mencari dana dari Jakarta dan bisa secara langsung membantu teman dan warga2 setempat yang memerlukan bantuan, khususnya balita.

Penggalangan dana ini murni bertujuan untuk membantu siapapun di Sulawesi Tengah, dengan cara memberikan bantuan langsung, menyalurkan dana ke Yayasan/ Organisasi yang bergerak untuk memberikan bantuan di Sulawesi Tengah. 

Dengan sangat rendah hati, mengingat adanya keluarga dan teman saya pribadi, maupun keluarga dan rekan dari teman-teman sekalian, saya ingin mengajak teman2 semua menggalang dana untuk memberikan bantuan kepada saudara/ kerabat kita di Sulawesi Tengah.

Berikut cara untuk berdonasi:

  1. Klik tombol DONASI SEKARANG
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih Metode Pembayaran, lalu lanjut
  4. Transfer ke nomor rekening yang tertera

Disclaimer:

1. Campaign ini bersifat independen (perseorangan), tidak berada di bawah naungan organisasi/lembaga mana pun.

2. Dana yang terkumpul akan disalurkan secara langsung di shelter2 yang berada didaerah Palu dan sekitarnya.

3. BIAYA TRANSPORTASI DAN AKOMODASI AKAN DITANGGUNG OLEH PENGGALANG DANA TANPA MENGAMBIL UANG DONASI

4. Info lebih lanjut silahkan kontak saya pribadi

Pandu Prasetyo 

Tlp dan SMS: +6281280210801

Terimakasih atas segala partisipasi dan doa untuk para korban. Semoga para korban lekas sembuh baik secara fisik maupun psikis, para pengungsi kemudian dapat menjalani hari dengan tabah hingga kondisi kembali normal & kondusif, serta bangunan yang mengalami kerusakan segera memperoleh perbaikan sesuai mestinya. Aamiin allahuma aamiin.

Salam #orangbaik

Pandu Prasetyo

DONASIKAN KEBAIKANMU SEKARANG!

--------------------------------------------------------------------------------------

Hello Everyone.

I am Pandu Prasetyo, worked in kitabisa.com as Trust and Safety Manager. I always maintain and monitor every campaign live in our platform, from organization to personal campaign directed to help their relatives, family, or anything they want to help to make it happen. 

We know that there was an earthquake measuring 7.7 magnitude, 27km NorthEast of the Donggala on September 28, 2018, which shook the Donggala region, Palu and surrounding areas, resulting in a TSUNAMI that befell many of our brothers there. As seen from the videos that have been circulating, the condition there have been so devastated.

I took an initiative to start a campaign by myself, be a fundraiser to collect as many donations as I could, then I will distribute the help directly to Palu, Central Sulawesi. All of this was triggered by the presence of my own family and friends in Palu during the earthquake and tsunami on 28 September 2018. At that time none of the friends and family in Palu were contacted, until finally 2 days later they started giving news that they are in good and safe.

My friend told me that THE CONDITION IS TERRIFYING AND UNCONDUCIVE. A lot of thief looting many kinds of stuff left in the Mall or damaged buildings, bad vehicles access, bad telecommunication access and the daily needs kinds of stuff are out of stock. I will keep in contact with my friends and family to get the latest update regarding any information in Palu.
Aftershocks are feared to occur in the surrounding area. Until now, the media still informs that residents are expected to leave their homes.

My very best friend, Amri, have just been blessed with a child who was not up to 4 months old. He admitted that it was very difficult for him personally get the daily needs. I finally able to communicate with him and he told me how difficult it was to find a toddler

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Donasi (15)