Kitabisa! - 10 Bulan Henry Melawan Kanker Otak
10 Bulan Henry Melawan Kanker Otak

10 Bulan Henry Melawan Kanker Otak

Rp 39.626.797
terkumpul dari Rp 15.000.000
215 Donasi 0 hari lagi
Fatoni Prabowo Habibi
Akun telah terverifikasi

Cerita

Cara Berdonasi:

1. Klik tombol berwarna merah “Donasi Sekarang”

2. Isi data diri (bisa anonim), nomor handphone dan pilih cara pembayaran

3. Transfer ke nomer rekening yang dipilih / isi form kartu kredit unuk pilihan kartu kredit

***

Perkenalkan nama saya Fatoni Prabowo Habibi, saat ini tengah menempuh pendidikan di Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Pekalongan. Saya merupakan salah seorang alumni SMK Negeri 2 Kota pekalongan tahun 2014.

Pertama kali Mendengar kabar sakitnya Henry lewat Facebook, yang mengabarkan Ketua Osis 2012/2013 semasa saya Ayu Hayati Safitri. Saya bersama Ayu adalah salah seorang pengurus Osis, Pramuka dan organisasi siswa lainnya yang aktif pada masanya. Sudah mengenal Henry yang waktu itu tergolong aktif di kegiatan kepramukaan.

Henry Budiman, nama lengkapnya, berusia 18 tahun. Kini duduk di kelas 12 SMK Negeri 2 Kota Pekalongan. Putra pertama dari 4 bersaudara. Namun, berdasarkan penuturan Ibunya 10 bulan yang lalu sering merasa sakit kepala dan telinga kiri kesakitan. Semester 1 Henry masih mengikuti kegiatan kelas meski dalam satu minggu tidak menentu masuk ada 1-2 hari Henry mengajukan izin, namun semenjak semester 2 seusai liburan sekolah Henry sering mengeluarkan muntah darah dan mimisan di hidungnya.

Ibu Yanti, nama ibu Henry, pun akhirnya memeriksakan kondisi Henry. Dokter mengatakan Henry terkena Kanker Otak Stadium 4. Ibu Yanti mencoba menggunakan BPJS tetapi tak berarti apa-apa, ia pun berinisiatif menjual semua apa yang dimilikinya sepeda motor, perhiasan, dan mengeluarkan tabungannya untuk membiayai transportasi Henry yang pernah berobat di Ambarawa, Semarang dan RS Dr. Kariadi Semarang serta keperluan obat yang bisa mencapai Rp. 1.250.000 per butirnya. Sempat di bawa di 5 rumah sakit di sekitar Kota Pekalongan namun sering kehabisan kamar dan akhirnya tidak dilakukan penanganan apa-apa.

Keseharian Ibu Yanti yang menafkahi anak-anaknya dengan berjualan kue tidak mencukupi untuk pengobatan Henry yang terlampau mahal dan biaya hidup sehari-hari. Sementara itu, Bapak Henry berdasarkan cerita Ibu Yanti hanya pernah menengok sekali, namun tidak melakukan tindakan lebih lanjut. Sebab perbedaan prinsip agama menjadi landasan Ibu dan Bapak Henry berpisah namun secara hukum belum ada putusan cerai. "Karena terhambat biaya di pengadilan," ujar Ibu Yanti saat ditemui Selasa, (7/6) di rumah kontrakannya.

Tak patah arang, Ibu Yanti mencoba menemui sang mertua, kakek kandung dari Henry, namun yang didapatkan adalah perlakuan tidak selayaknya dari keluarga besar sang Bapak. Cacian, hujatan, bahkan kekerasan dilayangkan kepada Ibu Yanti. Sebab kekerasan dan dikurung karena semua pintu digembok inilah yang menjadi alasan perpisahan Bapak dan Ibu Henry. Tak cukup disitu, saat bermaksud pamit pergi dari rumah justru diminta menandatangani diatas materai utang piutang suami senilai 30 Juta rupiah.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, semakin memburuk kondisi Henry dan habisnya biaya, Selasa pagi (7/6) muncul pemilik kontrakan menambah pelik pikiran Ibu Yanti, yang kembali menagih uang kontrakan yang baru dibayar 1,5 Juta dari biaya 6 Juta per tahun. Pemilik menginginkan akhir bulan ini harus lunas, kalau tidak diminta angkat kaki dari rumah tersebut.

Saya mengajak teman-teman di seluruh Indonesia untuk membantu kesembuhan kanker otak Henry.

Dana yang teman-teman sumbang akan digunakan sebagai biaya transportasi, dan pengobatan henry yang membutuhkan tidak sedikit biaya. Besar harapan saya, dana yang terkumpul lebih dari itu untuk membiayai hidup keluarga Henry dan adiknya yang memutuskan keluar dari sekolah karena merasa membebani sang ibu. Selain itu untuk membantu teman-teman kita lainnya yang merasakan hal sama seperti Henry.

Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang mau berdonasi, ini merupakan wujud aksi konkrit kita untuk memajukan dan membenahi pelayanan dan fasilitas kesehatan di Indonesia. Jangan biarkan kebijakan pemerintah yang menyulitkan akses kesehatan untuk orang tidak mampu dan menimpa anak cerdas.

Teman-teman bisa menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut di email [email protected] atau kontak 0838-3951-6492 (Fatoni Prabowo Habibi)

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (215)