Kitabisa! - Bantu Pak Asep dan Kucing-Kucingnya
Bantu Pak Asep dan Kucing-Kucingnya

Bantu Pak Asep dan Kucing-Kucingnya

Rp 14.249.987
terkumpul dari Rp 20.000.000
123 Donasi 0 hari lagi
Rizka Amalia
Akun belum terverifikasi

Cerita

Halo! Nama saya Icha, kebetulan saya bekerja di Jl. Kebon Sirih Jakarta Pusat. Awalnya saya hanya melakukan street feeding pada kucing-kucing sepanjang jalan tersebut, namun ada satu hal yang menarik perhatian saya. Seorang bapak setengah baya, yang kerap kali menggunakan kaus oranye atau hijau, selalu memberi makan pada tiga kucing yang sama setiap hari. Usut punya usut, ternyata nama bapak ini Pak Asep, dan tiga kucing tersebut adalah kucing peliharaannya.

a80877412f8457679aeea6244d30facbfebd2f57

(Foto Pak Asep)

Terlahir dengan nama Tjetjep Sunaryo, di Jakarta, 26/6/1972, Beliau dan keluarganya (ayah, ibu, dan 2 adiknya) tinggal di Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan.

Pada tahun 1993, pak Asep bekerja di PT. Elmar Turbindo, sebagai pendamping teknisi. Kemudian kira-kira pada tahun 1997, Ia berhenti bekerja karena terjadi krisis moneter yang mengakibatkan pengurangan pegawai.

Ibarat habis malang tertimpa tangga, di tahun yang sama Pak Asep dan keluarganya digusur dari Jl. Bangka. Akhirnya di tahun 1998, Pak Asep memutuskan untuk kembali ke Solo bersama ayah, ibu, dan dua adiknya. Pada saat itulah Beliau bertemu istrinya dan menikah di tahun 1999. Pak Asep dan istrinya lalu pindah dari Solo dan mengontrak di sekitar Jl. Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan. Belum sempat dikaruniai buah hati, pada tahun 2000 keduanya bercerai. Istrinya lalu pulang ke Solo meninggalkan pak Asep sendiri di Jakarta.

Pak Asep lalu bekerja sebagai Cleaning Service (CS) di Chase Plaza, Jl. Jenderal Sudirman Jakarta Pusat. Sayangnya kontrak Beliau tidak diperpanjang pada tahun berikutnya. Saat sudah tidak menjadi CS, Ia mengontrak rumah petak di kawasan Jl. Juanda, Jakarta Pusat, dan bekerja sebagai tukang sampah di lingkungan RT/RW setempat.

Seolah tidak berhenti diberi ujian dari Allah, kontrakannya kemalingan. Satu-satunya identitas yang dimilikinya, yaitu KTP, pun ikut dibawa oleh maling. Sebagai informasi, KTP Pak Asep terdaftar sebagai Warga Solo. Setelah Beliau bercerai, KK-nya menumpang pada KK orangtuanya di Solo.

Pada sekitar tahun 2012, pak Asep ditawari untuk bantu-bantu di penampungan sampah yang ditempatinya sekarang. Oleh staf Kantor Wakil Presiden (Wapres) dan Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Pemprov DKI, Beliau diperbolehkan tinggal di lokasi tersebut dikarenakan kontribusinya sebagai petugas pembuangan sampah. Beliau bukan Pegawai Harian Lepas (PHL), sehingga statusnya serabutan dan hanya mengandalkan penghasilan harian dari penampungan sampah. Meskipun penghasilannya terhitung kecil dan harian (40rb/50rb per hari), Pak Asep tidak pernah mengeluh.

Dari penghasilannya tersebutlah Beliau menyisihkan setiap hari untuk memberi makan kucing-kucingnya dan tentunya menghidupi dirinya sendiri. Beliau selalu membeli ikan cuwe untuk ketiga kucingnya, bahkan ketika dirinya pun belum tentu bisa makan ikan setiap hari.

Berikut ini "rumah" Pak Asep dan tiga kucingnya, lokasinya di belakang penampungan sampah. Sudah 4 tahun ini Pak Asep menjadi tenaga pembantu di penampungan sampah (Mohon maaf campaign saya edit, dan lokasi tidak saya sebutkan karena sudah ada yang berniat membuang kucing di sini, dan tanggal 9 Januari 2018 ini ada yang nekat membuang 4 anak kucing menggunakan kardus di sini)

e817d4b157f78a84e3c04c6b5d53188765373200

def5e105c9f8d1af48b0a0c0dc30c44044eb3c3b

(Foto Pak Asep bersama salah satu kucingnya, di depan "rumah" mereka)

Sehari-hari, Pak Asep selalu mandi di WC Pasar Gondangdia. Jika ingin sekedar buang air, Beliau pergi ke WC di masjid setempat. Beliau sungkan untuk bersih-bersih di WC Balaikota ataupun di Kantor Wakil Presiden.

Beberapa hari yang lalu Pak Asep cerita, kucingnya sakit dan perutnya membesar. Saya tahu kucing tersebut tidak mungkin hamil karena dia jantan. Senin malam, saya dan Pak Asep mengkontak drh. Sukirno di Jl. Jaksa untuk mendiagnosa penyakit kucing Pak Asep yang diberi nama si Belang.

745a3a1206a47e5f14c3d3e657d887c3dfc18a02

(Foto perut bengkak si Belang)

Ternyata rongga perut si Belang terisi cairan, saya curiga Belang terkena Feline Infectious Peritonitis (FIP) tipe basah, atau radang selaput rongga perut dan dada. Penyakit tersebut dapat berakibat kematian dan dikhawatirkan menular pada dua kucing Pak Asep yang lain. Terlebih lagi, Pak Asep tinggal di lokasi yang tidak bersih dan tentu saja tidak sehat.

c9bfdea616ab4a12a7eaef5dd4e9d1caec7522ff

(Foto si Belang saat operasi asites)

95e0926f8539888a1ba451f2c33d532db217fe6a

(Foto tiga kucing Pak Asep)

58f5e742f8abbd38d9315be6abda1b34968cac53

(Yang paling kecil terkena scabies)

Pak Asep membutuhkan dana lebih untuk memperpanjang usia si Belang dan menyejahterakan dua kucing lainnya. Tapi saya rasa, Pak Asep juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Saya ingin Beliau berhenti menjadi tukang sampah dan mulai mencoba pekerjaan lain agar kehidupan dan pendapatannya bisa meningkat, sehingga Ia mampu menyewa rumah petak yang layak untuk dirinya dan ketiga kucingnya. Rencananya dana yang terkumpul akan digunakan untuk:

  1. Biaya Beliau mengurus KTP dan membuka rekening di Bank
  2. Membeli sepeda motor (bekas atau baru tidak masalah) dan handphone android sederhana untuk mendaftar sebagai Gojek
  3. Biaya perawatan si Belang dan dua kucing Pak Asep
  4. Biaya awal untuk mengontrak rumah petak

Saya tahu saya tidak mampu mewujudkannya sendirian, oleh karenanya, jika kalian sependapat, yuk bantu saya untuk wujudkan keinginan Pak Asep!

Bonus foto: kondisi "rumah" Pak Asep dan kucing-kucingnya.

0e01e7e264497bf757ec41d797bf9403203f0fb1

(Pak Asep tidak punya kasur ataupun bantal, sehingga hanya tidur beralaskan kardus saja, sementara kucing-kucingnya tidur di atas styrofoam. Foto diambil pasca Belang operasi)

ef0d213fddc8645f359cdbcec464a05e09b7cc03

(Foto Pak Asep saat menerima donasi uang dan makanan kucing dari followers @thediaryofmugi)


Contact Person:

Icha:

IG: @thediaryofmugi

Line: thisisrizka

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (123)