Kitabisa! - Latif, Penderita Cerebal Palsy & Gizi Buruk
Latif, Penderita Cerebal Palsy & Gizi Buruk

Latif, Penderita Cerebal Palsy & Gizi Buruk

Rp 99.083.835
terkumpul dari Rp 200.000.000
1031 Donasi 0 hari lagi

Cerita

"Pas tsunami, saya langsung lari keatas bukit sambil gendong latif. Walaupun umur latif udah 7 tahun tapi berat badannya cuma 4 kg, semua tulangnya kaku dan gak bisa jalan karena sakit.” -Almah, Ibu Latif

----------------------------------------------------

Latif (7th) kecil asal Desa Sukarame, Carita merupakan korban tsunami Banten pada Desember 2018 lalu yang berhasil selamat. Saat tsunami datang setinggi kepala orang dewasa, Ibu Almah sedang menidurkan Latif.

Ia pun langsung menggendong tubuh kecil Latif ke atas bukit, hingga mereka berhasil selamat dari ganasnya gelombang tsunami Banten.

Sejak berusia 3 bulan, berat badan Latif tidak bertambah. Kemudian saat Latif berusia 3 tahun, badannya kaku dan tak bisa diluruskan.

c8d79498-aea8-4920-a068-4834fb548e56.jpg

Ternyata Latif tak hanya mengalami gizi buruk, namun juga didiagnosa Cerebral Palsy. Kelainan otak yang dialami oleh Latif membuat saraf dan ototnya menjadi kaku dan tak bisa diluruskan.

Sampai usianya 5 tahun, Latif hanya mendapat penanganan seadanya dari dokter Puskesmas dan rutin ke posyandu. Dokter Puskesmas sebenarnya merujuk Latif ke Rumah Sakit di Jakarta yang lebih lengkap agar Latif bisa cepat ditangani. Namun hingga kini Latif belum mendapat penanganan apapun, baik untuk perbaikan gizi maupun Cerebral Palsy berupa terapi fisik karena masalah ekonomi kedua orangtuanya.

a6ba88af-4fc9-4a0a-a1bb-2f6ad9e8c517.jpg

Sebagai penjual kelapa di pinggir Pantai Carita, penghasilan ayah Latif hanyalah Rp 750 ribu perbulan. Tak hanya memikirkan pengobatan putra bungsunya, ayah dan ibu Latif juga harus menghidupi kakak Latif yang kini duduk di bangku kelas 5 SD.

Namun apalah daya, tsunami Selat Sunda menghancurkan tempat ayah Latif berjualan. Semenjak kejadian itu, Pantai Carita pun jadi sepi wisatawan. Padahal satu-satunya sumber nafkah keluarga Latif hanya dari hasil berjualan kelapa.

Kini makin sulit bagi ayah dan ibu Latif untuk membawa anaknya berobat. Padahal Latif harus menjalani perbaikan gizi dan terapi fisik.

Sebagai orangtua, ayah dan ibu Latif menginginkan anaknya tumbuh dengan normal dan bisa beraktivitas seperti anak-anak lainnya. Mereka masih menaruh harapan besar terhadap putra bungsunya.

Meski dokter mengatakan ini takdir Latif, namun Ayah dan Ibu Latif tak pernah menyerah berjuang untuk kesembuhan Latif. Mereka tetap mengusahakan pengobatan untuk Latif.

Melihat ini, tim relawan ACT (Aksi Cepat Tanggap) akan mendampingi Latif untuk melakukan perbaikan gizi dan terapi untuk mencegah kontraktur.

Sahabat, mari berikan dukungan terbaik untuk Latif dengan cara:

  1. Klik "DONASI SEKARANG"
  2. Masukan nominal donasi
  3. Pilih bank (GO-PAY/ Dompet Kebaikan/ BNI/ BNI Syariah/ Mandiri/ BCA/ BRI/ Kartu Kredit)
  4. Dapatkan laporan via email

-----------------

DISCLAIMER:

  1. Donasi yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk biaya pengobatan Latif, tetapi juga disalurkan untuk membantu membiayai perawatan pasien MSR lain.
  2. Fundraising ini adalah bagian dari Program Mobile Social Rescue (MSR) ACT yang fokus dalam pendampingan pasien MSR.
  3. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Nur (+62 822-1777-1724)

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (1031)