Kitabisa! - Bantu Si Mungil Vania Untuk Bertahan Hidup
Bantu Si Mungil Vania Untuk Bertahan Hidup

Bantu Si Mungil Vania Untuk Bertahan Hidup

Rp 128.117.288
terkumpul dari Rp 360.000.000
745 Donasi 0 hari lagi
Adam Putranto
Akun telah terverifikasi

Cerita

Perkenalkan nama saya Adam Putranto dan istri saya Dhita Ayu Pratiwi. Kami adalah orang tua dari bayi bernama Vania Evangelista Christy.

Profesi saya adalah seorang karyawan swasta sementara istri saya adalah ibu rumah tangga.

Kami mengetahui website ini dari seorang teman.

Singkat cerita, kami bahagia sekali waktu pertama kali mengetahui bahwa istri saya mengandung. Dan lebih bahagia lagi ketika waktu dijalankan USG ternyata seorang bayi perempuan.

Melengkapi kebahagiaan kami terhadap anak pertama kami (laki-laki).

Selama masa kehamilan istri saya mengeluhkan kalau air ketubannya rembes lumayan banyak.

Puncaknya pada pemeriksaan di hari Jumat tanggal 14 September 2018 (di usia kehamilan memasuki 26 minggu), dokter mencoba memberikan beberapa obat untuk melancarkan darah agar produksi air ketuban yang dari placenta berjalan dengan baik serta menyarankan untuk USG 4D agar kami mengetahui lebih pasti apa penyebabnya.

Karena pada pemeriksaan saat itu dokter menjelaskan bahwa air ketubannya sedikit sehingga menyebabkan pergerakan bayi kami di dalam kandungan menjadi terbatas.

Kami dijadwalkan untuk melakukan USG 4D di hari Selasa tanggal 18 September 2018. Kami menyetujuinya.

Namun pada hari Senin tanggal 17 September 2018 istri saya mengalami gejala seperti kontraksi. Kemudian kami sepakat untuk memeriksakan ke dokter hari itu juga (tidak menunggu sampai USG 4D hari Selasa 18 September 2018).

Kebetulan rumah sakit yang terdekat dengan tempat tinggal kami selama ini adalah RS Graha Kedoya Jakarta Barat dan biasanya kami konsultasi dengan dokter kandungan juga disana dengan fasilitas asuransi dari kantor.

Maka kami pun menuju ke sana.

Beberapa pemeriksaan pun dilakukan termasuk tes darah dan lain-lain. Diagnosa awal dari dokter adalah adanya infeksi virus yang menyebabkan terjadinya kontraksi.

Dokter yang memeriksa istri saya menyarankan istri saya untuk istirahat total selama kurang lebih 3 hari dan kemudian hari itu juga istri saya mulai menjalani rawat inap.

Namun tiba-tiba pada hari Selasa subuh tanggal 18 September 2018 sekitar pukul 03:30 istri saya mengabarkan bahwa dia mengalami flek kemudian tidak berselang lama suster yang memeriksa memberi tahu bahwa air ketuban sudah pecah.

Mau tidak mau bayi yang ada di kandungan istri saya harus dikeluarkan sebelum air ketuban habis. Opsi yang terbaik dari dokter adalah operasi cesar karena bayi masih terlalu kecil untuk kelahiran normal dan mempertimbangkan letak bayi yang sungsang.

Ini di luar dugaan kami, karena kami berasumsi bahwa istri saya hanya menjalani rawat inap dan tidak sampai melahirkan. Kami pun menyetujuinya karena ini memang jalan terbaik buat kami yang harus kami hadapi saat itu.

Tidak pernah terpikirkan oleh kami mengenai besaran biaya dan sebagainya. Saat itu yang ada di pikiran kami bahwa bayi kami selamat dan sehat.

Jadwal operasi dilakukan di siang harinya pukul 14:30 karena ada beberapa prosedur dan administrasi yang harus kami lewati.

Operasi berjalan lancar, bayi kami langsung dipindahkan ke inkubator dan kira-kira pukul 15:35 istri saya keluar dari ruang operasi dan dipindahkan ke ruang rawat inap.

Bayi kami terlahir dengan berat badan 690 gram dan panjang 32 cm.

d8c1eed2-aff2-47de-8817-bd993a2265ce.jpg31cfb3db-bba7-4eef-a4e7-1ab4f40da26e.jpg


Gambar di atas diambil pada tanggal 21 September 2018 (3 hari setelah Vania lahir)

Sedih dan tidak tega rasanya melihat bayi kami langsung dipasangkan peralatan nafas, selang-selang infus, pemantau detak jantung dan lain-lain.

Di sisi lain, biaya perawatan Vania di rumah sakit ini juga besar. Dengan rincian estimasi 6 juta per hari dan diprediksi oleh dokter bahwa Vania akan dirawat selama kurang lebih 2 bulan melihat kondisinya.

Saat ini kami sedang berusaha untuk mendaftarkan Vania ke BPJS dan berencana memindahkan Vania jika Vania sudah membaik dan kartu BPJS Vania sudah jadi

karena di RS ini tidak bekerja sama dengan BPJS.

Kami juga sedang berusaha menjual beberapa asset yang kami miliki agar kami kelak dapat menutup biaya selama Vania dirawat di RS ini.

1aa3c3f7-286a-49a6-ad44-0e171919f079.jpg

Gambar di atas ini diambil pada tanggal 25 September 2018 (selang pernafasan sudah dicabut dan Vania belajar bernafas langsung dengan paru-paru sembari dipantau perkembangannya/posisi alat bantu pernafasan stand by)

Kami berserah kepada TUHAN biarkanlah kehendak TUHAN yang terjadi dan bukan kehendak kami.

Bagian kami adalah berusaha sebaik mungkin dalam hal apapun agar kami bisa melihat Vania bertumbuh dan berkembang selayaknya kakaknya yang laki-laki dan anak-anak yang lain.

Kami tahu bahwa apapun rencana TUHAN pasti yang terbaik buat kami.

Besar harapan kami untuk kepada Bapak, Ibu dan Saudara/Saudari untuk mendapatkan bantuan dari Bapak Ibu dan Saudara/Saudari.

Jika Bapak, Ibu dan Saudara/Saudari terketuk pintu hatinya untuk berdonasi mohon :

-Klik tombol merah "DONASI SEKARANG"

-Masukan nominal donasi

-Pilih metode pembayaran, kemudian lanjut

-Transfer ke no rekening yang tertera

Rencana biaya yang terkumpul akan kami gunakan untuk membantu menutup biaya tagihan perawatan selama Vania dirawat di rumah sakit.

Terima kasih atas kesediaan Bapak Ibu dan Saudara/Saudari telah menyempatkan diri mampir ke halaman ini.

Hormat dan salam dari kami,

Adam Putranto dan Dhita Ayu Pratiwi

Penggalangan dana ini mencurigakan? Laporkan

Kabar Terbaru


Fundraiser


Donasi (745)