Cerita Penggalangan
19 Okt 2023

Derap langkah ketakutan menggema dari setiap sudut jalan yang berlumuran darah. Tanah Palestina, yang dulu menjadi saksi atas tawa anak-anak yang bermain di pelataran rumah, kini hanya menyisakan puing-puing kenangan.

Omar Hamad (9 tahun) menjadi saksi atas syahidnya sang Ayah. Malam itu, usai salat Isya dan bersiap tidur, dentuman keras mengubah kehidupan Omar dan ribuan pengungsi lain di Kamp Rafah dalam hitungan detik. Omar, harus melihat tubuh sang ayah terbakar di dalam tenda. Sementara air matanya yang deras tak akan sanggup memadamkan api dari rudal yang diluncurkan tentara Israel..

Kisah Omar diceritakan Aljazeera, pertengahan tahun lalu, bersama 25.000 anak lainnya, mereka kini Yatim Piatu. 

***
Cahaya merah berpendar di udara, bukan… bukan karena matahari memancarkan semburat senja. Malam sudah terlalu pekat saat rudal dijatuhkan tentara Israel di kamp pengungsian rafah. Puluhan nyawa tak bisa diselamatkan, terbakar bersama tenda-tenda mereka. Ayah Omar salah satunya.

Sejak 7 Oktober 2023, badai kehancuran tak kunjung mereda. Angka yang tertera pada lembaran laporan medis seolah menjadi simbol bisu dari tragedi kemanusiaan ini. 

 Lebih dari 62.600 nyawa telah melayang, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak yang tak berdosa

Lebih dari 113.274 jiwa lainnya terluka.


Ambulans yang seharusnya menjadi penyelamat dibungkam oleh peluru. Paramedis yang mengulurkan tangan, kini menjadi korban dari kekejaman yang tak termaafkan. Tubuh-tubuh tak bernyawa tergeletak di bawah reruntuhan menunggu pertolongan.

Lebih dari 1,8 juta jiwa di Gaza kini menghadapi kelaparan ekstrem, dengan lebih dari 500.000 anak-anak berada di ambang kematian akibat kekurangan gizi .​

Generasi muda Palestina telah mengalami trauma mendalam. Anak-anak yang selamat dari serangan kini menghadapi masa depan yang suram, tanpa akses ke pendidikan, layanan kesehatan, atau bahkan tempat tinggal yang aman .​

Kita tidak bisa lagi diam. Setiap bantuan kita amat berharga bagi mereka yang masih bertahan. Mari ulurkan tangan, berikan harapan, dan bantu selamatkan masa depan anak-anak Palestina.



 Walau berjarak 10 ribu kilo meter dari Palestina, RS Labuang Baji Makassar melalui Kitabisa berikhtiar dan mengajak #OrangBaik mengupayakan bantuan kemanusiaan. Sekarang juga kita bantu Palestina!

#OrangBaik, bersama kita bisa kirim bantuan medis & obat-obatan untuk rakyat Palestina yang tengah berjuang! Caranya mudah:

  1. Klik tombol “Donasi sekarang!”.
  2. Masukkan nominal donasi.
  3. Pilih metode pembayaran (Dompet Kebaikan/GO-PAY/DANA/ShopeePay/LinkAja/Jenius Pay/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Mandiri/Mandiri Syariah/Kartu Kredit).
  4. Teman-teman akan mendapat laporan via email.

Selain mendoakan dan berdonasi, kamu juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut membantu perjuangan rakyat Palestina.

Terima kasih, #OrangBaik!

---------------


Disclaimer: Bantuan disampaikan melalui relawan dan LAZ Salam Setara.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan