Kitabisa! - Bantu Ustadz Iskandar Wujudkan KAMPUNG QURAN
Bantu Ustadz Iskandar Wujudkan KAMPUNG QURAN

Bantu Ustadz Iskandar Wujudkan KAMPUNG QURAN

Rp 201.376.339
terkumpul dari Rp 200.000.000
855 Donasi 0 hari lagi
Bagian dari #SedekahPesantren

Cerita

Di usia yang masih sangat muda, Ustadz Iskandar Dzulqarnain telah memiliki pesantren dengan ratusan santri, bernama Kampoeng Quran. Bahkan, ia memutuskan untuk mendirikan gedung di sebuah pegunungan yang tinggi dan sepi, di daerah ParakanMuncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Perjuangan beliau dalam merintis pesantren pun sungguh inspiratif. Dia memulainya dengan menyewa kontrakan kecil di belakang terminal Dago, Bandung. Perjuangan diawali tahun 2013 dengan membimbing 3 orang santri asal Tasikmalaya untuk menjadi penghafal Qur'an yang mandiri.

Alhamdulillah, sekarang Kampoeng QAuran sudah memasuki tahun ke-3, jumlah santri 600an orang, dan mereka sudah memiliki lahan seluas 5.908m2 (meter persegi), hasil patungan para donatur, orang tua santri dan para simpatisan pesantren. Namun sampai saat ini masih ada sebagian lahan yang belum lunas pembayarannya.

Sejak awal April 2016 Ustadz Iskandar bertekad untuk mulai membangun asrama untuk santri laki laki di ParakanMuncang, Kabupaten Sumedang. Saat ini, proses pembangunan sedang berlangsung, dengan pembiayaan sepenuhnya dari para donatur. Dibutuhkan dana yang tidak sedikit, dan bantuan donatur belum mencukupi untuk mewujudkan impian mulia tersebut.

Rumah panggung milik pesantren untuk sementara digunakan sebagai asrama santri putri, sebab gedung untuk mereka sedang dibangun

Persis di depan rumah panggung, terdapat lahan yang cukup luas, sudah dibeli oleh pihak pesantren (alhamdulillah, harga tanah di daerah ini masih sangat murah). Di atas tanah ini akan dibangun gedung asrama santri putra, dan sebuah masjid besar.

Salah satu alasan kenapa Ustadz Iskandar ingin membangun masjid besar, adalah karena kurangnya sarana ibadah di daerah tersebut. Di dekat pesantren misalnya, yang tersedia hanya sebuah mushala kecil yang sudah reyot.

Mengapa sarana tempat ibadah di desa tersebut masih sangat minim? Karena sebagian besar masyarakat di daerah ini memang belum terbiasa shalat,

"Sebelum pesantren Kampoeng Quran berdiri, di sini tak pernah kedengaran suara adzan," ujar Ustadz Iskandar bercerita. "Alhamdulillah, sekarang sudah ada warga yang shalat, dan adzan sudah terdengar di mushala."

Ustadz Iskandar menyadari bahwa kehadiran pesantren yang ia dirikan sangat berpengaruh dalam membangkitkan semangat beribadah bagi warga sekitar. Inilah salah satu alasan utama kenapa ustadz muda yang satu ini bela-belain untuk membagun pesantren di tempat yang sangat tinggi, dingin dan sepi tersebut.

Diharapkan, kompleks pesantren beserta aktivitas dakwah para ustadz dan santrinya, semoga bisa menyemangati warga setempat untuk semakin rajin beribadah.

NB: Sekadar info: Para santri di Pesantren Kampoeng Quran umumnya mendaftar dan belajar secara gratis. Memang ada juga kelas berbayar, namun hasilnya hanya cukup untuk mensubsidi biaya makan sehari-hari. Untuk pembangunan gedung dst, sepenuhnya masih tergantung dari donatur.

Yuk Kita Bantu Wujudkan Impian Mulia Ustadz Iskandar Dzulqarnain.

NB: Lokasi Pesantren Kampoeng Quran:
Kp Cilaku RT 03 RW 04 Desa Tegalmanggung
Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat
(Sekitar 30 menit dari gerbang tol Cileunyi Bandung ke arah Garut/Tasikmalaya)

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Kitabisa.
Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (855)